Cara Daftar Rumah Subsidi Perumnas 2026: Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

MIMBARJUMAT.COM – Memasuki tahun 2026, permintaan rumah subsidi Perumnas akan terus meningkat. Banyak keluarga muda mencari rumah yang lebih murah, legal, dan dibangun oleh pengembang terpercaya karena harga properti terus naik.

Perumnas, perusahaan BUMN, masih menjadi salah satu pilihan terbaik untuk hunian karena menawarkan harga rendah, kualitas yang meningkat, dan lokasi yang semakin strategis. Artikel ini akan membahas konsep rumah subsidi Perumnas tahun 2026 secara menyeluruh, termasuk harga, persyaratan, dan prosedur pengajuan KPR, serta kelebihan dan kekurangan.

Apa Itu Rumah Subsidi Perumnas? 

Rumah subsidi Perumnas adalah program hunian terjangkau yang dikembangkan oleh Perum Perumnas melalui skema bantuan pemerintah, umumnya menggunakan subsidi KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).
Program ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, terutama:

  • Pasangan muda,
  • Pekerja tetap dengan gaji terbatas,
  • Masyarakat yang belum memiliki rumah.

Bantuan subsidi mencakup:

  • DP sangat ringan
  • Suku bunga tetap sepanjang tenor
  • Cicilan lebih rendah dibanding KPR komersial
  • Bebas atau ringan biaya administrasi tertentu

Harga Rumah Subsidi Perumnas 2026 (Estimasi Umum)

1. Faktor yang Mempengaruhi Harga

Beberapa variabel yang menentukan harga rumah subsidi:

  • Lokasi geografis dan akses transportasi.
  • Biaya tanah dan biaya konstruksi lokal.
  • Fasilitas lingkungan dan infrastruktur di perumahan.
  • Skema subsidi yang berlaku (bunga KPR, bantuan DP, dsb).
  • Status unit: apakah rumah tapak subsidi, rumah susun, atau hunian komersial.

2. Tabel Estimasi Harga Rumah Subsidi per Wilayah (2026)

Wilayah / Zona / Tipe Lokasi* Harga Estimasi Rumah Subsidi**
Jawa (kecuali Jabodetabek) & sebagian besar Sumatra ± Rp 166 juta detikcom+1
Kalimantan (kecuali wilayah terpencil) ± Rp 182 juta detikcom
Sulawesi, Bangka-Belitung, Kepulauan Riau, dll. ± Rp 173 juta detikcom+1
Wilayah Maluku, Nusa Tenggara, Bali, & beberapa zona Jabodetabek / luar Pulau Jawa ± Rp 185 juta detikcom+1
Wilayah Papua & daerah kawasan timur terpencil ± Rp 240 juta detikcom

Zona dan batas wilayah mengikuti regulasi pemerintah.
Estimasi harga berdasarkan kebijakan subsidi pemerintah dan data publik terbaru  bisa berbeda tergantung proyek/perumahan.

3. Contoh Harga di Beberapa Unit / Kota

  • Untuk proyek hunian tapak subsidi oleh Perumnas — beberapa proyek menawarkan harga di kisaran Rp 166–185 jutakumparan+1
  • Dengan suku bunga subsidi (misalnya bunga tetap 5%) dan tenor KPR panjang, cicilan bisa sangat ringan — cocok untuk MBR. Sahabat Pegadaian+1

Spesifikasi Umum Rumah Subsidi Perumnas

Setiap lokasi memiliki detail berbeda, tetapi umumnya rumah subsidi Perumnas menyediakan:

  • Tipe rumah 30/60 atau 36/72
  • Pondasi batu kali
  • Struktur beton bertulang
  • Dinding bata ringan atau batako plester aci
  • Listrik 900–1300 VA
  • Air PDAM atau sumur bor
  • Jalan lingkungan layak akses

Perumnas biasanya menambahkan fasilitas lingkungan seperti taman kecil, drainase, dan akses utama yang cukup lebar.

