skinbea.com/21/ – Penemuan Rafflesia Hasseltii berhasil mencuri perhatian, mekar di hutan Sumatra pada 18 November 2025.
Salah satu anggota keluarga Rafflesiaceae, Rafflesia hasseltii memiliki bunga berwarna merah tua dengan beberapa bintik putih. Bunganya saat mekar sempurna dapat mencapai diameter tujuh puluh hingga delapan puluh sentimeter. Bunga ini selalu menarik perhatian masyarakat, peneliti, dan wisatawan karena proses mekarnya yang sangat singkat, hanya 5 hingga 7 hari.
Keistimewaan Rafflesia Hasseltii: Bunga ini hidup sebagai parasit pada tanaman merambat dari genus Tetrastigma. Tidak memiliki akar, batang, atau daun. Tanpa inang, bunga ini tidak dapat tumbuh atau berkembang biak. Selain itu, karena menarik serangga pengurai, seperti lalat, yang berfungsi sebagai penyerbuk alami, bunga ini sering disebut bunga bangkai atau bunga corpse.
Karena bunga ini termasuk salah satu spesies Rafflesia yang paling langka dan sulit ditemukan, penemuan ini sangat penting bagi konservasi.
Di wilayah Hiring Batang Sumi di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Rafflesia Hasseltii mekar. Hasil yang diumumkan pada hari Selasa (18/11/2025) itu langsung menarik perhatian para peneliti karena bunga ini sangat jarang muncul dan selalu menjadi subjek perhatian.
Ahli biologi Chris Thorogood dari Universitas Oxford, bersama pemandu lokal Septian Andriki, menemukan bunga langka yang dilindungi ini. Mereka menemukannya di tengah hutan hujan tropis yang terpencil, di mana harimau juga tinggal. Hanya orang yang memiliki izin khusus dapat memasukinya.
Tim peneliti harus mendaki siang dan malam sebelum akhirnya melihat Rafflesia Hasseltii mekar sempurna pada malam hari. Itu adalah perjalanan yang sulit.
Selama tinggal di Sumatra, Chris Thorogood bahkan menyebut pengalaman tersebut sebagai pertemuan yang mengubah hidupnya. Septian menangis saat melihat bunga mekar dalam dokumentasi video yang tersebar di media sosial. Tangis itu adalah luapan emosi setelah pencarian yang berlangsung selama tiga belas tahun tanpa hasil.
Menariknya, akun Instagram resmi University of Oxford menyebut bunga itu sebagai tanaman yang kemungkinan lebih sering dilihat harimau daripada manusia. Namun, bunga ini hanya mekar beberapa hari sebelum akhirnya layu.
Catatan terakhir pada tahun 2023, ketika Rafflesia Hasseltii ditemukan mekar di kebun warga Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mengikuti temuan terbaru ini.
Rafflesia hasseltii tumbuh di beberapa wilayah hutan Sumatera, terutama di Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Jambi. Namun, deforestasi, alih fungsi lahan, dan perburuan yang tidak bertanggung jawab semakin menempatkan bunga langka ini di bawah bahaya. Banyak bunga yang rusak karena aktivitas wisata yang tidak terkontrol dan penebangan pohon inang yang merupakan habitat alaminya.
Rafflesia adalah simbol penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan dan aset seni Indonesia. Daya Tarik Wisata Pendidikan: Kemunculan Rafflesia hasseltii sering menarik wisatawan lokal maupun asing. Saat ini, banyak hutan menawarkan wisata edukasi konservasi yang memungkinkan masyarakat melihat langsung habitat tanpa merusaknya.
Diharapkan program ini akan mendorong perekonomian lokal dan menjaga bunga langka ini. Harapan Pelestarian: Indonesia, memiliki keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, menghadapi tantangan besar untuk menjaga Rafflesia hasseltii. Untuk menjamin keberlangsungan bunga raksasa luar biasa ini untuk generasi mendatang, pemerintah, peneliti, masyarakat adat, dan komunitas pecinta alam harus bekerja sama.