MIMBARJUMAT.COM – Kabar gembira datang bagi para kolektor dan investor logam mulia. Harga perak batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan performa impresif pada Jumat (20/2/2026). Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, harga perak Antam hari ini melesat Rp750, menembus level Rp49.150 per gram.
Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang sudah terbangun sejak kemarin. Pada Kamis (19/2/2026), harga perak Antam bahkan melejit lebih tinggi, yakni Rp800 ke posisi Rp48.400 per gram. Dua hari beruntun penguatan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya harga sempat mengalami fluktuasi.
Sebagai catatan, pada Rabu (18/2/2026) harga perak Antam sempat turun tajam Rp2.000 ke level Rp46.000 per gram. Namun, hari itu juga harga berhasil bangkit dan menguat Rp1.600 ke kisaran Rp47.600 per gram . Artinya, dalam tiga hari terakhir, perak Antam sudah mengakumulasi kenaikan lebih dari Rp3.000 per gram.
Rincian Harga Perak Antam Berbagai Pecahan
Bagi Anda yang tertarik berinvestasi, berikut adalah rincian harga perak Antam untuk berbagai ukuran dan seri pada Jumat, 20 Februari 2026:
Perak Murni Biasa
- Perak 250 gram: Harga dasar Rp12.687.500, setelah PPN 11% menjadi Rp14.083.125
- Perak 500 gram: Harga dasar Rp24.575.000, setelah PPN 11% menjadi Rp27.278.250
Perak Seri Heritage
- Perak Heritage 31,1 gram: Rp2.076.370, dengan PPN 11% menjadi Rp2.304.771
- Perak Heritage 186,6 gram: Rp11.336.686, dengan PPN 11% menjadi Rp12.583.721
Seri Heritage sendiri merupakan produk perak Antam dengan desain khusus dan sertifikat, yang kerap diburu kolektor karena nilai estetika dan kelangkaannya.
Harga Perak Dunia Ikut Menguat
Kenaikan harga perak domestik sejalan dengan penguatan harga perak di pasar global. Dipantau dari laman Kitco, Jumat (20/2/2026) harga perak dunia terpantau menguat ke level US$77,94 per troy ons . Bahkan, harga perak kontrak Maret juga naik US$0,422 ke kisaran US$78,01.
Korelasi antara harga komoditas global dan domestik memang cukup kuat. Ketika harga acuan dunia naik, Antam biasanya menyesuaikan harga jualnya di dalam negeri. Apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi global, logam mulia seperti perak dan emas masih menjadi primadona sebagai aset safe haven.