MIMBARJUMAT.COM – Situ Wanayasa merupakan danau alam seluas 7 Hektar dan berada
di ketinggian 600 mdpl menjadikan udara disekitar situ sejuk nan segar dengan berlatar belakang
panorama Gunung Burangrang.
Lokasi dari Situ Wanayasa sendiri terletak di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten
Purwakarta. Yang menjadi daya tarik utama dari Situ Wanayasa adalah keberadaan pulau kecil di
tengah danau, warga menyebutnya Pasir Mantri atau Penclut Pasir Mantri.
Nama Pasir Mantri atau Penclut Mantri ini merujuk pada keberadaan makam di pulau kecil
dimana pendiri Purwakarta yaitu Raden Ajeng Suriawinata dan para ulama besar termasuk Kyai
Ageung yang menyiarkan ajaran islam di daerah Wanayasa.
Sejarah Situ Wanayasa
- Asal-Usul Nama Wanayasa
Nama “Wanayasa” sendiri berasal dari Bahasa Sunda yaitu “wana” yang berarti hutan
dan “yasa” berarti membangun, jika disatukan bermakna “pembangunan di hutan”. Nama
ini mencerminkan sejarah awal daerah ini yang dulunya masih hutan lebat, hingga
akhirnya menjadi permukiman dan dan pusat pemerintahan lokal.
- Era Kolonial Belanda
Pada Era Kolonial Belanda, kawasan Wanayasa merupakan salah satu daerah penting
dalam tatar Priangan. Pada awalnya, Situ Wanaya ini hanya danau alami bisa yang
kemudiam mulai ditata dan dipandang penting oleh pemerintah kolonial, bahkan di
sekitar danau juga pernah berdiri rumah-rumah pejabat pemerintah Kolonial Belanda.
- Makam Raden Suriawinata
Di tengah Situ Wanaya ini terdapat sebuah pulau kecil yang disebut sebagai Pasir Mantri
atau Penclut Pasir Mantri yang menjadi makam Raden Suriawinata. Raden Suriawinata merupakan seorang tokoh penting dalam sejarah berdirinya Purwakarta dan pernah
menjabat sebagai penguasa daerah di wilayah Wanayasa.
Raden Suriawinata dikenal sebagai salah satu keturunan bangsawan dari Kerajaan
Sumedang Larang yang meninggal pada Tahun 1827 dan dimakamkan di Pasir Mantri
Wanayasa dan menjadikan makam ini sebagai situs ziarah yang banyak dikunjungi
masyarakat.
- Makam Kyai Ageung
Di Penclut Pasir Mantri ini juga terdapat puluhan makam leluhur dan ulama besar
Purwakarta. Tercatat ada sekitar 33 makam, yang salah satu nya adalah Kyai Ageung atau
Raden Tisna Direja bin Tirta Nagara.
Kyai Ageung dikenal sebagai pendiri Pesantren Saung Agung dan penyebar ajaran Islam
di Wanayasa sejak tahun 1586. Beliau berasal dari Banten dan memiliki sekitar 100
santri. Setelah wafat pada 1603 dan dimakamkan di Pasir Mantri yang kini menjadi lokasi
ziarah masyarakat.
- Pusat Aktivitas Masyarakat
Selain sebagai tempat wisata, Situ Wanayasa dulu juga berperan sebagai sumber air dan
pengairan bagi pertanian masyarakat sekitar. Danau ini sangat penting dalam sistem
irigasi lokal dan fungsinya tetap terjaga hingga saat ini.
- Tempat Wisata dan Pelestarian
Saat ini Situ Wanayasa telah dikembangkan menjadi objek wisata yang menawarkan
panorama alam, wisata perahu, kuliner lokal serta wisata sejarah dan religi. Pemerintah
dan masyarakat setempat berupaya untuk melestarikan keasrian dan nilai historinya.
Harga Tiket Masuk dan Fasilitas yang Tersedia
Biaya Parkir: Motor Rp 2.000 dan Mobil Rp 5.000 (Tidak ada HTM)
Jam Operasional: Buka Setiap Hari (24 Jam)
Fasilitas yang Tersedia:
- Kafe
- Mushola
- Toilet
- Area parkir
- Wahana Sepeda Air Bebek
- Spot-Spot foto
Itu lah tadi Situ Wanayasa, bukan sekedar tempat wisata biasa tetapi juga menyimpan sejarah dan
religi didalamnya. Apakah kamu tertarik untuk berkunjung kesini?