Kenapa Bajak Laut Selalu Menjadi Idola? Ini Alasannya

MIMBARJUMAT.COM — Bajak laut selalu menarik perhatian, baik di layar kaca maupun di hati penggemar. Lambang bendera tengkorak, topi tiga sudut, hingga karakter-karakter seperti Jack Sparrow dan Monkey D. Luffy membuat sosok ini tetap hidup dalam budaya populer. Fenomena ini tidak hanya memikat anak muda, tetapi juga orang tua yang mewariskan kecintaannya melalui film, mainan, poster, dan buku cerita.

Namun, di balik pesona itu, bajak laut sesungguhnya adalah perompak dan pengacau. Mereka melanggar hukum, mencuri, dan mengganggu jalur perdagangan. Secara moral, tindakan ini jelas bermasalah. Lalu mengapa karakter bajak laut justru sering dipuji dan dijadikan idola?

Jawabannya terletak pada latar belakang mereka. Bajak laut muncul karena tersisih dari sistem, kekurangan kesempatan, atau menghadapi tekanan yang tidak adil. Mereka mencuri bukan karena serakah, melainkan karena kelaparan. Mereka memberontak bukan karena menyukai kekacauan, melainkan karena tidak memiliki tempat untuk hidup layak. Narasi ini berhasil diangkat oleh budaya populer.

Jack Sparrow misalnya, digambarkan sebagai sosok yang menentang kekuasaan imperium tanpa harus kejam. Sementara Luffy dan kru One Piece bukan sekadar pelaut bebas, melainkan pejuang melawan Pemerintah Dunia yang korup. Kisah-kisah ini membalik persepsi bajak laut dari penjahat menjadi pahlawan rakyat.

Sejarah juga menunjukkan bahwa label bajak laut seringkali dimanipulasi. Orang Melayu, yang awalnya dipandang positif oleh pengamat Eropa, kemudian dicap negatif seiring dominasi kolonial. Penafsiran ini memberi alasan bagi penjajah untuk menindas masyarakat pesisir, menggunakan istilah “bajak laut” untuk menyamarkan kekerasan kolonial.

Budaya populer kini seolah melakukan pembalikan itu. Bajak laut menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan kekuasaan yang menindas. Ketika anak-anak mengidolakan Luffy atau Jack Sparrow, mereka tidak hanya menyukai petualangan, tetapi juga secara tak sadar diajak memahami bahwa dunia memiliki ketidakadilan yang perlu dilawan.

Bajak laut, dari figur kriminal, telah berevolusi menjadi cermin bagi kita. Mereka mengajarkan bahwa perlawanan bisa lahir dari ketidakadilan, dan bahwa legenda di layar bisa menanamkan pelajaran moral yang lebih dalam daripada sekadar hiburan semata.

Penulis: Rizki Saputro

Leave a Comment