MIMBARJUMAT.COM – Media sosial Indonesia kembali dipenuhi dengan fenomena unik.
Di TikTok, kalimat sederhana tentang matematika tiba-tiba berubah menjadi “lagu viral”, yang digunakan sebagai backsound ribuan video parodi.
Selain tren 1 plus 1 sama dengan 2, ada kontroversi besar yang melibatkan nama aktor Roby Tremonti dan memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans.
Tren ini lebih dari sekedar hiburan online; itu adalah konsekuensi lanjutan dari klarifikasi Roby, yang menghasilkan reaksi berantai dari warganet.
Lirik lengkap “1 Tambah 1 Sama dengan 2” versi viral berasal dari pernyataan langsung Roby Tremonti dalam video klarifikasinya.
Penggalan lengkap, yang tersebar luas dan digunakan warganet sebagai musik TikTok, dapat ditemukan di sini:
“1+1 sama dengan 2, 11×11 sama dengan 121, 12×12 = 144. 8×8 6×4? Yang waras ya, gak boleh dipelintir, yang waras. Ibu kota Indonesia adalah? Jakarta. Saya tambahin lagi, ibu kota Jawa barat? Bandung. Gubernurnya? KDM, bapak aing. Yang logik, izin enggak bermaksud apapun.”
Pernyataan ini malah menjadi “bulan-bulanan” warganet daripada meredam tudingan.
Hitung-hitungan yang semula dimaksudkan untuk berfungsi sebagai analogi logika akhirnya dianggap membingungkan dan akhirnya diparodikan secara besar-besaran.
Kenapa nama Roby Tremonti menjadi perhatian?
Aktor Indonesia Robby Tremonti lahir pada tanggal 30 Oktober 1980.
Sebelum beralih sepenuhnya ke akting, kariernya dimulai dengan modeling.
Ia terkenal karena bermain dalam sinetron seperti Amanah Wali, Police 86, dan Kupu Malam.
Roby telah membintangi film layar lebar seperti Chrisye (2017), Nagabonar Reborn (2019), dan Tenung dan Mama: Pesan dari Neraka (2025).
Setelah dugaan bahwa Roby adalah karakter “Bobby” dalam buku Broken Strings, perhatian publik padanya meningkat.
Untuk memberikan klarifikasi, Roby bahkan menantang Aurelie untuk mengungkap identitas karakter tersebut.
“Sekarang saya tanya, Bobby ini di dunia nyata siapa? Kalau ini tidak bisa tokohnya siapa, saya tekankan lagi,” kata Roby.
Kronologi Singkat Kasus Kerusakan Kabel
Memori Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth mengangkat kisah tragis Aurelie Moeremans tentang pengasuh anak dan manipulasi psikologis sejak usia remaja.
Aurelie menggunakan nama samaran Bobby dalam buku tersebut untuk menggambarkan sosok pria dewasa yang diduga melakukan grooming sejak ia berusia 15 tahun.
Aurelie dan Roby dikenal memiliki hubungan sebelumnya dan bahkan menikah pada 2011.
Aurelie, di sisi lain, menyatakan bahwa pernikahan tersebut tidak sah secara kanonik.
Selain itu, ia menerima surat status liber, yang menurut Gereja Katolik menegaskan bahwa ikatan pernikahan tidak sah.
Aurelie menceritakan dalam buku tentang tekanan, ancaman, dan kekerasan yang ia alami, termasuk eksploitasi psikologis, yang berpengaruh hingga dewasa.
“Aku tadinya ga berani kasih karena kalo sampe itu kesebar karir aku bisa hancur, aku pasti malu semalu malunya dan bisa bisa pulang ke Belgia. Tapi, dia ngancam lagi dan ngancam lagi sampe akhirnya aku ngerasa terpaksa harus nurut,” katanya.
Aurelie Moeremans meminta masyarakat untuk menghentikan spekulasi
Aurelie Moeremans berbicara melalui Threads sebagai tanggapan atas polemik yang semakin meningkat.
Ia meminta orang-orang di umumnya untuk tidak menipu atau menduga siapa tokoh yang digambarkan dalam bukunya.
“Please.. Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings. Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan. Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar dan jujur aku gak enak bacanya,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan memoar tersebut bukanlah untuk mengungkap identitas sosok yang nyata.
“Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur,” sambungnya kemudian.