Fenomena Langit Februari 2026 Bikin Kagum, Matahari Cincin dan Bulan Sibuk

MIMBARJUMAT.COM – Langit Februari 2026 tidak biasa. Bagi pencinta astronomi, bulan ini menjadi salah satu waktu yang paling menarik karena menghadirkan rangkaian fase Bulan lengkap, yang berujung pada peristiwa langit yang unik yang dikenal sebagai gerhana Matahari cincin. Meskipun beberapa fenomena kalender bulan Februari tidak dapat diamati dari Indonesia, kalender astronomi Februari masih patut diperhatikan.

Bulan telah terlihat terang dan penuh sejak awal bulan. Malam berikutnya, cahayanya secara bertahap menurun hingga akhirnya hilang dari pandangan. Gerhana matahari cincin, sebuah peristiwa yang selalu menarik secara visual dan ilmiah, terjadi tepat pada saat Bulan Baru.

Jadwal Fase Bulan Februari 2026 (WIB)

Berdasarkan perhitungan astronomi dan data resmi BMKG, fase Bulan berubah mengikuti siklus sinodis sekitar 29,5 hari. Sepanjang Februari 2026, fase-fase penting Bulan jatuh pada tanggal berikut:

  • Purnama: 2 Februari 2026, pukul 05.09
  • Perempat Akhir: 9 Februari 2026, pukul 19.43
  • Bulan Baru: 17 Februari 2026, pukul 19.01
  • Perempat Awal: 24 Februari 2026, pukul 19.27

Walau siklus secara ilmiah dimulai dari Bulan Baru, kalender pengamatan biasanya disusun berdasarkan tanggal kemunculan agar lebih mudah untuk diamati oleh orang-orang.

Yang terbiasa mengamati atau memotret langit malam dapat melihat perubahan ini dengan jelas: pada awal bulan, langit lebih terang, pertengahan bulan semakin gelap, dan menjelang akhir bulan, cahaya Bulan perlahan kembali muncul.

Mengapa Bulan Terus Mengalami Perubahan Wujud?

Banyak orang mengira Bulan mengecil atau membesar. Faktanya, ukuran Bulan tetap sama. Yang berubah hanyalah bagian permukaannya yang terlihat dari Bumi saat terkena cahaya matahari.

Ketika Bulan berada di posisi berlawanan dengan Matahari, seluruh permukaannya memantulkan cahaya, tetapi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sisi terang Bulan menjauh, membuatnya tampak gelap atau tidak terlihat sama sekali.

Fenomena sederhana ini memiliki banyak manfaat, seperti menentukan kalender Hijriah, memengaruhi pasang surut laut, dan menghitung navigasi astronomi di era modern.

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026

Sorotan utama Februari 2026 jatuh pada 17 Februari, saat Bulan Baru bertepatan dengan gerhana Matahari cincin. Gerhana ini terjadi saat Bulan melintas tepat di depan Matahari, tetapi lebih jauh dari Bumi. Akibatnya, Bulan terlihat lebih kecil dan tidak dapat menutup Matahari sepenuhnya. Yang tersisa adalah lingkaran cahaya yang terang dengan “cincin api” (ring of fire) di ujungnya.

Gerhana Matahari Cincin termasuk salah satu yang paling menakjubkan secara visual dalam sejarah astronomi.

Daerah yang Bisa Menyaksikan Gerhana

Sayangnya, jalur gerhana Februari 2026 berada jauh di belahan selatan Bumi. Wilayah yang berpotensi melihat fenomena ini meliputi:

  • Sebagian kawasan Antartika
  • Samudra Selatan
  • Wilayah tertentu di Afrika bagian selatan
  • Ujung selatan Amerika Selatan (gerhana sebagian)

Lintasan gerhana tidak akan melanda Indonesia. Dari sudut pandang darat, matahari akan tampak normal seperti hari Bulan Baru biasa.

Orang yang tertarik dapat mengikuti siaran langsung dari observatorium internasional atau kanal astronomi global, yang biasanya menyiarkan acara ini secara real-time.

Tetap Seru Meski Tanpa Gerhana

Kabar baiknya, langit Indonesia tetap menarik. Justru saat Bulan Baru, kondisi langit menjadi lebih gelap dan ideal untuk pengamatan objek langit lain seperti:

  • Gugus bintang
  • Planet terang
  • Jalur Bima Sakti
  • Aktivitas meteor minor

Pertengahan Februari adalah waktu terbaik bagi penggemar astrofotografi untuk mengamati langit malam yang tidak terganggu oleh cahaya bulan.

Sementara itu, purnama di awal bulan juga sering digunakan oleh fotografer untuk mengambil foto bulan terbit di ufuk timur dengan latar senja, yang merupakan salah satu pemandangan klasik yang tak terlupakan.

Tips Singkat Mengamati Langit Februari 2026

Agar pengalaman makin maksimal, perhatikan hal berikut:

  • Tandai fase Bulan di kalender pribadi
  • Gunakan aplikasi peta langit untuk navigasi
  • Cari lokasi minim polusi cahaya
  • Pakai tripod untuk foto malam
  • Jangan menatap Matahari saat gerhana tanpa filter khusus

Langkah sederhana ini bisa membuat aktivitas mengamati langit jauh lebih menyenangkan dan aman.

Gambaran Singkat Fenomena Februari 2026

  • Awal bulan: Bulan purnama mendominasi langit
  • Pertengahan bulan: Bulan Baru dan gerhana Matahari cincin (tak terlihat dari Indonesia)
  • Akhir bulan: Bulan kembali menebal menuju perempat awal

Meskipun fenomena astronomi telah terjadi berulang kali, daya tariknya selalu berubah. Selalu ada alasan untuk menengadah ke langit malam dan menghabiskan waktu sejenak di sana, karena di sana cerita semesta terus berjalan.

Leave a Comment