skinbea.com/21/ – Berikut kami sajikan naskah Khutbah Jumat Maulid dengan judul: 4 Hikmah Rabiul Awal Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW Naskah khutbah ini bisa dijadikan referensi khotib.
Dengan datangnya bulan Rabiul Awal, bulan Maulid, mengingatkan kepada kita, bahwa di dunia ini pemah terlahir seorang manusia suci, manusia agung dan sempurna, seorang insan kamil.
Yakni, baginda Rasulullah Muhammad SAW. Nabi Muhamad SAW lahir pada hari Senin, tanggal 12 bulan Rabiul Awal.
Allah Taala berfirman:
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ آيَتِهِ وَيُرْكَهُمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَبَ وَالْحِكْمَةَ وإِن كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَلٍ مُّبِينٍ
Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali Imran 164).
Maka sudah seharusnya bila kita sebagai umat Nabi Muhammad, bersyukur kepada Allah dengan melakukan ketaatan dan ketakwaan, berterima kasih kepada Rasulullah dengan rajin membaca shalawat, menghidupkan sunahnya, mengikuti teladan akhlak mulianya.
Berikut naskah lengkap khutbah jumat maulid dengan judul: 4 Hikmah Rabiul Awal Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
MOHON TIDAK DIBACA KETIKA KHUTBAH BERLANGSUNG
Khutbah Pertama (1)
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى مَنْ عَلَيْنَا بِالنّبي الكريم. وَهَدَانَا بِه إِلى الصَّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ وَاسْتَتَقَدْنَا بِهِ مِنْ طُرْقِ الْجَحِيمِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وحده لا شريك له الرَّبُّ الرَّحِيمُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيْدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهَ وَرَسُولُهُ هُوَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَحِيمُ اللَّهُمَّ صَل وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَأَصْحَابِهِ وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ فِي كُن هَذِي قَويْم أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أَوْصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ قَالَ اللهُ تَعَالَ في القران الكريم لقد من الله على المؤمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ أَيَتِهِ وَيُرْكَهُمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَبَ وَالْحِكْمَةُ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي صَلَلٍ مُّبِيْنٍ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Marilah dalam kesempatan yang berbahagia ini, pada hari yang mulia ini, di tempat yang mulia ini, serta bulan maulid yang penuh keberkahan ini kita senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah Ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan semampu kita. Karena hanya dengan taqwa lah kita semua berhak mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan haqiqi dan abadi di dunia ini sampai kelak di akhirat nanti.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Kita sekarang berada di bulan Rabiul Awwal, bulan ketiga dalam penanggalan Hijriyah, Bulan kelahiran Nabi agung Muhammad SAW. Salah satu bulan yang penuh rahmat dan berkah untuk semua umat manusia. Bulan yang selau diagungkan oleh kaum muslimin sedunia.
Dengan datangnya bulan Rabiul Awwal, bulan Maulid, mengingatkan kepada kita, bahwa di dunia ini pemah terlahir seorang manusia suci, manusia agung dan sempurna, seorang insan kamil. Yakni, baginda Rasulullah Muhammad SAW. Sebagai langkah awal mahabbah, mencintai Rasulullah tentunya kita harus mulai dengan mengenal Rasulullah. Diantaranya dengan cara membaca siroh Rosululloh saw lewat puji- pujian, perjuangan dan akhlak beliau yang terangkum dalam karya-karya para ulama’, seperti Maulid Ad-Dibaly, Maulid Syaroful Anam, Qasidah Burdah, Maulid Simtud Duror, Maulid Dhiyaul Lami dan lain sebagainya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Kata mahabbah mempunyai makna yang luas sekali, yakni cinta kepada nabi dan keluarganya, mencontoh akhlak beliau, dan bergembira atas kelahiran beliau. Sebab kehadiaran beliau di dunia ini merupakan anugerah, rahmat serta kado terindah bagi seluruh alam.
Allah Taala berfirman:
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ آيَتِهِ وَيُرْكَهُمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَبَوَالْحِكْمَةَ وإِن كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِيضَلَلٍ مُّبِينٍ
Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali Imran 164)
Rasulullah pun bersabda dalam hadits qudsi:
لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ مَا خَلَقْتُ الْأَفلاك
“Jikalau bukan karena engkau (Muhammad). Jikalau bukan karena engkau (Muhammad) aku tidak akan menciptakan jagat raya.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Imam Suyuthi di dalam kitabnya Husnul Maqshad Fi Amalil Maulid mengutip pendapat Imam Ibnul Hajj tentang empat hikmah Nabi Muhammad SAW lahir di hari Senin, bulan Rabiul Awwal
Pertama, ada sebuah hadits yang menjelaskan bahwa hari Senin itu Allah menciptakan pohon. Sebagaimana riwayat Muslim dan riwayat. Ibnu Khuzaimah di dalam kitab Shahihnya. Hal ini sebagai pertanda bahwa Allah menciptakan bahan makanan, rizki, buah-buahan dan segala kebaikan yang diberikan kepada manusia sebagai sumber kehidupan mereka.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Kedua, arti Rabi’ berarti musim semi. Hal ini merupakan isyarat dan pertanda kebaikan yang ada pada bulan tersebut sebagaimana dinisbatkan dari akar katanya.
