Kapan Malam 1 Rajab 1447 H Menurut Lembaga Falakiyah PBNU dan Apa Saja Amalan Sunnahnya?

skinbea.com/21/ – Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Kehadirannya selalu dinantikan oleh umat Islam karena menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki diri, serta menyiapkan spiritual menuju datangnya bulan suci Ramadhan.

Tak heran jika malam 1 Rajab mendapat perhatian khusus. Malam tersebut dipandang sebagai awal masuknya bulan yang memiliki keutamaan, sehingga banyak umat Islam yang menyambutnya dengan berbagai amalan sunah.

Rajab termasuk dalam empat bulan haram (al-asyhur al-hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Tiga bulan haram lainnya adalah Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. Keutamaan ini sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam QS At-Taubah ayat 36:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.”

Pada bulan-bulan haram tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan serta menjauhi segala bentuk kezaliman. Oleh sebab itu, datangnya bulan Rajab kerap disambut dengan meningkatkan kualitas ibadah, terutama sejak malam pertamanya.

Lalu, kapan malam 1 Rajab 1447 H dimulai? Berdasarkan pengumuman Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tentang awal bulan Rajab 1447 H, ditetapkan bahwa awal bulan Rajab bertepatan dengan Senin, 22 Desember 2025.

Penetapan ini dilakukan atas dasar istikmal, sehingga malam 1 Rajab dimulai sejak Minggu malam, 21 Desember 2025, setelah matahari terbenam atau masuk waktu salat Magrib.

Pada waktu tersebut, umat Islam mulai memasuki bulan Rajab dan dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sebagai bentuk penghormatan atas datangnya salah satu bulan mulia.

Amalan yang Dianjurkan pada Malam 1 Rajab

Sejumlah amalan sunah dianjurkan untuk diamalkan pada malam 1 Rajab. Amalan-amalan ini banyak dijumpai dalam tradisi keislaman dan literatur para ulama, sebagaimana dirangkum dari NU Online dan berbagai sumber keislaman.

1. Salat Sunah Malam 1 Rajab

Salat sunah malam 1 Rajab dapat dikerjakan sebanyak 10 rakaat dengan lima kali salam. Salat ini dilaksanakan setelah salat Magrib, zikir, dan salat sunah ba’diyah Magrib.

Adapun niat salat sunah malam Rajab adalah:

Usholli sunnata rojabi rok’ataini lillahita’ala

Artinya: Aku niat melakukan salat sunah Rajab dua rakaat karena Allah SWT.

Pada setiap rakaat, setelah membaca surat Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali dan surat Al-Kafirun sebanyak tiga kali. Tata cara pelaksanaannya sama seperti salat sunah pada umumnya.

2. Doa Malam 1 Rajab

Setelah salam pada rakaat terakhir, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan zikir. Salah satu bacaan doa yang dianjurkan adalah:

“Laailaaha illallohu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu biyadihil khoir, wahuwa ‘ala kulli syai’in qodiir. Allohumma laa mani’a limaa a’thoita wala mu’thia limaa mana’ta walaa yanfa’ul jaddi minkal jaddi.”

Selain itu, terdapat doa panjang yang diriwayatkan dibaca oleh Sayyidina Ali RA, sebagaimana dicatat dalam kitab al-Ghun-yah. Doa tersebut berisi permohonan ampunan, keselamatan, kemudahan hidup, ketakwaan, serta kebaikan bagi keluarga dan seluruh kaum muslimin.

Rasulullah SAW juga mencontohkan doa saat memasuki bulan Rajab:

“Allahumma baarik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhana.”

Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukan kami dengan bulan Ramadhan.

3. Zikir yang Dianjurkan di Bulan Rajab

Selain salat dan doa, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir sepanjang bulan Rajab. Di antara bacaan zikir yang biasa diamalkan adalah:

  • Tanggal 1–10 Rajab: Subhaanallaahil hayyil qayyuum (100 kali)
  • Tanggal 11–20 Rajab: Subhaanallaahil ahadish shomad (100 kali)
  • Tanggal 21–30 Rajab: Subhaanallaahir ro’uf (100 kali)

Selain itu, dianjurkan membaca istighfar sebanyak 70 kali setiap selesai salat Subuh dan Magrib, serta mengamalkan Sayyidul Istighfar pada pagi dan malam hari.

Bulan Rajab menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah sebagai persiapan menuju Ramadhan. Setiap amalan yang dilakukan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan dilandasi niat tulus semata-mata karena Allah SWT.

Leave a Comment