MIMBARJUMAT.COM – Sejarah Imlek dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa memiliki catatan panjang.
Catatan sejarah Imlek dalam kebudayaan Tionghoa ini tersimpan rapih hingga membentang lebih dari 3.500 tahun lamanya.
Nah perlu diketahui bahwa sejarah Imlek ini dalam perayaanya dikenal sebagai Festival Musim Semi (Chunjie), yang merupakan perayaan paling penting dalam kebudayaan Tionghoa.
Perjalanan panjang dari sejarah Imlek ini juga merupakan cerminan evolusi dari peradaban Tiongkok.
Cermin evolusi peradaban masyarakat Tionghoa sendiri mulai dari kepercayaan mitologi kuno hingga menjadi fenomena sosial-ekonomi global yang kita saksikan saat ini.
Sementara itu, asal usul sejarah Imlek juga tak bisa dilepaskan dari legenda Monster Nian.
Kepercayaan kuno menyebut bahwa Nian merupakan makhluk buas yang muncul setiap akhir tahun guna memangsa ternak dan manusia.
Penduduk desa hidup dalam ketakutan hingga mereka menemukan rahasia untuk mengusir makhluk tersebut.
Usut punya usut, Nian ternyata sangat takut pada warna merah, cahaya terang, dan suara ledakan yang keras.
Oleh sebab itu, hingga hari ini, dekorasi berwarna merah, lentera, dan petasan menjadi elemen wajib dalam perayaan Imlek.
Tradisi imlek pada awalnya tak hanya sekadar pesta, melainkan bentuk pertahanan diri kolektif untuk mengusir kesialan serta ancaman monster tersebut.
Setiap elemen dalam perayaan Imlek membawa filosofi keberuntungan dan pemulihan. Warna merah melambangkan energi, kebahagiaan, dan keberuntungan.
Sedangkan untuk tradisi makan malam reuni (Chunyun) dianggap sebagai momen sakral untuk mempererat tali persaudaraan.
Ternya pemberian angpao sendiri memiliki sejarah panjang. Dimana dulu, orangtua memberikan koin yang diikat dengan benang merah untuk melindungi anak-anak dari roh jahat bernama Sui.
Untuk diketahui sebagai informasi bawha pengaruh budaya Imlek kini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda, menjadikannya perayaan yang dihormati secara internasional.(*)
Penulis: Mishbahul Anam