MIMBARJUMAT.COM – Setelah relatif tenang dalam beberapa tahun terakhir, koin kripto privasi Zcash saat ini kembali mencuri perhatian banyak investor global dan juga menarik untuk dilirik oleh investor Indonesia.
Berikut ini gambaran menyeluruh tentang apa yang membuat Zcash sekarang ini kembali naik daun, sekaligus hal-hal penting yang perlu kamu perhatikan sebelum terjun ke investasinya.
Zcash awalnya diluncurkan pada tahun 2016 sebagai koin berbasis blockchain dengan fitur privasi tinggi.
Baca Juga:Garuda Muda Siap Tempur! Ini Jadwal Laga Timnas Indonesia di SEA Games 2025Harga Emas Antam Melonjak Rp 30.000 Per Hari Ini, Cek Detail Daftar Harganya!
Dimana pengguna bisa memilih alamat transparan (t-address) atau alamat privat (z-address), sehingga dapat membuat transaksi bisa disembunyikan, termasuk identitas pengirim, penerima, dan jumlah uang.
Zcash juga diketaui memakai zero-knowledge proofs (zk-SNARKs), dimana hal ini memungkinkan verifikasi transaksi tanpa mengungkap data sensitif. Mekanisme privasi juga bersifat opsional, artinya pengguna tetap bisa memilih untuk menggunakan transaksi transparan.
Kenapa Zcash saat ini mendadak ramai dan seolah bangkit kembali?
Adanya lonjakan permintaan terhadap privasi membuat Kekhawatiran global mengenai pengawasan digital dan juga data yang akhirnya mendorong investor mencari aset kripto dengan tingkat anonimitas tinggi. Hal ini membuat koin privasi seperti Zcash kembali dilirik.
Menurut laporan, institusi besar dan manajer aset mulai menunjukkan minat pada ZEC, melihatnya sebagai alternatif serius dalam portofolio kripto. Zcash telah melalui proses halving yang mengurangi suplai koin baru, sehingga bila permintaan meningkat, ada potensi apresiasi harga.
Selain itu, penggunaan wallet dan mekanisme transaksi privat meningkat, dimana hal ini membuat aspek utama dari Zcash yaitu privasi, saat ini kembali relevan dengan apa yang dibutuhkan pasar.
Bagi investor di Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara, tentu Zcash bisa menjadi alternatif dan juga solusi yang menarik, terutama jika kamu mencari aset kripto dengan aspek privasi dan potensi pertumbuhan tinggi.
Namun, keputusan investasi ini sebaiknya diiringi juga dengan pemahaman mendalam terhadap teknologi dan risiko kripto. Kamu juga harus siap untuk menghadapi fluktuasi harga dan kewaspadaan terhadap regulasi lokal terkait kripto serta pajak.
Baca Juga:Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026: Catat Tanggal Lengkapnya!Cara Registrasi Internet Rakyat 2025
Untuk investor dengan profil risiko cukup tinggi dan horizon jangka menengah-panjang, ZEC bisa menjadi bagian dari portofolio diversified. Untuk investor dengan preferensi konservatif, tetap perlu berhati-hati.
