MIMBARJUMAT.COM – Sebagai bagian dari persiapan spiritual dan sosial umat Islam untuk menyambut bulan Ramadhan, megengan dan filosofi menyambutnya saling berhubungan. Sebagai persiapan yang sempurna untuk menyambut hari pertama Ramadhan, megengan dilakukan.
Tradisi Megengan adalah cara untuk menunjukkan rasa terima kasih dan mempersiapkan diri secara spiritual menjelang bulan Ramadhan dengan mengadakan doa bersama, pembacaan wirid, dan doa khusus yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
Dalam artikelnya yang berjudul “Makna Simbolik dalam Budaya Megengan sebagai Tradisi Penyambutan Bulan Ramadhan”, Fauzi Himma Shufya menjelaskan bahwa tradisi Megengan dilakukan sebelum memulai puasa wajib pada bulan Ramadhan, pada hari terakhir bulan Sya’ban dan malam pertama bulan Ramadhan.
“Tradisi megengan merupakan kebudayaan yang turun temurun dari masa nenek moyang sampai sekarang,” tulis Fauzi Himma, dikutip dari journal.undiknas.ac.id.
Pengertian Megengan
Menurut situs web Pemerintah Kabupaten Tuban, Walisongo memperkenalkan megengan, yang merupakan hasil dari akulturasi budaya Islam dan Jawa. Tradisi ini dapat mempertahankan unsur-unsur budaya yang sudah ada dan membuat ajaran Islam lebih mudah diterima oleh masyarakat lokal.
Salah satu contohnya adalah kue apem dalam megengan; itu adalah hidangan pelengkap yang memiliki filosofi tersendiri.
Bahasa Arab “afwan”, yang berarti maaf atau ampunan, adalah asal dari nama kue apem. Sebutan ini berkembang menjadi apem setelah digunakan oleh orang Jawa. Hidangan ini dibuat sebagai tanda meminta maaf kepada sesama dan meminta ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah dilakukan.
Doa Megengan, Menyambut Ramadhan
Terdapat berbagai doa menyambut Ramadhan yang diajarkan Nabi SAW. Berikut ini adalah dua di antaranya,
- Doa Megengan
Doa menyambut Ramadhan pertama adalah doa Rasulullah SAW yang diriwayatkan ‘Ubadah bin al-Shamith. Doa ini dicantumkan oleh Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani dalam Kitâb al-Du’â’
Berikut ini bacaanya.
أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Latin: Allahumma salimnî min ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan.
Artinya: Ya Allah, sampaikan aku [dengan selamat menuju bulan] Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah [amal-amal]ku [di bulan] Ramadhan.
- Doa Megengan Kedua
Imam Thabrani juga memasukkan doa yang sama dengan periwayat dan redaksi sedikit berbeda. Diriwayatkan oleh Imam Makhul al-Syami (w. 112 H) bahwa ia membaca doa ini saat memasuki bulan Ramadhan:
أللهمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Latin: Allahumma salimnî li ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan”.
Artinya: Ya Allah, sampaikan aku [dengan selamat] kepada [bulan] Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku (juga) dan terimalah [amal-amal]ku [di bulan] Ramadhan).