Syarat Mengajukan Rumah Subsidi Perumnas

Untuk mendapatkan rumah subsidi tahun 2026, umumnya kamu harus memenuhi syarat berikut:

  1. Warga Negara Indonesia, Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  2. Belum pernah memiliki rumah dan tidak sedang menerima subsidi perumahan pemerintah lainnya
  3. Penghasilan dibatasi, maksimal mengikuti aturan pemerintah. Umumnya untuk rumah tapak berada dalam batas tertentu (misalnya sekitar range tertentu, menyesuaikan regulasi terbaru tahun 2026).
  4. Pekerja tetap atau wiraswasta. Memiliki slip gaji, rekening koran, atau bukti penghasilan yang valid.
  5. BI Checking lancar (SLIK OJK) dan tidak memiliki riwayat kredit bermasalah

Cara Daftar Rumah Subsidi Perumnas 2026

Proses pengajuan tahun 2026 semakin mudah karena Perumnas kini memaksimalkan pendaftaran digital.

1. Pilih proyek Perumnas terdekat

Langkah pertama adalah menemukan proyek Perumnas yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda bisa melakukan pencarian melalui:

  • Website resmi Perumnas yang menyediakan daftar proyek aktif, lengkap dengan lokasi, tipe unit, dan harga.
  • Kunjungan langsung ke lokasi proyek, biasanya terdapat marketing gallery atau kantor pemasaran yang siap membantu Anda mengecek ketersediaan unit.

Tips:
 Prioritaskan lokasi yang dekat dengan tempat kerja, fasilitas publik, atau jaringan transportasi.
 Cek lingkungan sekitar perumahan untuk melihat kondisi aktualnya.

2. Daftar dan cek ketersediaan unit

Setelah menentukan proyek, langkah berikutnya adalah memastikan apakah unit yang Anda incar masih tersedia. Beberapa proyek menyediakan:

  • Booking online melalui website atau aplikasi Perumnas.
  • Pendaftaran langsung melalui marketing di lokasi.

Pada tahap ini, Anda biasanya akan diminta mengisi data diri dasar seperti nama, kontak, dan status pekerjaan.

Tips:
 Pilih unit lebih awal karena rumah subsidi biasanya cepat habis.
 Tanyakan detail tipe unit, luas bangunan, serta spesifikasi dasar.

3. Siapkan dokumen

Untuk mengajukan rumah subsidi Perumnas, Anda perlu menyiapkan dokumen-dokumen berikut:

  • KTP dan KK
  • Slip gaji atau rekening koran 3 bulan terakhir
  • NPWP
  • Surat keterangan belum pernah memiliki rumah
  • Surat keterangan penghasilan (dari kantor atau desa)
  • Pas foto
  • Dokumen tambahan bila diperlukan oleh bank

Tips:
 Pastikan seluruh dokumen masih aktif dan datanya konsisten.
 Simpan versi digital (scan) untuk memudahkan proses administrasi online.

4. Ajukan KPR ke bank penyalur FLPP

Setelah dokumen lengkap, Anda harus mengajukan pembiayaan melalui bank penyalur KPR FLPP. Bank-bank yang umum digunakan:

  • Bank BTN (paling populer untuk rumah subsidi)
  • BRI
  • Bank Mandiri
  • Bank Pembangunan Daerah (BPD) tertentu

Marketing Perumnas biasanya akan membantu mengarahkan Anda ke bank yang bekerja sama dengan proyek tersebut.

Apa yang dilakukan pada tahap ini?
 Mengisi formulir pengajuan KPR
 Mengumpulkan dokumen persyaratan
 Proses wawancara atau pengecekan kemampuan bayar

5. Proses verifikasi

Bank akan melakukan proses verifikasi, termasuk:

  • Menilai kemampuan bayar calon debitur
  • Mengecek kelayakan sebagai MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah)
  • Melakukan BI Checking/SLIK OJK untuk memastikan tidak ada kredit macet

Proses ini biasanya berlangsung antara 1–3 minggu tergantung kesiapan dokumen dan kebijakan bank.

Tips:
 Pastikan tidak memiliki tunggakan pinjaman sebelumnya.
 Jaga saldo rekening tetap stabil.

6. Tanda tangan akad

Jika pengajuan disetujui oleh bank, Anda akan memasuki tahap akhir yaitu tanda tangan akad kredit. Pada tahap ini Anda akan menandatangani perjanjian resmi antara pihak Anda, bank, dan pengembang. Isi akad meliputi:

  • Besaran cicilan
  • Tenor kredit
  • Suku bunga
  • Ketentuan hak dan kewajiban

Setelah akad ditandatangani, Anda akan menerima:
 Jadwal serah terima kunci
 Informasi mengenai biaya-biaya tambahan (jika ada)
 Pengajuan instalasi listrik, air, dan administrasi lainnya

Serah terima rumah biasanya dilakukan dalam waktu 1–3 bulan tergantung progres proyek.

Kelebihan Rumah Subsidi Perumnas

1. Harga lebih terjangkau

Salah satu alasan utama mengapa banyak keluarga muda memilih rumah subsidi Perumnas adalah karena harganya jauh lebih terjangkau. Harga unit biasanya sudah ditetapkan oleh pemerintah sehingga lebih stabil dan tidak melonjak terlalu tinggi. Meskipun harga lebih murah, hunian yang diberikan tetap memenuhi standar kelayakan—mulai dari struktur bangunan hingga fasilitas dasar yang memadai. Dengan kisaran harga yang ramah di kantong, rumah subsidi menjadi solusi ideal bagi masyarakat yang ingin segera memiliki rumah pertama.

2. Cicilan ringan dan bunga tetap

Keunggulan lain yang sangat membantu adalah skema cicilan yang ringan karena menggunakan fasilitas KPR subsidi seperti FLPP. Kamu akan mendapatkan suku bunga tetap sepanjang tenor, biasanya sampai 20 tahun. Artinya:

  • cicilan tidak akan berubah meskipun ekonomi berfluktuasi,
  • kamu bisa mengatur keuangan lebih tenang dan stabil,
  • risiko lonjakan cicilan seperti KPR komersial bisa dihindari.

Bagi pekerja dengan penghasilan tetap, ini menjadi keuntungan besar karena perencanaan finansial jadi jauh lebih mudah.

3. Pengembang BUMN yang terpercaya

Perumnas adalah perusahaan BUMN yang sudah puluhan tahun berpengalaman membangun hunian rakyat. Artinya:

  • legalitas lebih terjamin,
  • proyek cenderung memiliki progres yang jelas,
  • risiko mangkrak lebih rendah dibandingkan pengembang kecil,
  • pengawasan kualitas bangunan lebih terstruktur.

Dengan reputasi Perumnas, pembeli mendapatkan rasa aman dan kepastian terhadap investasi jangka panjang.

4. Perumahan memiliki kawasan terkelola

Salah satu nilai tambah yang sering tidak disadari adalah kawasan perumahan Perumnas biasanya dirancang dengan konsep lingkungan terpadu. Ini mencakup:

  • akses jalan utama yang layak,
  • drainase yang ditata,
  • ruang terbuka hijau minimal,
  • lingkungan yang lebih rapi dan tidak semrawut.

Beberapa proyek bahkan memiliki fasilitas tambahan seperti area bermain, ruang terbuka kecil, hingga akses transportasi yang terencana sejak awal. Semua ini membuat lingkungan lebih nyaman dan layak huni untuk keluarga.

