MIMBARJUMAT.COM – Gangguan asam lambung dapat diatasi dengan beberapa jenis obat, di antaranya antasida dan ranitidine.
Keduanya sama-sama digunakan untuk meredakan keluhan lambung, tetapi memiliki cara kerja, kecepatan efek, dan status penggunaan yang berbeda.
Apa Itu Antasida?
Antasida adalah obat yang bekerja dengan menetralkan asam lambung secara langsung.
Kandungannya biasanya berupa kombinasi aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, atau kalsium karbonat.
Obat ini cocok digunakan untuk nyeri ulu hati ringan, rasa perih setelah makan, atau keluhan asam lambung yang muncul sesekali.
Antasida bekerja cepat, umumnya dalam hitungan menit, karena langsung bereaksi dengan asam yang sudah ada di lambung. Namun, efeknya relatif singkat.
Apa Itu Ranitidine?
Ranitidine adalah obat golongan H2 receptor blocker yang bekerja dengan cara mengurangi produksi asam lambung.
Berbeda dengan antasida yang menetralkan asam yang sudah terbentuk, ranitidine menekan pembentukan asam sejak awal.
Obat ini dahulu sering digunakan untuk tukak lambung, GERD atau penyakit asam lambung kronis, serta radang lambung.
Beberapa tahun terakhir, ranitidine ditarik dari banyak negara setelah badan pengawas obat seperti U.S. Food and Drug Administration menemukan potensi kandungan zat pengotor NDMA yang berisiko jika dikonsumsi jangka panjang.
Karena itu, penggunaannya kini sangat dibatasi dan umumnya digantikan oleh obat lain sesuai anjuran medis.
Perbedaan Utama
Perbedaan utama keduanya terletak pada cara kerja dan durasi efeknya.
Antasida menetralkan asam lambung dengan efek cepat tetapi singkat, dan hingga kini masih digunakan untuk keluhan ringan.
Ranitidine bekerja lebih lambat karena menekan produksi asam. Efeknya lebih lama, tetapi penggunaannya di banyak negara telah dihentikan karena pertimbangan keamanan.
Penutup
Antasida lebih cocok untuk keluhan ringan dan sesekali karena memberikan pereda cepat.
Ranitidine sebelumnya digunakan untuk gangguan lambung yang lebih kronis, namun saat ini sudah banyak dihentikan penggunaannya akibat masalah keamanan.
Jika keluhan lambung sering kambuh atau terasa berat, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis agar mendapatkan terapi yang tepat dan aman.
Penulis: Hafiz Reyfansyah