MIMBARJUMAT.COM – Gerhana Bulan Total terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, dan dapat dilihat di Indonesia.
Salah satu dari empat gerhana Matahari dan Bulan akan terjadi pada tahun 2026.
Hanya Indonesia yang dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 dari rangkaian tersebut. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia tidak dapat menyaksikan Gerhana Bulan Sebagian (GBS) yang terjadi pada 28 Agustus 2026. Akibatnya, apa yang dimaksud dengan Gerhana Bulan Total yang terjadi pada 3 Maret 2026, dan kapan puncak gerhana terjadi?
Apa Itu Gerhana Bulan Total?
Menurut laman resmi BMKG, Rabu (25/2/2026), gerhana Bulan adalah ketika cahaya matahari terhalang oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.
Selain dapat diprediksi sebelumnya dan hanya terjadi pada fase purnama, peristiwa ini merupakan salah satu akibat dari pergerakan posisi Bulan, Bumi, dan Matahari yang dinamis.
“Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar,” jelas BMKG.
“Hal ini membuat Bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi,” tambahnya.
Menurut BMKG, saat puncak gerhana terjadi ketika langit cerah, bulan akan berwarna merah.
Karena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, bulan terlihat merah saat puncak gerhana.
Cahaya dengan panjang gelombang pendek, seperti biru, akan tersebar lebih banyak saat cahaya matahari melewati atmosfer Bumi, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang, seperti merah, akan lolos dan mencapai permukaan Bulan, yang membuat bulan terlihat merah.
“Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semua cahayanya sampai ke Bumi dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru,” jelas BMKG.
Kapan Puncak Gerhana Bulan 3 Maret 2026?
Semua orang di Indonesia dapat melihat proses Gerhana Bulan Total, yang terjadi pada 3 Maret 2026, hingga puncak tertingginya, tergantung di mana mereka tinggal.
Berikut waktu kejadian Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026:
Waktu Indonesia Barat (WIB):
- Gerhana Penumbra mulai (P1): 15.42.44
- Gerhana Sebagian mulai (U1): 16.49.46
- Gerhana Total mulai: 18.03.56
- Puncak Gerhana (Puncak): 18.33.39 Gerhana Total berakhir: 19.03.23
- Gerhana Sebagian berakhir (U4): 20.17.33
- Gerhana Penumbra berakhir (P4): 21.24.35.
Waktu Indonesia Tengah (Wita):
- Gerhana Penumbra mulai (P1): 16.42.44
- Gerhana Sebagian mulai (U1): 17.49.46
- Gerhana Total mulai (U2): 19.03.56
- Puncak Gerhana (Puncak): 19.33.39
- Gerhana Total berakhir (U3): 20.03.23
- Gerhana Sebagian berakhir (U4): 21.17.33
- Gerhana Penumbra berakhir (P4): 22.24.35.
Waktu Indonesia Timur (WIT):
- Gerhana Penumbra mulai (P1): 17.42.44
- Gerhana Sebagian mulai (U1): 18.49.46
- Gerhana Total mulai (U2): 20.03.56
- Puncak Gerhana (Puncak): 20.33.39
- Gerhana Total berakhir (U3): 21.03.23
- Gerhana Sebagian berakhir (U4): 22.17.33
- Gerhana Penumbra berakhir (P4): 23.24.35.
Data tersebut menunjukkan bahwa seluruh tahapan gerhana, dari awal penumbra hingga akhir, dapat dilihat oleh pengamat di daerah di sebelah barat garis P1.
Sementara itu, daerah di barat garis U1 akan melihat gerhana fase sebagian saat Bulan terbit. Kemudian, gerhana akan mencapai puncak, fase total, hingga akhir gerhana.
Seluruh rangkaian gerhana terjadi di seluruh dunia, di bagian timur Amerika, Australia, serta di Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Tengah.
Gerhana bulan total ke-27 dalam seri Saros 133 terjadi pada 3 Maret 2026.
Terdapat dua peristiwa yang terkait. Yang pertama terjadi pada 21 Februari 2008, dan yang kedua akan terjadi pada 13 Maret 2044.