MIMBARJUMAT.COM – Kabar mengejutkan datang dari layar kaca Indonesia. Serial kartun legendaris Doraemon, yang selama 35 tahun menjadi teman setia keluarga Indonesia, dipastikan tidak lagi mengisi jadwal siaran RCTI mulai awal tahun 2026.
Informasi ini langsung memicu nostalgia sekaligus rasa kehilangan di kalangan penonton lintas generasi yang tumbuh bersama kisah robot kucing dari abad ke-22 tersebut.
Berdasarkan pantauan jadwal resmi RCTI, serial kartun Doraemon tidak lagi tercantum dalam daftar program harian sejak Senin, 29 Desember 2025 hingga Minggu, 4 Januari 2026.
Hilangnya Doraemon dari slot siaran reguler menandai berakhirnya salah satu masa tayang serial kartun terpanjang dalam sejarah televisi nasional Indonesia.
Selama lebih dari tiga dekade, Doraemon menjadi ikon tontonan keluarga khususnya pada akhir pekan dan hari libur.
Meski demikian, hingga Rabu (7/1/2026), belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen RCTI terkait alasan penghentian penayangan ini.
Publik masih bertanya-tanya apakah Doraemon benar-benar berhenti tayang secara permanen atau hanya memasuki masa jeda sementara.
Ketidakjelasan ini justru membuat perbincangan di media sosial semakin ramai, dengan banyak penonton menyuarakan kenangan masa kecil mereka bersama Nobita, Shizuka, Giant, dan Suneo.
Doraemon sendiri pertama kali hadir di Indonesia pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Sejak saat itu, anime karya Fujiko F. Fujio ini menjelma menjadi tontonan wajib yang nyaris tak pernah absen dari layar televisi.
Setiap episodenya menyuguhkan cerita yang ringan sarat akan makna, mengajarkan nilai persahabatan, kejujuran, tanggung jawab, serta empati terhadap sesama.
Tidak heran jika Doraemon mampu bertahan lintas generasi, dari orang tua hingga anak-anak masa kini.
Kesuksesan Doraemon tidak hanya berhenti di serial televisi. Film-film layar lebarnya yang rutin dirilis setiap tahun juga selalu mendapat sambutan positif dari penonton Indonesia.
Bioskop kerap dipenuhi keluarga yang ingin kembali merasakan petualangan Doraemon dalam skala yang lebih besar dan emosional.
Meski Doraemon berhenti tayang di RCTI, eksistensi karakter ikonik ini diyakini tidak akan memudar.
Perubahan pola konsumsi media masyarakat ke arah platform digital dan layanan streaming membuka ruang baru bagi Doraemon untuk tetap hidup di hati penggemarnya.
Serial dan film Doraemon masih dapat diakses melalui berbagai platform resmi, menjadikannya tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Bagi banyak orang, Doraemon bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari perjalanan hidup. Hilangnya Doraemon dari televisi nasional mungkin menutup satu bab penting dalam sejarah penyiaran Indonesia.