MIMBARJUMAT.COM – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, THR menjadi salah satu topik yang paling banyak diperdebatkan.
Pengemudi ojek online (ojol) juga menantikan tunjangan atau bonus hari raya seperti pekerja formal seperti karyawan swasta dan aparatur sipil negara.
Pekerja menerima hak finansial yang disebut Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang hari raya keagamaan.
Regulasi ketenagakerjaan telah menetapkan secara tegas kewajiban pekerja formal untuk menerima pembayaran THR, yang biasanya dibayarkan paling lambat H-7 sebelum hari raya Idulfitri
Karena status pengemudi ojol berbeda dari pekerja formal, mekanisme THR ojol 2026 tidak mudah.
Mengapa THR Ojol berbeda dari THR lainnya?
Mayoritas pengemudi ojol menggunakan platform digital seperti Gojek, Grab, Maxim, dan lainnya untuk menjadi mitra.
Mereka adalah mitra sistem kemitraan berbasis platform daripada karyawan tetap.
Artinya, sistem ketenagakerjaan konvensional mengatur kontrak kerja sebagai perjanjian kemitraan.
Karena platform tidak berstatus sebagai pekerja formal, mereka tidak memiliki kewajiban hukum otomatis untuk membayar THR seperti karyawan tetap. Akibatnya, skema THR ojol 2026 memerlukan mekanisme khusus.
Metode BHR sebagai Pengganti THR Ojol 2026
Pemerintah membuat skema Bonus Hari Raya (BHR) untuk pengemudi dan kurir yang menggunakan aplikasi.
Bukan sebagai THR dalam pekerjaan tetap, program ini dimaksudkan untuk memberikan penghargaan atas kontribusi mitra selama satu tahun.
Dalam hal BHR Ojol 2026, Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan, menyatakan bahwa surat edaran akan dirilis bersamaan dengan kebijakan THR untuk pekerja formal.
Ketika THR Ojol 2026 berakhir?
Jika mengacu pada kebijakan tahun sebelumnya, BHR harus dicairkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya Idulfitri. Ini akan dilakukan sesuai dengan pola pembayaran THR bagi pekerja formal.
THR ojol 2026 diperkirakan cair sekitar awal Maret atau paling lambat H-7 sebelum hari raya jika Lebaran 2026 jatuh pada pertengahan Maret.
Namun, Surat Edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan masih menunggu tanggal resmi.
Persyaratan untuk THR Ojol 2026
Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi yang rinci tentang persyaratan penerima THR Ojol 2026.
Namun, jika merujuk pada pola sebelumnya, BHR diberikan berdasarkan indikator kinerja mitra.
Beberapa kriteria yang biasanya menjadi pertimbangan antara lain:
- Jumlah perjalanan atau order dalam periode tertentu
- Total jam online atau durasi aktif
- Tingkat penyelesaian pesanan
- Rating atau penilaian pelanggan
- Tidak melakukan pelanggaran terhadap aturan aplikasi
Artinya, THR tidak diberikan kepada semua driver otomatis. Bonus diberikan berdasarkan kinerja dan kepatuhan terhadap ketentuan platform.
Saat ini, pemerintah masih membuat aturan teknis dalam bentuk surat edaran yang dibuat oleh Kementerian Sekretariat Negara. Ini dilakukan agar ada dasar hukum yang jelas dan tidak ada perbedaan interpretasi.