Investasi Emas, Apakah Aman Bagi Pemula?

MIMBARJUMAT.COM – Salah satu jenis investasi yang dianggap “paling mudah” dan banyak dilirik orang adalah emas. Ini karena lebih aman bagi mereka yang ingin memulai dengan risiko yang rendah.

Selain itu, data historis menunjukkan bahwa harga emas biasanya naik setiap tahun. Namun, terkadang harganya stagnan.

Namun, sebelum memilih emas sebagai salah satu pilihan investasi, berikut adalah ulasan menyeluruh tentang keunggulan dan kelemahan emas, serta saran untuk melakukan investasi emas.

Alasan Investasi Emas

Emas terus menguntungkan di tengah inflasi dan suku bunga tinggi hingga 2024. Banyak investor membeli emas dan logam lainnya saat mereka khawatir tentang aset lain atau kondisi ekonomi umum.

Selain itu, kekhawatiran tersebut telah ditingkatkan oleh resesi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, emas telah lama dikenal sebagai investasi yang menguntungkan dan stabil.

Saat ini, investor dapat membeli emas secara langsung karena harganya yang tinggi melalui skema cicilan yang memudahkan investasi mereka.

Keunggulan dan Kekurangan

Ada keuntungan dan kerugian dalam investasi emas, seperti halnya investasi lainnya.

Bahkan selama gejolak ekonomi, nilai emas biasanya meningkat. Menurut Bank Muamalat, World Gold Council telah menyatakan bahwa harga emas telah naik rata-rata 11% setiap tahun selama dua dekade terakhir.

Inflasi dapat membuat harga barang dan jasa naik, dan emas juga terkena dampaknya. Biasanya, semakin tinggi inflasi, harga emas akan semakin mahal.

Banyak orang memilih untuk investasi atau menyimpan aset dalam bentuk emas karena nilainya akan meningkat jika inflasi terjadi, sementara uang akan kehilangan nilainya.

Untuk mendapatkan uang yang lebih mudah, emas dapat dijual atau digadai melalui toko emas atau perusahaan gadai, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jenis investasi pasar modal lain yang membutuhkan waktu untuk proses likuidasi dana dan hanya dapat dibeli selama jam kerja bursa tidak memiliki kemudahan seperti ini.

Anda hanya bisa mendapatkan keuntungan dari investasi emas saat Anda menjualnya. Berbeda dengan jenis investasi pasar modal lainnya, seperti saham, yang masih dapat menghasilkan dividen tahunan sebagai pendapatan pasif.

Emas cenderung mengalami kenaikan harga yang lambat, membuatnya kurang cocok untuk investasi jangka pendek karena lebih menguntungkan dalam jangka panjang daripada nilainya yang relatif stabil.

Spread adalah perbedaan harga beli dan harga jual. Kondisi ekonomi, seperti tingkat inflasi dan kurs rupiah, sangat memengaruhi perubahan harga emas, jika dibandingkan dengan produk pasar modal lain.

Oleh karena itu, pastikan untuk menjual emas pada saat harga sedang tinggi dengan spread yang rendah untuk mendapatkan keuntungan investasi terbaik.

Jenis Investasi Emas

Berikut adalah penjelasan tentang berbagai jenis investasi emas yang dapat dipilih sesuai dengan kemampuan dan keinginan Anda.

Ketika orang berpikir tentang investasi emas, kebanyakan orang memikirkan “emas batangan”. Jenis investasi lain termasuk perhiasan, koin, bongkahan, dan batangan emas murni.

Dalam hal perhiasan emas, perlu diingat bahwa tidak ada jaminan bahwa Anda akan dapat menjual perhiasan dengan harga yang lebih tinggi daripada harga di mana mereka dibeli. Ini karena markup besar pada perhiasan menyebabkan nilai jualnya tidak sebanding dengan harga di mana mereka dibeli.

Menabung emas adalah layanan penitipan emas yang memungkinkan Anda berinvestasi dalam bentuk emas. Cara menabungnya cukup mudah, dan dapat dilakukan melalui situs web yang terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau secara offline.

Berinvestasi di reksadana emas, baik reksadana maupun ETF, berarti Anda memiliki saham di berbagai perusahaan yang berkaitan dengan emas, seperti perusahaan yang menambang atau memproses emas.

Namun, satu-satunya hal yang membedakannya adalah bahwa Anda tidak memiliki emas fisik atau saham individual. Namun, reksadana emas dan ETF, di sisi lain, memiliki likuiditas yang lebih besar dibandingkan dengan emas fisik dan menawarkan tingkat diversifikasi yang tidak dimiliki oleh saham tunggal.

Ini adalah kontrak atau perjanjian untuk membeli atau menjual sejumlah emas yang diperdagangkan di bursa di kemudian hari. Karena memiliki banyak risiko, ini tidak cocok untuk investor yang belum berpengalaman.

Masih tertarik dengan investasi emas? Berikut beberapa tipsnya.

1. Tentukan Tujuan Anda dan Jangka Waktunya

Menentukan tujuan investasi Anda adalah langkah pertama. Ini bisa menjadi tabungan hari tua, biaya sekolah anak, atau biaya pernikahan.

Setelah Anda menemukan tujuan investasi, tentukan jangka waktu investasi. Sesuaikan jangka waktu investasi dengan waktu yang Anda inginkan untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Lihat Harga Emas

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli emas, perhatikan harganya pada saat Anda ingin membelinya. Meskipun harga emas cenderung stabil dan perubahannya kecil, lebih baik jika Anda membeli saat harganya turun untuk mendapatkan lebih banyak uang di masa depan.

3. Memilih Tempat Investasi Emas yang Tepat

Pilih tempat investasi yang terpercaya dan berpengalaman dalam investasi atau menabung emas, dan pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

4. Mulailah dari Hal-hal yang Kecil

Untuk beberapa orang, berinvestasi dalam emas membutuhkan modal yang besar karena harganya yang tinggi dan sulit dijangkau. Namun, sekarang ada banyak layanan yang memungkinkan Anda berinvestasi dari modal yang kecil atau bahkan dicicil.

Selain menyiapkan investasi, kamu juga harus menyiapkan dana untuk keluarga tercinta dalam bentuk warisan untuk melindungi investasi yang telah kamu kumpulkan dan mengantisipasi risiko kematian mendadak. Jika kamu menggunakan tabungan untuk menyiapkan warisan sebesar satu miliar rupiah, itu mungkin memerlukan waktu yang lama. Namun, dengan asuransi jiwa, dana tersebut dapat diwariskan secara penuh kepada keluarga saat kamu meninggal.

Leave a Comment