MIMBARJUMAT.COM – Neptunus, planet kedelapan dari Matahari, terkenal sebagai dunia biru yang misterius dan ekstrem. Jaraknya yang jauh membuatnya baru ditemukan pada 1846 melalui perhitungan matematis sebelum terlihat langsung oleh teleskop. Sebagai raksasa es, Neptunus memiliki inti dari air, amonia, dan metana, serta atmosfer yang didominasi hidrogen dan helium.
Warna Biru yang Mendalam
Neptunus tampak lebih biru daripada Uranus karena gas metana di atmosfernya menyerap cahaya merah dan memantulkan cahaya biru. Penelitian menunjukkan ada faktor tambahan dalam struktur atmosfernya yang membuat warnanya begitu pekat, meski mekanisme pastinya masih menjadi misteri.
Angin Supercepat dan Badai Raksasa
Planet ini terkenal dengan angin yang bisa melebihi 2.000 kilometer per jam, tercepat di Tata Surya. Neptunus juga pernah mengalami badai besar bernama Great Dark Spot, mirip dengan Great Red Spot di Jupiter, tetapi badainya cenderung muncul dan menghilang dalam waktu relatif singkat.
Hari dan Tahun di Neptunus
Satu hari di Neptunus berlangsung sekitar 16 jam, sementara satu tahun membutuhkan sekitar 165 tahun Bumi untuk menyelesaikan orbitnya. Artinya, sejak penemuannya, Neptunus baru menempuh sedikit lebih dari satu putaran penuh mengelilingi Matahari.
Satelit dan Cincin Tipis
Neptunus memiliki beberapa satelit alami, dengan Triton sebagai yang terbesar. Keunikan Triton adalah mengorbit berlawanan arah rotasi planet, menandakan kemungkinan pernah tertangkap gravitasi Neptunus. Planet ini juga memiliki cincin tipis, jauh lebih redup dibanding Saturnus.
Neptunus membuktikan bahwa bagian terluar Tata Surya tidak hanya dingin dan sepi. Dinamika angin ekstrem, badai raksasa, satelit unik, dan cincin tipisnya membuat planet biru ini penuh misteri yang terus menantang para ilmuwan.
Penulis: Hafiz Reyfansyah