Prediksi Harga Dogecoin Jadi Perbincangan, Fase Sepi Disebut Sinyal Awal Pergerakan Baru!

MIMBARJUMAT.COM – Dogecoin (DOGE) kembali masuk radar pelaku pasar kripto seiring meningkatnya pembahasan tentang potensi altcoin season.

Setelah cukup lama bergerak datar dan mengalami penurunan bertahap, DOGE kini berada di area harga yang secara historis sering muncul sebelum terjadinya lonjakan besar.

Situasi ini membuat banyak analis mulai mencermati apakah fase tenang saat ini justru menjadi bagian dari pola siklus yang pernah terulang di masa lalu.

Bagi sebagian investor ritel, pergerakan Dogecoin saat ini memang terasa membosankan.

Namun, bagi pengamat pasar yang melihat dari sudut pandang jangka menengah hingga panjang, kondisi ini justru dianggap menarik karena sering menjadi titik awal perubahan tren.

Pergerakan Harga DOGE Masih Stabil

Dalam jangka pendek, harga Dogecoin belum menunjukkan tanda-tanda pergerakan besar.

Aktivitas perdagangan berjalan relatif stabil, dengan volatilitas yang semakin mereda dibandingkan periode reli sebelumnya. Harga bergerak di kisaran sempit tanpa adanya tekanan jual yang signifikan.

Kondisi seperti ini umumnya disebut sebagai fase konsolidasi. Pada fase ini, pasar cenderung menunggu katalis baru sebelum menentukan arah selanjutnya.

Dalam beberapa siklus kripto sebelumnya, fase tenang seperti ini kerap muncul ketika minat investor mulai bergeser dari aset utama seperti Bitcoin ke altcoin yang berisiko lebih tinggi, termasuk Dogecoin.

Riwayat Kenaikan Dogecoin Jadi Bahan Analisis

Jika ditarik ke kerangka waktu yang lebih panjang, Dogecoin dikenal memiliki pola pergerakan yang cukup konsisten.

Dalam dua periode kenaikan besar sebelumnya, DOGE sempat bergerak stagnan selama berbulan-bulan. Harga terlihat datar, volume perdagangan rendah, dan sentimen pasar cenderung jenuh.

Namun, setelah fase tersebut berakhir, Dogecoin justru mencatat lonjakan harga yang signifikan.

Pada siklus pertamanya, DOGE mengalami kenaikan hingga ribuan persen. Siklus berikutnya bahkan mencatat reli yang lebih agresif, dipicu oleh meningkatnya perhatian pasar dan sentimen positif.

Kesamaan dari dua fase tersebut adalah harga Dogecoin mampu bertahan di area support jangka panjang.

Saat ini, struktur harga DOGE dinilai masih berada di zona penopang utama. Selama level ini tidak ditembus, sebagian analis menilai tren jangka menengah masih tetap terjaga.

Gambaran Prediksi Harga dari Skenario Aman hingga Agresif

Dalam skenario yang lebih konservatif, beberapa level harga mulai disebut sebagai area yang layak diperhatikan jika momentum altcoin benar-benar terbentuk.

Zona di sekitar US$0,65 dan US$1,25 dinilai sebagai target bertahap yang lebih realistis, tentu dengan catatan kondisi pasar kripto secara keseluruhan mendukung.

Di sisi lain, ada pula proyeksi yang jauh lebih optimistis. Dengan membandingkan kondisi saat ini dengan siklus awal Dogecoin, sebagian pihak memperkirakan potensi harga yang jauh lebih tinggi.

Namun, skenario ekstrem ini sangat bergantung pada sentimen pasar global dan tidak bisa dijadikan acuan dalam jangka pendek.

Para analis menegaskan bahwa prediksi harga Dogecoin bukanlah kepastian. Proyeksi tersebut hanya merupakan simulasi berdasarkan pola historis yang pernah terjadi.

Karena itu, investor tetap disarankan untuk berhati-hati, memahami risiko, dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu sudut pandang.

Di tengah pergerakan yang masih tenang ini, Dogecoin kembali berada di fase krusial.

Apakah DOGE akan tetap bergerak datar, atau justru bersiap memasuki fase baru dengan pergerakan yang lebih agresif, masih sangat bergantung pada arah pasar kripto dalam waktu ke depan.

Leave a Comment