MIMBARJUMAT.COM – Cirebon merupakan sebuah kota yang terletak di pesisir utara Jawa Barat memiliki corak batiknya yang khas, dengan memadukan nuansa kerajaan, pesisir dan budaya asing yang harmonis.
Batik bukan hanya sekedar kain dengan motif yang indah, melainkan juga merupakan warisan budaya yang menyimpan nilai filosofis, cerita dan identitas dari suatu daerah.
Motif atau corak batik yang terkenal dari Cirebon adalah Mega Mendung. Akan tetapi, sebenarnya Cirebon memiliki banyak motif lain yang perlu dunia tahu karena didalamnya terdapat nilai-nilai filosofis yang menarik untuk dibahas.
Apa sajakah motif-motif batik itu?
Berikut ini adalah 6 batik Cirebon bernilai filosofis, selain Mega Mendung:
Paksi Naga Liman
Paksi Nagaliman merupakan motif batik yang memadukan antara burung (paksi), naga
dan harimau (liman). Motif batik ini mencerminkan kekuatan, keberanian dan kebijaksanaan. Motif batik ini juga biasanya digunakan untuk acara besar seperti upacara kebesaran dan
acara adat.
Filosofi dari batik ini adalah untuk memberikan pengajaran untuk selalu menggabungkan kekuatan fisik dengan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan berani menghadapi segala tantangan dengan bijaksana.
Taman Sunyaragi
Taman Sunyaragi, motif batik yang terinspirasi dari kompleks Taman Sari Gua Sunyaragi di Cirebon. Motif batik ini menggambarkan keindahan arsitektur taman dan gua yang artistik. Motif ini menampilkan pola-pola geometris dan ornamen khas yang ada di gua tersebut.
Filosofi dari batik taman sunyaragi ini adalah untuk selalu mencari ketenangan dan kedamaian di dalam hidup, juga pentingnya menjaga serta merawat warisan budaya yang tercermin dalam Taman Gua Sunyaragi.
Banjar Balong
Banjar Balong, motif yang menggambarkan flora dan fauna kehidupan di sekitar kolam atau sungai. Seringnya, motif Banjar balong menampilkan ikan-ikan, bunga teratai dan motif taman
air lainnya yang menciptakan kesan alami nan damai.
Filosofi dari motif Banjar balong ini adalah keselarasan dan keseimbangan antara manusia dengan alam. Yang dari sini, diajarkan untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan dan hidup harmonis dengan alam sekitar dan sesama makhluk hidup.
Sawat Pengantin
Sawat Pengantin, motif batik yang biasanya digunakan dalam upacara pernikahan. Motif ini menggambarkan kemurnian cinta dan keindahan antara Pengantin. Warna-warna yang digunakan dalam motif sawat pengantin diantaranya adalah putih, merah muda dan krem.
Filosofi dari motif sawat pengantin ini melambangkan cinta tulus dan kesetiaan antara pasangan. Mengajarkan nilai-nilai kesetiaan, komitmen dan pengabdian agar pernikahan harmonis dan langgeng.
Rajeg Wesi
Rajeg Wesi, motif batik yang menggambarkan garis-garis menyerupai pagar besi (rajeg wesi). Melambangkan perlindungan dan kekuatan. Warna dari motif rajeg wesi ini dibuktikan di dominasi dengan warna hitam, coklat dan merah tua.
Filosofi dari motif rajeg wesi ini mengajarkan untuk menjaga dan melindungi diri sendiri dan orang-orang tersayang dari mara bahaya.
Singa Barong
Singa Barong, motif ini menggambarkan seekor singa yang gagah nan berwibawa. Motif ini melambangkan kekuatan, keberanian dan kepemimpinan. Motif singa Barong ini sering digunakan oleh raja dan bangsawan pada zaman dahulu sebagai simbol dari kekuasaan dan kewibawaan.
Filosofi dari motif singa Barong adalah untuk menginspirasi pemakainya agar menjadi pemimpin yang berani dan kuat dalam menghadapi tantangan hidup. Dengan kata lain, motif ini sebagai pengingat agar berani dalam mengambil keputusan dan memimpin dengan teguh hati.
Warisan batik bukan hanya perlu diketahui, melainkan perlu dicintai, dipelajari dan dibudayakan
oleh kita semua. Agar nilai luhur dan keindahannya yang terdapat didalamnya dapat terus hidup
dari generasi ke generasi.