skinbea.com/21/ – Pada Selasa, 10 Desember 2025, harga pangan nasional kembali mengalami perubahan yang signifikan.
Sebagian besar komoditas mengalami kenaikan besar, terutama cabai rawit merah dan cabai rawit hijau, menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dirilis pukul 09.00 WIB.
Sementara itu, tren penguatan bawang merah yang telah berlangsung beberapa hari terakhir terus berlanjut, menembus harga Rp 52 ribu per kilogram.
Pergerakan harga ini, dibandingkan dengan data 9 Desember 2025, menunjukkan gejolak pasar yang persisten menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Harga komoditas hari Selasa, 10 Desember 2025, umumnya bergerak naik turun.
Penyumbang terbesar perubahan harga masih komoditas hortikultura seperti bawang dan cabai.
Sebaliknya, kelompok beras kembali menunjukkan tingkat stabilitas yang cukup tinggi.
Namun, menjelang puncak konsumsi akhir tahun, protein hewani meningkat dalam rentang kecil.
Harga bawang merah ukuran sedang naik Rp 600 per kilogram dari posisi kemarin menjadi Rp 52.000 per kilogram di industri bumbu dapur.
Harga bawang putih juga meningkat sebesar Rp 150 menjadi Rp 39.900/kg.
Harga cabai kembali menarik perhatian. Harga cabe rawit merah melonjak cukup tajam, naik dari Rp 3.500 ke Rp 80.750/kg.
Harga kacang hijau melonjak drastis dari Rp 2.950 per kilogram menjadi Rp 58.850 per kilogram.
Lonjakan yang terjadi pada kedua komoditas ini menunjukkan bahwa pasokan cabai rawit belum sepenuhnya pulih dari cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Sebaliknya, harga cabai merah keriting naik secara moderat sebesar Rp 2.200 menjadi Rp 64.550/kg, dan harga cabai merah besar turun sebesar Rp 250/kg ke harga Rp 58.450/kg.
Harga beras tetap stabil. Beras kualitas rendah jenis I masih dihargai Rp 14.350/kg, sementara beras kualitas rendah jenis II sedikit naik menjadi Rp 14.350/kg.
Beras medium I tetap di 15.850, sementara beras medium II naik 50 rupiah menjadi 15.750.
Beras Super I turun Rp 50 menjadi Rp 17.050/kg, sedangkan Super II tetap pada Rp 16.600.
Meskipun dalam batas wajar, harga protein hewani meningkat. Harga daging ayam ras segar naik dari Rp 300 menjadi Rp 41.100/kg.
Harga daging sapi kualitas I naik tipis dari Rp 1.200 menjadi Rp 141.050, dan harga daging sapi kualitas II naik tipis dari Rp 150 menjadi Rp 133.000 per kilogram.
Gula pasir lokal naik dari Rp 50 ke Rp 18.150/kg, sementara gula pasir premium tetap pada Rp 19.800/kg.
Harga minyak goreng curah naik dari Rp 100 menjadi Rp 18.800/liter.
Minyak goreng kemasan bermerk I tetap di Rp 22.450 per liter, sementara minyak goreng bermerk II naik dari Rp 50 ke Rp 21.500 per liter.
Menandai tren permintaan yang mulai meningkat, telur ayam ras segar juga meningkat dari Rp 150 menjadi Rp 32.550/kg.
Melihat pergerakan harga saat ini, terlihat pola yang semakin jelas: gangguan cuaca dan distribusi masih sangat kuat pada komoditas hortikultura, terutama bawang merah dan cabai rawit.
Konsumen dapat mempertahankan pola konsumsi mereka meskipun harga komoditas lain berubah berkat stabilitas beras, gula premium, dan sebagian minyak goreng.
Dengan masuknya masa libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah diperkirakan akan memperketat pengawasan distribusi dan menyiapkan strategi stabilisasi untuk memastikan harga tetap terjangkau bagi konsumen.
Konsumen disarankan untuk menggunakan data harian PIHPS Nasional untuk membuat keputusan belanja yang lebih cerdas.