MIMBARJUMAT.COM — Bagi banyak orang, Merkurius hanya sekadar planet kecil yang mengorbit dekat Matahari. Tapi di balik ukurannya yang mungil, planet ini menyimpan fakta-fakta menakjubkan tentang kecepatan, suhu, dan permukaannya yang ekstrem.
Merkurius adalah planet pertama di Tata Surya dan memiliki diameter sekitar 4.880 kilometer, menjadikannya planet terkecil dari delapan planet utama. Meski kecil, planet ini bergerak sangat cepat. Satu revolusinya mengelilingi Matahari hanya membutuhkan 88 hari Bumi. Dengan kata lain, satu tahun di Merkurius lebih singkat daripada satu hari di planet ini.
Hari yang Lebih Panjang dari Setahun
Rotasi Merkurius sangat lambat. Satu hari di planet ini, dari satu matahari terbit ke matahari terbit berikutnya, berlangsung sekitar 176 hari Bumi. Fenomena ini membuat satu hari di Merkurius lebih lama daripada satu tahunnya sendiri, sebuah hal unik yang tidak dimiliki planet lain di Tata Surya.
Merkurius tidak memiliki atmosfer tebal untuk menahan panas. Saat siang, suhu permukaannya bisa mencapai 430°C. Namun di malam hari, suhunya bisa merosot hingga -180°C. Perbedaan suhu yang ekstrem ini menjadikan Merkurius salah satu lingkungan paling keras bagi planet berbatu.
Kawah Hasil Tabrakan
Permukaannya dipenuhi kawah hasil tabrakan asteroid dan komet selama miliaran tahun. Penampilannya mirip dengan Bulan. Salah satu kawah terbesar adalah Cekungan Caloris, terbentuk akibat tumbukan dahsyat pada masa awal Tata Surya. Kawah-kawah ini menjadi catatan sejarah panjang dari benturan kosmik.
Meski tidak bisa dihuni karena kondisi ekstrem dan radiasi Matahari yang tinggi, Merkurius tetap menjadi objek studi penting bagi ilmuwan. Planet ini membantu manusia memahami asal-usul dan evolusi planet berbatu, sekaligus memberi perspektif unik tentang keberagaman lingkungan di Tata Surya.
Penulis: Hafiz Reyfansyah