MIMBARJUMAT.COM – Belum ada pengumuman resmi kapan KUR akan dibuka pendaftarannya. Namun, berdasarkan pola tahun sebelumnya, penyaluran KUR BRI 2026 diperkirakan akan dibuka pada kuartal I, sekitar akhir Januari hingga Februari, meskipun pengumuman resmi dari Kementerian Keuangan atau BRI per 1 Januari 2026 belum tersedia. Revisi Permenko No.7/2025 telah menetapkan suku bunga flat sebesar 6% dan kenaikan plafon pinjaman hingga Rp500 juta, yang berlaku efektif mulai Januari.

KUR merupakan skema pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang dialokasikan khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui perbankan, dengan BRI sebagai mitra penyalur utama. Program ini bertujuan memberikan akses modal dengan suku bunga yang terjangkau.

Mengingat sumber dana dan subsidi berasal dari APBN, waktu pembukaan program sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat dan finalisasi anggaran tahunan. Biasanya, penyaluran KUR baru dimulai pada periode Januari-Februari, setelah dilakukan penyesuaian regulasi, penetapan suku bunga, dan penyusunan target penyaluran.

pelaku usaha disarankan untuk mempersiapkan diri sejak dini di tahun 2026 agar dapat segera mengajukan permohonan ketika pendaftaran resmi dibuka.

Adapun syarat umum yang harus dipenuhi calon peminjam KUR BRI 2026 adalah:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  • Memiliki bisnis produktif yang telah beroperasi minimal 6 bulan.
  • Tidak sedang mendapatkan kredit produktif dari bank lain (kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit diperbolehkan).
  • Lokasi usaha berada di wilayah Indonesia.
  • Dilengkapi dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha dari RT/RW/Kelurahan.

Dengan demikian, pernyataan yang menyebutkan bahwa “siapa saja bisa mendapatkan KUR” kurang tepat. Terdapat ketentuan khusus yang wajib dipenuhi sebelum pengajuan dapat diproses.

Prosedur Pengajuan KUR BRI

Seiring dengan digitalisasi layanan perbankan, BRI menyediakan beberapa opsi pengajuan yang fleksibel. Calon peminjam dapat memilih metode yang paling sesuai, baik secara daring maupun melalui layanan langsung di kantor.

Pengajuan Secara Daring (Online)

Kemudahan layanan digital memungkinkan pengajuan pinjaman tanpa perlu datang ke bank. Sistem KUR BRI online telah tersedia untuk memperluas akses bagi UMKM. Prosedur pengajuan secara online diperkirakan akan tetap menggunakan platform yang ada dengan berbagai penyempurnaan fitur.

Pertama, akses situs resmi kur.bri.co.id dan pilih menu “Ajukan Pinjaman”. Bagi pengguna baru, lakukan registrasi menggunakan email aktif dan buat kata sandi. Setelah login, lengkapi formulir aplikasi yang memuat data pribadi, informasi usaha (jenis, omzet, biaya operasional), serta besaran dan jangka waktu pinjaman yang diinginkan.

Kemudian, unggah dokumen digital yang diperlukan, seperti pindai KTP, Surat Keterangan Usaha, dan pas foto. Pastikan semua dokumen terbaca dengan jelas. Setelah aplikasi dikirim, data akan masuk ke sistem BRI untuk selanjutnya diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh petugas (mantri) BRI di wilayah domisili usaha untuk proses survei lapangan. Metode online ini sangat efisien dan dapat dilakukan kapan saja.

Pengajuan Langsung di Kantor Cabang

Meski cara online semakin populer, pengajuan secara tatap muka di kantor cabang tetap menjadi pilihan, khususnya bagi yang menginginkan konsultasi langsung dengan petugas bank.

Langkah awalnya adalah mempersiapkan dokumen fisik berupa fotokopi KTP, KK, surat izin usaha, dan pas foto. Kemudian, kunjungi kantor cabang atau unit BRI terdekat dari lokasi usaha. Temui petugas Customer Service atau bagian khusus yang menangani KUR (biasanya disebut Mantri BRI).

Sampaikan maksud untuk mengajukan KUR. Petugas akan mengecek kelengkapan dokumen administratif. Jika dinyatakan lengkap, akan dilakukan wawancara singkat mengenai kondisi usaha. Selanjutnya, pihak bank akan mengatur jadwal kunjungan survei ke lokasi usaha untuk melakukan verifikasi data dan penilaian kelayakan secara langsung. Proses ini memberikan kesempatan bagi pemohon untuk mendiskusikan detail dan potensi usahanya.

Leave a Comment