MIMBARJUMAT.COM – Profesi guru adalah tugas yang terhormat dengan kontribusi amat besar, mencetak generasi penerus bangsa melalui ilmu dan budi pekerti di tengah beragam hambatan. Sayangnya, kesejahteraan para guru honorer masih sering luput dari perhatian, dengan penghasilan per bulan rata-rata Rp1,2 hingga 2 juta yang tidak sebanding dengan pengabdian mereka di madrasah-madrasah terpencil. Sebagai respons, Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2026 sebagai solusi nyata, bertujuan meringankan tekanan ekonomi sekaligus meningkatkan semangat mengajar.
Apa itu BSU Kemenag?
BSU Kemenag adalah bantuan dana tunai yang disalurkan Kementerian Agama kepada pendidik serta tenaga kependidikan berstatus non-PNS atau non-PPPK yang bertugas di lingkungan madrasah dan satuan pendidikan keagamaan. Tujuan pemberian bantuan ini mencakup:
- Meringankan beban finansial penerima.
- Meningkatkan taraf kesejahteraan guru honorer.
- Menjaga kelangsungan proses belajar-mengajar.
Kriteria Penerima BSU Kemenag:
Tidak setiap guru honorer berhak menerima BSU. Ada beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi:
- Berstatus sebagai guru atau tenaga kependidikan non-ASN.
- Aktif mengajar di madrasah atau satuan pendidikan keagamaan.
- Tercatat dalam basis data Kemenag.
- Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sah.
- Memiliki rekening bank aktif yang memenuhi ketentuan.
- Tidak sedang menerima bantuan serupa lainnya untuk menghindari duplikasi.
Pengecekan Penerima BSU Kemenang via Simpatika:
Status kelayakan penerima BSU Kemenag 2026 dapat diperiksa melalui platform Simpatika dengan mengakses menu PTK menggunakan akun pribadi masing-masing guru. Apabila data dinyatakan lolos verifikasi, sistem akan menampilkan notifikasi khusus berbentuk Surat Keterangan Penerima Bantuan.
Berikut langkah-langkah pengecekan :
- Akses situs resmi Simpatika Kemenag melalui peramban web.
- Klik tombol “Login” yang terletak di pojok kanan atas.
- Pilih opsi “Login PTK” untuk masuk ke dashboard.
- Masukkan User ID (PegID/NPK) dan kata sandi dengan tepat.
- Klik menu “Data Bantuan” pada navigasi sisi kiri.
- Periksa status kelayakan di kolom “BSU Guru Non-PNS”.
Unduh Surat Keputusan (SK) dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) jika nama tercantum.
Dokumen digital ini wajib disimpan sebagai bukti administrasi awal untuk proses pencairan di bank yang ditunjuk.
Pengecekan Notifikasi BSU di SIAGA Pendis:
Bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang mengajar di sekolah umum, pengecekan dilakukan melalui laman SIAGA Pendis. Notifikasi mengenai pencairan akan tampil di dashboard utama setelah proses validasi data oleh pusat dinyatakan selesai.
Bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang mengajar di sekolah umum, pengecekan dilakukan melalui laman SIAGA Pendis. Notifikasi mengenai pencairan akan tampil di dashboard utama setelah proses validasi data oleh pusat dinyatakan selesai.
Panduan untuk guru PAI:
-
Kunjungi situs resmi SIAGA Pendis.
-
Tekan tombol “Masuk” menuju halaman login.
-
Masukkan Nomor Akun SIAGA beserta kata sandi.
-
Cari menu “Data Rekening” atau notifikasi bantuan di beranda.
-
Pastikan status rekening menunjukkan “Sudah Verval”.
-
Periksa notifikasi pencairan pada menu pesan masuk.
Disarankan untuk segera mencetak bukti notifikasi guna menghindari keterlambatan dalam proses aktivasi rekening di bank.
Dokumen untuk Pencairan di Bank:
Pencairan dana BSU Kemenag mewajibkan penerima membawa dokumen fisik asli, meliputi KTP, Kartu Keluarga, serta cetakan SPTJM yang telah ditandatangani dan bermaterai. Bank penyalur membutuhkan berkas-berkas ini untuk memastikan kesesuaian identitas penerima dengan database Kemenag.
Berikut dokumen yang perlu dipersiapkan:
-
Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli beserta fotokopi.
-
Kartu Keluarga (KK) asli (jika diperlukan) dan fotokopi.
-
Surat Keterangan Penerima BSU hasil cetak dari Simpatika/SIAGA.
-
SPTJM yang sudah ditandatangani dan bermaterai Rp10.000.
-
Buku tabungan lama (jika menggunakan rekening yang sama).
-
NPWP (jika ada, untuk keperluan perhitungan pajak).
Bank penyalur umumnya berasal dari jaringan Himbara (seperti BRI, BNI, Mandiri) atau BSI. Dianjurkan untuk memperhatikan jadwal yang mungkin diterapkan bank guna menghindari antrean panjang.