MIMBARJUMAT.COM – Ternyata terdapat beberapa faktor yang menjadi alasan utama mengapa emas bernilai tinggi hingga sekarang.
Usut punga usut, ditengah maraknya uang digital seperti aset kripto serta transaksi digital, emas tetap menjadi incaran banyak orang.
Fenomena ini menungkapkan jika nilai emas ngga semata hanya soal sejarah maupun kepercayaan umat manusia.
Menariknya, selama ribuan tahun menunjukan jika emas menjadi sebuah simbol kekayaan serta dapat dijadikan alat tukar.
Itulah mengapa alasan emas tak tertandingi oleh asat digital di zaman yang serba modern ini.
Untuk lebih lengkapnya, mari kita bahas lebih lanjut alasan emas masih tak tertandingi, yakni diantaranya ialah:
1. Emas menjadi simbol kekayaan sejak peradaban kuno
Melansir laman Investopedia, sejak zaman Mesir Kuno, emas digunakan sebagai perhiasan raja dan harta dalam makam para firaun.
Bangsa Romawi, Inca, hingga Dinasti Han di Tiongkok juga memanfaatkan emas sebagai alat tukar serta simbol kekuasaan.
Penggunaan emasi dalam hal ini identik dengan kemakmuran dan status sosial. Pandangan tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Nah perlu diketahui bahwa fungsi emas sebagai penyimpan nilai membuat kepercayaan terhadap logam ini semakin kuat. Manusia terbiasa mengaitkan emas dengan kestabilan dan prestise. Kebiasaan ini membentuk persepsi global bahwa emas adalah benda berharga. Meski dunia telah memasuki era digital, makna simbolik emas masih bertahan hingga sekarang.
2. Sifat fisik emas membuat tahan lama sebagai penyimpan nilai
Emas mempunyai nilai karakteristik unik karena tidak mudah berkarat atau rusak.Logam ini juga tak mudah dilelehkan dan dibentuk tanpa mengurangi kualitasnya.
Sifat yang melekat tersebut membuat emas praktis dijadikan koin, batangan, maupun perhiasan sejak zaman kuno. Hingga kini, keunggulan fisik ini tetap relevan untuk investasi jangka panjang.
3. Jumlah emas terbatas sehingga tidak bisa diproduksi sembarangan
Emas tidak hanya diciptakan seperti uang kertas atau aset digital. Cadangannya berasal dari alam dan jumlahnya terbatas.
Emas ini harus cukup langka agar bernilai, tapi juga cukup tersedia untuk digunakan sebagai alat tukar. Keseimbangan antara kelangkaan serta ketersediaan inilah yang membuat emas tetap relevan dalam sistem ekonomi.
Mengutip data dari World Gold Council menunjukkan bahwa emas di atas permukaan bumi jumlahnya ratusan ribu ton dan hanya bertambah perlahan setiap tahun.
Proses penambangan yang sulit membuat pasokannya gak bisa meningkat drastis sehingga dalam kondisi ini memberi kesan stabil bagi banyak orang yang menyimpan emas.
Kelangkaan inilah yang membedakan emas dari mata uang modern yang bisa dicetak atau dibuat secara digital.(*)
Penulis: Mishbahul Anam