MIMBARJUMAT.COM – Beberapa waktu terakhir, Whit Pink telah menjadi subjek percakapan yang luar biasa di berbagai platform media sosial.
Banyak orang ingin tahu apa sebenarnya yang dilakukan produk ini dan mengapa pihak berwenang, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), mulai memberi peringatan keras tentang penggunaannya.
Berikut adalah penjelasan menyeluruh tentang apa itu Whip Pink, gas yang terkandung di dalamnya, dan potensi bahaya bagi kesehatan jika disalahgunakan.
Tahukah Anda apa itu Whip Pink?
“Whip Pink” adalah istilah yang mengacu pada tabung kecil (charger) yang berisi gas nitrogen oksida (N2O).
Produk ini identik dengan warna tabung merah muda yang mencolok di toko elektronik dan perlengkapan dapur.
Produk ini secara resmi dipasarkan sebagai alat untuk industri kuliner.
Dalam iklan di media sosial dan e-commerce, Whip Pink sering digambarkan sebagai creamer (alat pengolah krim) atau propellant (gas pendorong) untuk menambahkan whipped cream pada minuman dan kue agar teksturnya lebih stabil dan mengembang.
Menurut situs resminya, Whip Pink menjual produknya dalam tabung silinder dengan kapasitas 640 hingga 2050 gram dengan harga mulai dari 650.000 hingga 1.900.000.
Fungsi Gas N2O, atau Gas Tertawa
Sebenarnya, gas nitrous oxide Whip Pink memiliki tujuan yang sangat spesifik dan legal jika digunakan dengan benar:
- Industri Kuliner: Sebagai gas pendorong pada tabung whipped cream semprot agar krim dapat keluar dengan konsistensi yang tepat.
- Bidang Medis: Digunakan sebagai anestesi ringan atau penghilang rasa sakit dalam tindakan operasi medis maupun kedokteran gigi.
- Sektor Otomotif: Dikenal dengan istilah NOS (Nitrous Oxide System) yang berfungsi meningkatkan pasokan oksigen ke ruang bakar mesin untuk menambah daya pacu kendaraan.
Mengapa N2O Disalahgunakan?
Meskipun memiliki fungsi legal, N2O sering disalahgunakan untuk tujuan rekreasi karena dikenal sebagai “Gas Tertawa”. Saat dihirup secara langsung, gas ini memberikan efek:
- Euforia atau rasa senang yang singkat.
- Sensasi relaksasi mendalam.
- Halusinasi ringan dan rasa melayang.
Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa N2O bukan untuk konsumsi bebas.
“Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen,” tegas Suyudi dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Bahaya Kesehatan dan Risiko Kematian
Penyalahgunaan gas N2O dengan cara dihirup langsung dari tabung sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Berikut adalah beberapa dampak fatalnya:
- Hipoksia: Gas N2O yang masuk ke paru-paru akan menggeser posisi oksigen. Akibatnya, otak dan organ vital lainnya kekurangan oksigen (hipoksia) yang bisa menyebabkan pingsan seketika.
- Kerusakan Saraf: Penggunaan jangka panjang dapat menghambat kerja vitamin B12 dalam tubuh, yang mengakibatkan kerusakan pada sumsum tulang belakang dan saraf tepi (mati rasa atau lumpuh).
- Gagal Napas dan Henti Jantung: Konsentrasi gas yang terlalu tinggi dalam darah dapat memicu serangan jantung mendadak atau kegagalan sistem pernapasan.