MIMBARJUMAT.COM – Umat Muslim Indonesia sering berdebat panjang tentang kapan Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha dimulai.
Namun, mulai tahun 1447 Hijriah atau 2026, Muhammadiyah secara resmi menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Tujuannya adalah untuk memastikan waktu ibadah dan untuk menyatukan kalender Islam di seluruh dunia.
Apa sebenarnya Kalender Hijriah Global Tunggal dan alasan Muhammadiyah memilihnya daripada metode Wujudul Hilal sebelumnya?
Apa yang dimaksud dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)?
Sistem penanggalan Islam yang didasarkan pada satu hari satu tanggal di seluruh dunia dikenal sebagai Kalender Hijriah Global Tunggal.
Konsep utamanya adalah Kesatuan Matlak, yang berarti bahwa bumi adalah satu kesatuan hukum.
Artinya, jika syarat masuknya bulan baru telah dipenuhi di belahan bumi mana pun (misalnya di Amerika atau Afrika), maka seluruh umat Muslim di seluruh dunia dianggap sudah memasuki tanggal 1 di bulan yang sama.
Untuk alasan apa Muhammadiyah beralih ke topik KHGT?
Muhammadiyah memilih untuk memprioritaskan KHGT. Didasarkan pada keputusan Muktamar, organisasi ini berpendapat bahwa umat Islam membutuhkan sistem penanggalan yang memiliki kepastian (certainty) dan berlaku di seluruh dunia.
Berikut adalah beberapa alasan utamanya:
- Kepastian Waktu: KHGT memungkinkan jadwal puasa dan lebaran diprediksi hingga puluhan tahun ke depan dengan akurasi tinggi.
- Keadilan Global: Menghapus kebingungan bagi umat Muslim yang tinggal di wilayah yang sulit mengamati hilal secara visual.
- Penyatuan Umat: Menjadi langkah konkret menuju kalender Islam internasional yang terpadu, mirip dengan fungsi Kalender Masehi dalam urusan sipil.
Kriteria Teknis KHGT
Berbeda dengan kriteria MABIMS yang digunakan pemerintah Indonesia, KHGT menetapkan syarat yang lebih ketat secara astronomis namun berlaku global:
- Tinggi Hilal: Minimal 5 derajat saat matahari terbenam.
- Elongasi: Minimal 8 derajat.
- Lokasi: Syarat tersebut terpenuhi di bagian bumi mana pun sebelum pukul 00.00 UTC (Waktu Universal).
Pengaruh Ramadan 2026
Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan satu hari lebih awal daripada pemerintah pada tahun 2026 karena KHGT.
Setelah hilal memenuhi kriteria di wilayah benua Amerika pada tanggal 17 Februari, secara global, tanggal 18 Februari dianggap sebagai awal Ramadan menurut prinsip KHGT.
Kriteria MABIMS, sementara itu, masih digunakan oleh pemerintah Indonesia. Kriteria tersebut menuntut hilal harus terlihat secara lokal di seluruh Indonesia dengan standar tinggi 3 derajat.
Kalender Hijriah Global Tunggal yang didirikan Muhammadiyah adalah upaya inovatif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Meskipun kriteria pemerintah masih berbeda saat ini, KHGT menawarkan visi jangka panjang tentang kesatuan waktu ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia.