MIMBARJUMAT.COM – Jupiter adalah planet terbesar di Tata Surya. Diameternya sekitar 143.000 kilometer, lebih dari 11 kali diameter Bumi, dan massanya bahkan lebih dari dua kali gabungan seluruh planet lain. Berdasarkan data dari NASA, Jupiter tersusun terutama dari hidrogen dan helium, komposisi yang mirip dengan Matahari.
Karena itu, Jupiter dikategorikan sebagai raksasa gas dan tidak memiliki permukaan padat seperti Bumi, melainkan lapisan gas tebal dengan tekanan dan suhu yang meningkat drastis ke bagian dalam.
Bintik Merah Besar
Salah satu ciri paling terkenal dari Jupiter adalah Great Red Spot atau Bintik Merah Besar, yaitu badai raksasa yang telah diamati sejak abad ke-17. Badai ini berukuran lebih besar dari Bumi dan terus berputar selama ratusan tahun.
Angin di atmosfer Jupiter dapat mencapai kecepatan lebih dari 600 kilometer per jam, menjadikannya salah satu sistem cuaca paling ekstrem di Tata Surya. Fenomena ini menunjukkan betapa dinamis dan kuatnya atmosfer planet raksasa tersebut.
Hari yang Singkat, Tahun yang Panjang
Jupiter berotasi sangat cepat sehingga satu hari di planet ini hanya berlangsung sekitar 10 jam. Namun, karena jaraknya yang jauh dari Matahari, Jupiter membutuhkan sekitar 12 tahun Bumi untuk menyelesaikan satu kali revolusi mengelilingi Matahari.
Rotasi yang sangat cepat ini menyebabkan bentuk Jupiter sedikit pepat di kutub dan menggembung di bagian tengah, suatu efek yang dikenal sebagai perataan akibat rotasi.
Banyak Satelit Alami
Jupiter memiliki puluhan satelit alami, dengan empat yang terbesar dikenal sebagai satelit Galilea, yaitu Io, Europa, Ganymede, dan Callisto. Keempatnya pertama kali diamati oleh Galileo Galilei pada tahun 1610.
Ganymede bahkan merupakan satelit terbesar di Tata Surya, ukurannya lebih besar dari planet Merkurius. Beberapa satelit Jupiter, terutama Europa, menarik perhatian ilmuwan karena diduga memiliki lautan air asin di bawah lapisan esnya, sehingga menjadi salah satu kandidat lokasi pencarian kehidupan di luar Bumi.
Peran sebagai “Pelindung”
Gravitasi Jupiter yang sangat besar memainkan peran penting dalam dinamika Tata Surya. Planet ini mampu menarik atau membelokkan banyak asteroid dan komet yang bergerak menuju bagian dalam Tata Surya.
Karena pengaruh gravitasinya tersebut, Jupiter sering disebut sebagai “perisai kosmik” yang membantu mengurangi potensi tumbukan besar ke Bumi dan planet-planet lainnya.
Jupiter bukan hanya planet terbesar, tetapi juga salah satu yang paling berpengaruh dalam menjaga keseimbangan Tata Surya. Ukurannya yang masif, badai raksasa yang tak kunjung berhenti.
Selain itu, peran Jupiter dalam membelokkan benda-benda langit menjadikannya objek yang sangat penting dalam studi astronomi modern.
Penulis: Hafiz Reyfansyah