MIMBARJUMAT.COM – Sangat penting untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh kaum muslimah, terutama mereka yang sedang hamil, dengan membaca Surat Maryam ayat 1–16. Bacaan surat Al-Qur’an selama kehamilan memiliki banyak keuntungan, karena itu.
Salah satu keutamaan Surat Maryam adalah karena menjelaskan waktu kelahiran seorang anak yang dikandung ibunya ketika usia kehamilannya sudah waktunya melahirkan. tepatnya saat Al-Qur’an menceritakan tentang kehamilan dan kelahiran Nabi Isa alaihissalam.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَحَمَلَـتْهُ فَا نْتَبَذَتْ بِهٖ مَكَا نًا قَصِيًّا
“Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” (QS. Maryam : 22)
Dilanjutkan ayat berikutnya:
فَاَ جَآءَهَا الْمَخَا ضُ اِلٰى جِذْعِ النَّخْلَةِ ۚ قَا لَتْ يٰلَيْتَنِيْ مِتُّ قَبْلَ هٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَّنْسِيًّا
“Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.”” (QS. Maryam : 23)
Surat ke-19 dalam Al-Quran, Surat Maryamsendiri, terdiri dari 98 ayat dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Disebut sebagai “Surat Maryam” karena menceritakan kisah Maryam, ibu nabi Isa, yang dapat melahirkan putra tanpa pernah melakukan hubungan seksual dengan seorang pria. Perjuangan Maryam selama kehamilannya sendiri, cacian masyarakat sekitarnya setelah kelahiran putranya, dan keteguhan imanannya adalah pelajaran yang sangat berharga.
Menurut buku Panduan Hamil Sehat & Syar’i oleh Ustadzah Sa’idatul Nafisah, disarankan agar seorang wanita membaca Al-Qur’an, khususnya surat Maryam dan surat Yusuf, selama kehamilan karena dianggap dapat membantu persalinan dan menghasilkan anak yang shalihah, sabar, dan taat seperti Siti Maryam.
Namun, fadhilah surat Maryam untuk ibu hamil meliputi:
1. Menciptakan suasana hati yang tenang. Dengan memahami kisah Maryam yang harus menghadapi kehamilannya sendiri dengan izin Allah, Anda dapat menjadi lebih percaya diri saat menghadapi kesulitan kehamilan. Rasa percaya diri ini akan membantu Anda tetap tenang selama masa kehamilan.
2. Memberikan kemudahan selama persalinan Dalam surat Maryam, diceritakan bahwa Maryam sempat putus asa karena rasa sakit yang dia alami selama persalinan sebelum dia mendapatkan pertolongan Allah. Membaca surat Maryam untuk ibu hamil tidak hanya membuatnya tenang, tetapi juga membuat doa-doanya dikabulkan dengan lebih mudah.
3. Anak yang dilahirkan menjadi anak yang berbakti. Sebuah doa disebutkan dalam Surat Maryam ayat 14 untuk ibu yang hamil agar anaknya nanti menjadi anak yang berbakti kepada orangtuanya.
Bacaan Durat Maryam ayat 1-16:
1. كۤهٰيٰعۤصۤ ۚ
Bacaan latinnya: Kaf Ha Ya ‘Ain Shad
Artinya: “Kāf Hā Yā ‘Ain Ṣād.”
2. ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّا ۚ
Bacaan latinnya: Zikru raḥmati rabbika ‘abdahụ zakariyyā
Artinya: “Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,”
3. اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا
Bacaan latinnya: Iż nādā rabbahụ nida`an khafiyyā
Artinya: “(Yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.”
4. قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا
Bacaan latinnya: Qaala rabbi innii wahanal-‘azmu minnī wasyta’alar-ra`su syaibaw wa lam akum bidu’a`ika rabbi syaqiyyaa
Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, ‘Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku’.”
5. وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ
Bacaan latinnya: Wa innii khiftul-mawaaliya miw waraa`ii wa kaanatimra`atii ‘aqiran fa hab lii mil ladungka waliyyaa
Artinya: “Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu”
6. يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا
Bacaan latinnya: Yariṡunii wa yariṡu min aali ya’qụba waj’al-hu rabbi raḍiyyaa
Artinya: “Yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.”
7. يٰزَكَرِيَّآ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمِ ِۨاسْمُهٗ يَحْيٰىۙ لَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا
Bacaan latinnya: Yaa zakariyya innaa nubasysyiruka bigulaaminismuhụ yaḥyaa lam naj’al lahụ ming qablu samiyyaa
Artinya: “(Allah berfirman), ‘Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.’
8. قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا
Bacaan latinnya: Qaala rabbi annaa yakụnu lii gulāmuw wa kānatimra`atī ‘āqiraw wa qad balagtu minal-kibari ‘itiyyaa
Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, ‘Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?’
9. قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا
Bacaan latinnya: Qaala każālik, qaala rabbuka huwa ‘alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai`aa
Artinya: “(Allah) berfirman, ‘Demikianlah.’ Tuhanmu berfirman, ‘Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali’.”
10. قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةً ۗقَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا
Bacaan latinnya: Qaala rabbij’al lī aayah, qāla aayatuka allaa tukalliman-nāsa ṡalāṡa layālin sawiyyaa
Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, ‘Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.’ (Allah) berfirman, ‘Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.’
11. فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا
Bacaan latinnya: Fa kharaja ‘alā qaumihī minal-miḥrābi fa auḥaa ilaihim an sabbiḥụ bukrataw wa ‘asyiyyā
Artinya: “Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.”
12. يٰيَحْيٰى خُذِ الْكِتٰبَ بِقُوَّةٍ ۗوَاٰتَيْنٰهُ الْحُكْمَ صَبِيًّاۙ
Bacaan latinnya: Yã yahya khuzil-kitäba biquwwah(tin), wa ātainähul-hukma sabiyyā(n).
Artinya: “(Allah berfirman,) ‘Wahai Yahya, ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.’ Kami menganugerahkan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak.”
13. وَّحَنَانًا مِّنْ لَّدُنَّا وَزَكٰوةً ۗوَكَانَ تَقِيًّا ۙ
Bacaan latinnya: Wa hanănam mil ladunnã wa zakäh(tan), wa kãna taqiyyā(n).
Artinya: “(Kami anugerahkan juga kepadanya) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dia pun adalah seorang yang bertakwa.”
14. وَّبَرًّاۢ بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا
Bacaan latinnya: Wa barram biwälidaihi wa lam yakun jabbäran ‘asiyyā(n).
Artinya: “(Dia) orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan dia bukan orang yang sombong lagi durhaka. ”
15. وَسَلٰمٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوْتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا ࣖ
Bacaan latinnya: Wa salāmun ‘alaihi yauma wulida wa yauma yamütu wa yauma yub’asu hayyã(n).
Artinya: “Kesejahteraan baginya (Yahya) pada hari dia dilahirkan, hari dia wafat, dan hari dia dibangkitkan hidup kembali.”
16. وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ مَرْيَمَۘ اِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ اَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا ۙ
Bacaan latinnya: Wazkur fil-kitäbi maryam(a), izintabazat min ahlihã makãnan syarqiyyà(n).
Artinya: “Ceritakanlah (Nabi Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur’an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis).”