MIMBARJUMAT.COM – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia terus memilih Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Syarat pinjaman KUR BRI terbaru mengalami penyempurnaan besar pada tahun 2026 untuk lebih membantu pertumbuhan bisnis kecil dan menengah. Ini termasuk penghapusan batas frekuensi pengajuan dan bunga tetap 6% tanpa kenaikan berjenjang.
Dengan BRI sebagai penyalur utama, pemerintah menargetkan alokasi KUR nasional sebesar Rp320 triliun. Dalam artikel ini, kami akan memeriksa secara menyeluruh perubahan KUR BRI 2026, mulai dari dokumen KUR BRI 2026, bunga KUR BRI 2026, batas pinjaman KUR BRI, dan prosedur pengajuan. Kami akan melakukan ini dengan cara yang mendidik untuk pembaca umum dan profesional di bidang keuangan dan bisnis.
Analisis menunjukkan bahwa perubahan ini dimaksudkan untuk mendorong graduasi UMKM; akses modal murah tanpa batas membantu bisnis naik kelas tanpa dikenakan bunga progresif seperti sebelumnya.
Dengan subsidi pemerintah, manfaat KUR untuk UMKM semakin besar, dan risiko pinjaman KUR semakin rendah. Untuk menghindari penolakan pengajuan, perlu memahami persyaratan usaha KUR BRI.
Apa itu KUR BRI Terbaru dan Update 2026?
Kredit bersubsidi KUR BRI ditujukan untuk usaha produktif dengan fokus pada sektor produksi dengan target minimal 65% dari penyaluran. Kebijakan baru akan mencakup bunga tetap 6% untuk semua jenis dan pengajuan hingga 2026, tanpa batas repetisi—yang sebelumnya dibatasi hingga empat kali dengan kenaikan bunga 9%. Analisis edukatif: Ini mendukung stabilitas ekonomi kerakyatan karena mencegah UMKM beralih ke pinjaman komersial berbunga tinggi saat berkembang.
Pinjaman KUR BRI dapat dibagi menjadi tiga kategori utama: Super Mikro (hingga Rp10 juta), Mikro (hingga Rp10-100 juta tanpa agunan), dan Kecil (hingga Rp100-500 juta dengan agunan). Tenor pinjaman KUR BRI dapat mencapai hingga lima tahun.
Syarat Umum Pinjaman KUR BRI Terbaru 2026
Syarat umum yang berlaku meliputi:
- Warga Negara Indonesia (WNI): Dibuktikan dengan e-KTP valid.
- Usia dan Status: Minimal 21 tahun atau sudah menikah, untuk memastikan tanggung jawab finansial.
- Usaha Produktif: Berjalan minimal 6 bulan, fokus pada sektor produksi seperti pertanian, manufaktur, atau ekspor.
- Riwayat Kredit Bersih: Tidak sedang menerima kredit produktif lain (kecuali konsumtif seperti KPR), dicek via SLIK OJK.
- Tanpa Batas Pengajuan: Di 2026, bisa ajukan ulang berkali-kali selama cicilan lancar.
Analisis: Ketentuan ini menekan NPL di bawah 2%, sambil memberikan fleksibilitas bagi UMKM tumbuh.
Syarat Khusus Per Jenis KUR BRI 2026
KUR Super Mikro BRI
Plafon hingga Rp10 juta, bunga flat 6%, tenor hingga 3-5 tahun.
Syarat khusus:
- Usaha baru atau minimal 6 bulan.
- Dokumen minimal: KTP dan surat keterangan usaha dari desa (IUMK opsional).
Edukasi: Cocok untuk pemula, dengan cicilan ringan dan subsidi tinggi.
KUR Mikro BRI
Plafon Rp10-100 juta, bunga flat 6%, tanpa agunan tambahan.
Syarat:
- IUMK atau surat keterangan usaha.
- NPWP untuk plafon di atas Rp50 juta.
Analisis: Populer untuk ekspansi kecil, dengan simulasi cicilan KUR BRI mudah diakses online.
KUR Kecil BRI
Plafon Rp100-500 juta, bunga flat 6%, wajib agunan.
Syarat:
- NPWP aktif.
- Laporan keuangan sederhana.
- Agunan seperti sertifikat atau BPKB.
Profesional bisa analisis ROI: Dengan bunga rendah, payback period lebih cepat dibanding kredit komersial.
Dokumen Pengajuan KUR BRI 2026
Dokumen KUR BRI 2026 mencakup:
- KTP dan KK.
- Surat izin usaha (IUMK/NIB/SKU).
- NPWP (wajib >Rp50 juta).
- Foto usaha dan proposal sederhana.
- Buku tabungan BRI.
Edukasi: Siapkan versi digital untuk pengajuan online, percepat verifikasi.
Cara Pengajuan KUR BRI 2026
Pengajuan KUR BRI online melalui kur.bri.co.id atau offline di cabang:
- Akses situs kur.bri.co.id, registrasi dengan e-KTP.
- Unggah dokumen dan simulasi cicilan.
- Verifikasi via video call atau kunjungan lapangan.
- Dana cair 3-7 hari jika disetujui.
Analisis: Digitalisasi meningkatkan approval rate hingga 90% untuk dokumen lengkap.