Ketiga, bulan Rabi’ul Awal sebagai musim yang paling tenang dan paling nyaman cuacanya. Begitu juga syariat nabi Muhammad saw sebagai syariat yang paling adil, paling moderat dan toleran dan sesuai dengan kondisi apapun.
Keempat, Allah sebagai Dzat Yang Maha Bijaksana hendak memuliakan bulan kelahiran Nabi. Seandainya Nabi Muhammad saw lahir di bulan Ramadhan misalnya, nanti orang akanberanggapan bahwa kemuliaan Nabi itu karena lahir di bulan mulia. Sehingga, bulan Rabiul Awwal pun menjadi salah satu bulan mulia karena di bulan inilah Nabi Muhammad SAW manusia paling mulia dilahirkan ke dunia.
Keempat hal itu ternyata menjadi rahasia tersendiri bagi beliau dan umatnya agar selalu bersemi, agar selalu bangkit dari keterpurukan, selalu menebar kebaikan dan juga mampuberubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Para sahabat telah membuktikan kecintaanya terhadap Rasulullah secara nyata. Ketika tidak ada satupun orang yang percaya kepada Rasulullah telah di Isra’ mi’raj-kan, Abu Bakar Ash- Shidiq lah orang yang pertama kali meyakini akan kebenaran tersebut. Umar bin Khattab tidak rela Rasulullah dikabarkan telah meninggal, sehingga siapapun yang berani mengatakan berita itu akan dipenggal kepalanya. Saking cintanya kepada nabi, beliau lupa bahwa nabi adalah manusia yang juga bisa wafat. Utsman bin Affan ikhlas menginfakkan separuh hartanya demi perjuangan dakwah jelang perang Tabuk. Ali bin Abi Thalib menggantikan ranjang Rasulullah saat pengepungan oleh kaum Quraisy pada saat Rasulullah hendak hijrah. Dan itu taruhanya adalah nyawa.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Walhasil, bulan Robiul Awwal adalan momentum yang baik untuk introspeksi serta mengukur diri seberapa besar mahabbah kita, cinta kita kepada baginda nabi Muhammad saw. Lantaran beliau lah kita dapat mengenal Allah, mendapat hidayah, dan mengetahui tata cara beribadah kepada Allah Taala. Maka sudah seharusnya bila kita sebagai umat Nabi Muhammad, bersyukur kepada Allah dengan melakukan ketaatan dan ketakwaan, berterima kasih kepada Rasulullah dengan rajin membaca shalawat, menghidupkan sunahnya, mengikuti teladan akhlak mulianya.
Semoga Allah Taala memberi kekuatan kepada kita untuk menghidupkan sunah-sunah Rasul Nya dan meniru akhlak mulianya.. Amin… amin ya rabbal ‘alamin.
بَارَكَ الله لي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ العَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبْلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَأُونَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السميع العليم
Khutbah Kedua (2)
إنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللهم صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ، وَعَلَى إِخْوَانِهِ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ، وَآلِ الْبَيْتِ الطَّاهِرِينَ، وَعَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي، وَعَنِ الْأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِينَ، أَبِي حَنِيفَةَ وَمَالِكٍ والشافعي وأحمدَ وَعَنِ الْأَوْلِيَاء وَالصَّالِحِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أَوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ فَاتَقُوْهُ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلام على نبيهِ الكَرِيم فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ كَما صَلَّيْتَ عَلَى سَيّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، أَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ غَيْرَ ضَالَّينَ وَلَا مُضِلَّيْنَ، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا وَآمِنْ رَّوْعَاتِنَا وَاكْفِنَا مَا أَهَمَّنَا وَقِنَا شَرَّ ما تَتَخوَّفُ، اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءِ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِندُنِيسِيَا خَاصَّة وَعَنْ سَائِرِ الْبُلْدَانِ عَامَّة إِنَّكَ عَلَى كلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّا مِنَ الْخَاسِرِيْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلَّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ, وَتُبْ عَلَينَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ, رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَأَدْخِلْنَا الجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَار يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ والْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدَّكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاتَّقُوْهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مَخْرَجًا مِنْ أَمُورِكُمْ ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر
Sumber naskah: Youtub Zam Channel