Penemuan Langka! Bungan Rafflesia Hasseltii Ditemukan di Sumatera Selatan, Indonesia

skinbea.com/21/ – Pada pertengahan tahun ini, setelah 13 tahun pencarian ilmuwan asal berhasil menemukan menemukan spesies Rafflesia Hasseltii di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan.

Langkanya spesies Rafflesia Hasseltii ini menjadi perhatian khusus dan menjadi perbincangan oleh peneliti di seluruh dunia, bahkan Instagram Oxford University @oxford_uni mengunggah video pencarian tersebut.

Dalam video yang ada, ilmuan yang mencari Rafflesia hasseltii tersebut Dr. Chris Thorogood dari Deputy Director and Head of Science of the University of Oxford Botanic Garden and Arboretum, bersama Deki yang menjadi pemandu turis dalam menemukan bunga langka ini dan beberapa orang lainnya.

Tampak Rafflesia Hasseltii memiliki corak yang berbeda dengan Rafflesia lainnya yang dikenal oleh masyarakat umum, pola putih pada Rafflesia Hasseltii lebih besar dan warnanya cenderung merah maroon dan keunguan, terlihat sangat cantik, dengan diameter 70 sentimeter.

Chris mengungkapkan kekagumannya pada kecantikkan bungan ini, “Saya telah melihat 11 jenis Rafflesia di wilayah Asia Tenggara, dan Rafflesia Hasseltii ini adalah yang terindah.”

Dalam pencarian Rafflesia Hasseltii ini tidak semudah yang dibayangkan, Chris dan Deki harus bisa menghindari begal dan hewan buas yang ada di hutan tempat di mana mereka menargetkan penemuan tersebut.

“Saya tidak akan berani mengajak Chris pergi ke daerah pencarian jika banyak kriminalnya,” ujar Deki.

Selain itu mereka juga memastikan bahwa jalur yang mereka lewati tidak menghalangi tempat di mana Rafflesia akan tumbuh.

Tumbuhan satu bergantung pada tumbuhan inang tertentu. Hal ini membuat populasi bunga Rafflesia hasseltii sangat rentan terhadap kerusakan habitat dan ancaman lainnya.

Penemuan Rafflesia Hasseltii oleh Chris dan Deki tidak akan berhenti di sini, mereka akan terus mengeksplorasi dan melanjutkan penelitiannya di seluruh wilayah Kalimantan Barat dalam waktu dekat.

Kenapa penelitian ini terus berlanjut? Karena menurut Chris yang menjadi kelangkaan Rafflesia adalah tanaman ini tidak bisa digali lalu ditanam di tempat yang lain. Karena “Rafflesia merupakan tanaman parasit yang rapuh, satu-satunya cara melindungi tanaman ini adalah dengan melindungi hutan tempat dia tumbuh,” ujar Chris.

Chris mengungkapkan bahwa orang Indonesia harus beruntung dapat hidup dalam keanekaragaman tanaman ini, bahkan tidak hanya beragam, tetapi mega-ragam. Semoga kita sebagai warga Indonesia dapat menjaga keanekaragaman ini dan belajar dari alam.

Leave a Comment