MIMBARJUMAT.COM – Chlorpheniramine Maleate (CTM) adalah obat antihistamin generasi pertama yang digunakan untuk meredakan gejala alergi dan flu.
Obat ini telah lama dipakai dalam praktik medis dan masih tersedia luas hingga sekarang karena harganya terjangkau.
Selain ekonomis, CTM juga efektif untuk mengurangi gejala tertentu, terutama yang berkaitan dengan reaksi alergi.
Fungsi CTM
CTM digunakan untuk meredakan bersin akibat alergi, hidung berair, gatal pada hidung dan tenggorokan, biduran (urtikaria), serta mata berair akibat reaksi alergi.
Pada flu biasa, CTM berperan mengurangi gejala seperti pilek dan bersin, namun obat ini tidak menyembuhkan infeksi virus yang menjadi penyebab flu.
Cara Kerja CTM
Saat tubuh terpapar alergen, zat histamin dilepaskan dan memicu gejala alergi. CTM bekerja dengan memblokir reseptor histamin tipe H1 sehingga gejala seperti bersin, gatal, dan hidung berair dapat berkurang.
Karena termasuk antihistamin generasi pertama, CTM mampu menembus sistem saraf pusat dan sering menimbulkan efek sedatif berupa rasa mengantuk.
Apakah CTM Masih Efektif?
CTM masih efektif untuk meredakan gejala alergi dan pilek ringan. Namun, dibandingkan antihistamin generasi kedua seperti Cetirizine, CTM lebih sering menyebabkan kantuk.
Sebagian orang memilih mengonsumsinya pada malam hari untuk meminimalkan gangguan aktivitas sehari-hari.
Efek Samping yang Perlu Diketahui
Efek samping yang umum terjadi meliputi rasa mengantuk, mulut kering, pusing, serta penglihatan kabur ringan.
Karena dapat menurunkan kewaspadaan, pengguna sebaiknya berhati-hati saat mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi obat ini.
Kesimpulan
CTM merupakan obat alergi dan flu yang masih efektif serta banyak digunakan karena harganya yang ekonomis.
Meski demikian, efek mengantuk lebih sering muncul dibandingkan antihistamin generasi baru.
Penggunaan sebaiknya sesuai dosis yang dianjurkan dan disesuaikan dengan aktivitas agar tetap aman.
Penulis: Hafiz Reyfansyah