5. Proses administratif jelas dan legal

Banyak orang khawatir soal administrasi saat membeli rumah. Namun Perumnas dikenal transparan soal dokumen dan proses legalitas. Biasanya pembeli mendapatkan:

  • penjelasan menyeluruh tentang status tanah dan bangunan,
  • pendampingan saat mengurus KPR atau berkas perumahan,
  • kejelasan mengenai proses akad dan serah terima,
  • dokumen yang tersusun rapi sesuai standar pemerintah.

Hal ini membuat pembeli merasa lebih aman karena tidak perlu khawatir soal sertifikat, izin mendirikan bangunan, atau legalitas lainnya — semuanya sudah diatur secara sistematis.

Kekurangan Rumah Subsidi

1. Ukuran rumah relatif kecil

Rumah subsidi biasanya memiliki tipe bangunan minimalis, seperti tipe 30/60 atau 36/72. Ukurannya memang dibuat lebih kecil untuk menekan biaya pembangunan agar tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Konsekuensinya, ruang gerak di dalam rumah cukup terbatas. Ruang tamu, dapur, dan kamar tidur dibuat dengan ukuran standar minimum. Bagi keluarga kecil, ini sebenarnya sudah cukup. Namun untuk keluarga yang memerlukan ruang lebih luas, perlu mempertimbangkan rencana renovasi jangka panjang.

2. Renovasi besar perlu menunggu masa tertentu sesuai aturan

Rumah subsidi tidak bisa langsung direnovasi secara besar-besaran setelah akad. Pemerintah menetapkan aturan agar rumah subsidi tetap memenuhi standar awal dan tidak berubah menjadi rumah komersial sebelum masa tertentu. Biasanya kamu harus menunggu beberapa tahun sebelum diperbolehkan melakukan:

  • perluasan bangunan,
  • renovasi struktur,
  • penambahan lantai,
  • perubahan fasad besar.

Jika nekat merenovasi sebelum waktunya, bisa terkena sanksi atau dianggap melanggar ketentuan bantuan pemerintah. Namun untuk renovasi kecil seperti mengecat ulang, memasang kanopi standar, atau memperbaiki interior, biasanya tetap diperbolehkan.

3. Lokasi tidak selalu di pusat kota

Agar harga rumah tetap terjangkau, perumahan subsidi biasanya dibangun di area pinggiran kota atau wilayah berkembang. Hal ini bukan berarti lokasinya buruk, tetapi jaraknya bisa lebih jauh dari:

  • pusat bisnis,
  • perkantoran,
  • sekolah favorit,
  • pusat perbelanjaan.

Selain itu, akses angkutan umum atau jalan besar terkadang masih dalam tahap pengembangan. Pembeli perlu mempertimbangkan faktor transportasi harian sebelum mengambil keputusan.
Kelebihannya, kawasan pinggiran biasanya lebih tenang dan lingkungannya masih alami.

4. Spesifikasi dasar (perlu renovasi setelah ditempati)

Untuk menjaga harga tetap rendah, rumah subsidi menggunakan spesifikasi standar yang memenuhi syarat kelayakan, namun tidak berlebihan. Beberapa bagian yang sering perlu ditingkatkan setelah ditempati antara lain:

  • Dapur (umumnya masih bentuk ruang polos)
  • Kamar mandi standar
  • Pagar rumah belum tersedia
  • Plafon dan lantai terkadang perlu diperbaiki
  • Dinding finishing sederhana

Hal ini sebenarnya wajar mengingat rumah subsidi adalah hunian awal yang bisa dikembangkan sesuai kemampuan dan kebutuhan pemilik. Namun pembeli harus siap mengalokasikan dana tambahan untuk renovasi kecil setelah menempati rumah.

Tips Memilih Rumah Subsidi Perumnas 2026

Agar tidak salah pilih:

  1. Kunjungi lokasi langsung
  2. Tanya spesifikasi bangunan secara detail
  3. Pastikan akses transportasi dan fasilitas umum
  4. Cek legalitas lahan dan status proyek
  5. Hitung kemampuan cicilan realistis

Leave a Comment