Animasi Doraemon Berhenti Tayang di RCTI, Melukis Kenangan Generasi

MIMBARJUMAT.COM – Akhir suatu masa. Jutaan penggemar Doraemon di Indonesia kini merasakan hal yang sama setelah serial animasi terkenal asal Jepang itu berhenti tayang di RCTI pada awal tahun 2026. Program yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan keluarga Indonesia selama lebih dari tiga puluh tahun tiba-tiba hilang dari jadwal siaran RCTI dan platform RCTI+ dari akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Ini termasuk program Minggu pagi, yang selama bertahun-tahun identik dengan Doraemon.

Doraemon adalah tontonan yang telah menemani anak-anak sejak tahun 1990-an, dan hilangnya dari program RCTI memicu reaksi yang kuat dari masyarakat. Banyak netizen, terutama mereka yang dibesarkan dengan Nobita dan tas ajaibnya, berbagi kesedihan dan kenangan di media sosial seperti X (sebelumnya Twitter) dan Instagram.

Mengapa Doraemon Tak Lagi Tayang?

Hingga saat ini, RCTI belum membuat pernyataan resmi tentang alasan Doraemon tidak lagi muncul di jadwal siaran. Namun, melihat jadwal siaran dan aplikasi streaming RCTI+ menunjukkan bahwa serial ini tidak lagi muncul di daftar program sejak akhir Desember 2025.

Menurut beberapa sumber industri siaran dan analis media, ada beberapa alasan yang paling mungkin mengapa Doraemon tidak ada di RCTI:

Hak Siar dan Lisensi: Serial TV populer seperti Doraemon biasanya bergantung pada perjanjian lisensi yang kadang-kadang diperbarui. Mungkin karena kontrak atau negosiasi belum selesai, serial ini tidak ada di jadwal RCTI.

Perubahan Strategi Stasiun TV: RCTI adalah salah satu stasiun TV komersial yang sering mengubah jadwal programnya untuk mengikuti preferensi pemirsa. Tidak jarang mengubah slot lama untuk konten baru yang lebih mengincar audiens tertentu.

Konsumsi Media Digital: Trend menonton televisi untuk anak-anak dan keluarga semakin mengarah ke platform online dan streaming daripada TV konvensional. Hal ini juga dapat berdampak pada keputusan stasiun apakah akan mempertahankan atau menghentikan tayangan tertentu.

Kenangan dari Generasi ke Generasi

Banyak orang Indonesia menganggap Doraemon bukan sekadar kartun anak-anak; itu adalah bagian dari kenangan masa kecil mereka. Lagu pembuka, petualangan Nobita dan Doraemon, dan alat-alat futuristik seperti pintu Anywhere atau Take-copter semuanya sudah menjadi bagian dari rutinitas keluarga Minggu pagi.

Doraemon telah hadir di televisi Indonesia sejak tahun 1990-an dan menjadi tontonan favorit lintas generasi. Bahkan sebelum streaming digital menjadi populer, banyak keluarga rutin mengatur jam tidur anak mereka untuk menonton Doraemon tampil di televisi.

Reaksi masyarakat umum dan netizen

Banyak penonton tua dan muda mengungkapkan perasaan mereka tentang masalah ini, yang langsung menyebar di media sosial:

• “Sejak Doraemon tak lagi muncul, Minggu pagi terasa hampa…”

• “RCTI tanpa Doraemon tidak lagi sama.”

• “Semoga ini bukan akhir selamanya.”

Responden menunjukkan rasa kehilangan terhadap sebuah program dan nostalgia yang melekat pada banyak generasi.

Beberapa komentar juga menunjukkan bahwa stasiun TV atau pemegang lisensi harus mempertimbangkan kembali keputusan ini, atau setidaknya membawa Doraemon ke platform digital agar penonton setia di Indonesia dapat menikmatinya.

Potensi Doraemon di Indonesia

Mengingat Doraemon masih dibuat di Jepang dan disukai di banyak negara lain, pertanyaan besar yang muncul adalah: apakah ini benar-benar akhir dari serial atau hanya perubahan platform? Ada beberapa kemungkinan berdasarkan tinjauan berbagai sumber dan tanggapan publik:

• Kemungkinan pindah ke platform lain atau saluran TV: Beberapa pemirsa menduga bahwa Doraemon dapat kembali tayang di stasiun lain atau platform streaming model yang sudah dilakukan serial lain di era digital.

• Negosiasi hak siar masih berlangsung: Ada juga sinyal bahwa pembicaraan antara pihak pemegang lisensi dan stasiun televisi bisa terus berjalan meskipun secara sementara serial ini tidak terlihat di RCTI.

Kejayaan Transisi Digital dari Era Televisi Konvensional

Hilangnya Doraemon dari RCTI menunjukkan perubahan dalam pola penonton dan industri televisi itu sendiri. Konsumen konten sekarang memiliki kendali penuh atas konten dan kapan mereka menontonnya karena semakin banyak platform on-demand.

Generasi yang dibesarkan dengan Doraemon di televisi mungkin merasakan pergeseran ini sebagai kehilangan simbol masa kecil mereka. Namun, ini juga bisa dilihat sebagai panggilan bagi pelaku industri konten untuk menjadi lebih inovatif dalam menyediakan hiburan berkualitas tinggi di era internet.

Leave a Comment