Neuroplastisitas: Otak Bisa Berubah Sepanjang Hidup

MIMBARJUMAT.COM – Neuroplastisitas, atau brain plasticity, adalah kemampuan otak untuk berubah, beradaptasi, dan membentuk koneksi baru sepanjang hidup.

Artinya, otak tidak berhenti berkembang setelah masa kanak-kanak atau dewasa awal. Sebaliknya, otak terus menyesuaikan diri dengan pengalaman, pembelajaran, kebiasaan, dan lingkungan.

Apa Itu Neuroplastisitas?

Neuroplastisitas merupakan proses ketika neuron, yaitu sel saraf di otak, membentuk jalur koneksi baru atau memperkuat jalur yang sudah ada sebagai respons terhadap pengalaman.

Proses ini memungkinkan seseorang mempelajari keterampilan baru, memperbaiki kesalahan, mengingat informasi, hingga memulihkan fungsi tertentu setelah cedera.

Dengan kata lain, setiap pengalaman yang bermakna dapat meninggalkan jejak fisik dalam jaringan otak.

Bagaimana Otak Bisa Berubah?

Saat kita belajar sesuatu yang baru, misalnya memainkan alat musik, mempelajari bahasa asing, atau melatih kemampuan olahraga, otak akan membangun dan memperkuat koneksi antar-neuron di area yang relevan.

Semakin sering suatu keterampilan digunakan, semakin kuat dan efisien jalur saraf tersebut.

Contohnya, penggunaan bahasa secara rutin dapat memperkuat area yang berkaitan dengan kemampuan berbicara dan memori bahasa.

Latihan fisik yang konsisten membantu meningkatkan koordinasi antara otak dan otot. Sementara itu, kebiasaan mengulang dan mengingat informasi membantu memperkuat memori jangka panjang.

Neuroplastisitas Sepanjang Rentang Kehidupan

Dahulu, para ilmuwan mengira kemampuan otak untuk berubah hanya terjadi pada masa kanak-kanak.

Kini diketahui bahwa otak tetap plastis hingga dewasa dan bahkan saat menua, meskipun tingkat perubahannya bisa lebih lambat.

Artinya, seseorang tetap memiliki peluang untuk belajar keterampilan baru di usia dewasa, beradaptasi dengan pengalaman hidup yang berbeda, serta mengalami pemulihan sebagian setelah cedera otak apabila mendapatkan stimulasi dan terapi yang tepat.

Manfaat Neuroplastisitas

Neuroplastisitas berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam pendidikan, proses belajar memperkuat koneksi antar-neuron sehingga pemahaman menjadi lebih dalam.

Dalam pemulihan cedera otak, terapi dan latihan terarah membantu otak mengambil alih fungsi yang terganggu.

Sementara itu, dalam proses penuaan, aktivitas mental seperti membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis membantu menjaga kekuatan koneksi saraf agar tetap aktif dan sehat.

Neuroplastisitas menunjukkan bahwa otak bukan organ yang statis. Otak terus beradaptasi sepanjang hidup berdasarkan pengalaman, latihan, dan kebiasaan.

Fakta ini memberi harapan bahwa manusia selalu memiliki kesempatan untuk berkembang, mempelajari hal baru, serta memperbaiki kemampuan yang menurun selama otak terus dirangsang dengan aktivitas yang tepat dan konsisten.

Penulis: Hafiz Reyfansyah

Leave a Comment