MIMBARJUMAT.COM – Berkurangnya stok bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di SPBU Shell. Di Jabodetabek, Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+ tidak tersedia.
Per Sabtu, 7/2/2026, hanya SPBU di Jawa Timur yang dapat menyediakan BBM jenis Shell Super, menurut situs web resmi Shell Indonesia.
Kekosongan ini tampaknya disebabkan oleh proposal impor BBM Shell yang belum disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurut Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), izin impor BBM yang diajukan oleh Shell masih dalam proses evaluasi.
Impor BBM Shell belum dapat diproses karena menunggu hasil evaluasi.
Dikutip dari laman kompas.com “Shell sedang dievaluasi (izin impor BBM-nya),” ujarnya ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Ia menyatakan bahwa salah satu alasan izin impor BBM Shell masih dipertimbangkan adalah lambatnya perusahaan migas tersebut memutuskan untuk membeli BBM murni atau basefuel melalui PT Pertamina ketika terjadi kondisi kelangkaan BBM di SPBU swasta pada akhir tahun lalu.
“Kita evaluasi juga pada saat mereka order (BBM dari Pertamina di tahun lalu),” ucapnya.
Namun, dia memastikan bahwa kuota impor BBM untuk SPBU swasta, termasuk Shell, akan tetap sama seperti tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, kuota impor akan meningkat menjadi 10% dari total penjualan masing-masing SPBU pada tahun 2024.
“Kuota saya jawab satu kata mirip tahun 2025,” ucap Laode.
Ingrid Siburian, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, sebelumnya menyatakan bahwa, mengingat kekosongan stok saat ini, pihaknya terus berupaya memastikan ketersediaan BBM jenis bensin di jaringan SPBU Shell.
Dalam hal ini, Shell Indonesia terus bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan bahwa rekomendasi impor BBM tahun ini dapat diselesaikan sesuai dengan persyaratan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (30/1/2026).