MIMBARJUMAT.COM ‐ Malam yang sulit bagi sang pemuncak klasemen, Real Madrid, terjadi di Estadio El Sadar pada Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. Dalam lanjutan pekan ke-25 La Liga, skuad asuhan Alvaro Arbeloa harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk dengan skor 1-2 dari tuan rumah Osasuna.
Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Real Madrid yang tampil tanpa beberapa pilar karena badai cedera tampak kesulitan menembus pertahanan disiplin yang digalang Osasuna.
Dukungan penuh publik Pamplona benar-benar memberikan energi tambahan bagi tim tuan rumah untuk menekan lini tengah Los Blancos sepanjang babak pertama.
Penalti Kontroversial dan Gol Balasan Vinicius Junior
Kebuntuan pecah pada menit ke-38 ketika wasit menunjuk titik putih untuk Osasuna. Penalti diberikan setelah Thibaut Courtois dianggap melanggar Ante Budimir di dalam kotak terlarang melalui tinjauan VAR yang cukup panjang.
Budimir yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh Courtois dan membawa tuan rumah unggul 1-0 hingga turun minum. Gol ini sempat memicu protes dari para pemain Real Madrid yang menganggap kontak tersebut sangat minim.
Memasuki babak kedua, Real Madrid meningkatkan intensitas serangan dan mencoba mengurung pertahanan lawan. Masuknya Trent Alexander-Arnold memberikan dimensi baru dalam skema serangan balik mereka.
Hasilnya, pada menit ke-73, Vinicius Junior berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan umpan tarik matang dari Federico Valverde. Gol tersebut membangkitkan harapan bagi pendukung Los Merengues untuk membalikkan keadaan.
Raul Garcia Segel Kemenangan Osasuna di Menit Akhir
Bencana bagi lini belakang Real Madrid terjadi tepat di penghujung laga. Pada menit ke-90, kesalahan koordinasi antara Dani Ceballos dan bek muda Raul Asencio berhasil dimanfaatkan oleh Raul Garcia.
Striker veteran itu melepaskan tembakan keras yang meluncur ke pojok gawang tanpa mampu dihalau Courtois. Skor 2-1 untuk Osasuna bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini membuat posisi Real Madrid di puncak klasemen La Liga menjadi rawan. Mereka kini hanya terpaut dua poin dari Barcelona yang baru akan bertanding melawan Levante esok hari.
Jika sang rival berhasil meraih kemenangan, maka takhta klasemen akan berpindah tangan. Arbeloa dituntut segera melakukan evaluasi, terutama di sektor pertahanan yang tampak rapuh saat menghadapi transisi cepat lawan.
Fokus Real Madrid Terbelah ke Liga Champions?
Banyak pihak menilai fokus para pemain Real Madrid mulai terbelah karena harus mempersiapkan laga leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica tengah pekan depan.
Meski memiliki keunggulan tipis dari leg pertama, performa di El Sadar menunjukkan bahwa kedalaman skuad sedang diuji. Kehilangan pemain kunci seperti Rodrygo dan Jude Bellingham karena cedera hamstring sangat berdampak pada daya dobrak tim.
Menutup pertandingan ini, kapten tim menegaskan bahwa Real Madrid tidak boleh terlalu lama meratapi kegagalan. Kompetisi masih panjang dan setiap tim besar pasti mengalami periode sulit.
Tantangan berikutnya bagi Madrid adalah membuktikan mentalitas juara dengan segera bangkit di laga krusial mendatang, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Penulis: Ikhsan Tiaz Setiawan