skinbea.com/21/ – Jika masyarakat Padang bangga dengan hidangan rendang, Cirebon dengan Sega Jamblang, maka masyarakat Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan pun tak kalah bangga dengan kuliner khas bernama Nasi Kasreng.
Sajian masakan sederhana yang biasa dimakan oleh masyarakat sekitar Terminal Luragung untuk sarapan ini sangat disukai juga oleh para pejabat, sampai pernah dijadikan menu makan malam presiden SBY saat kunjungannya ke Kuningan.
Nasi Kasreng yang awalnya hanya menu sarapan para supir angkutan, kernet, kuli serta pedagang di Pasar Luragung.
Lauknya pun sederhana hanya gorengan dengan sambal terasi super pedas untuk menyegarkan mata yang baru terbuka di pagi hari.
Sesuai dengan mamanya, Nasi Kasreng ini diambil dari nama penjualnya yang bernama Kasri dengan menu andalan gorengan bakwan, tempe tepung dan gehu alias toge tahu yang disajikan panas-panas.
Kesuksesan Bu Kasri berdagang nasi Kasreng saat itu terlihat dari banyaknya pelanggan yang datang dan membeli dagangannya. Bahkan dalam hitungan jam saja dagangan itu habis
Hingga akhirnya banyak orang yang meniru jejak Bu Kasri yang berjualan nasi Kasreng sampai keberadaannya kini menjamur tak hanya di wilayah Kecamatan Luragung, tetapi juga di wilayah Kuningan kota.
Nasi, gorengan panas dengan sambal terasi super pedas dan lalapan toge disertai taburan rebon atau udang kecil menjadi ciri khas nasi Kasreng ini.
Kombinasi empat macam menu dengan nasi yang dipincuk kertas itu akan selalu ada di setiap warung Kasreng mendampingi aneka menu masakan lainnya sebagai variasi.
Warung Kasreng banyak dijumpai terutama di pinggir ruas jalan Luragung – Cibingbin atau sekitar 18 KM sebelah timur Kuningan kota.
Hamparan sawah yang hijau dan udara yang sejuk menjadikan kenikmatan tersendiri untuk menikmati hidangan nasi Kasreng ini. Hal ini pula yang menjadi daya tarik dari warung Nasi Kasreng.
Menu yang disajikannya pun bermacam-macam mulai dari pepes ati ampela,tumis jamur, sayur lodeh hingga sop buntut tersedia sesuai selera pelanggan tanpa menghilangkan empat menu utama tadi.
Pembelinya pun kini tak hanya supir-supir angkutan, kerner, ataupun kuli panggul lagi, namun dari berbagai kalangan pun menikmatinya.
Mereka kerap menjadikan nasi Kasreng sebagai menu utama makan siang saat jam istirahat atau sengaja untuk dinikmati bersama keluarga saat liburan.
Meskipun nasi Kasreng ini memiliki banyak peminatnya nasi Kasreng ini tidak menaikan harganya.
Di Setiap menu dipatok harga berkisar antara Rp 3.000 sampai Rp 15.000 saja tergantung jenisnya. Dan untuk satu potong gorengan panas masih Rp. 1.000 saja. Sedangkan sambal lalapan toge hingga taburan rebon atau udang kecil digratiskan sebagai pelengkap.
Kelezatan dan kesederhanaan nasi Kasreng kini telah dikenal luas oleh masyarakat dan menjadi ikon kuliner kebanggaan warga Kuningan.
Bahkan hidangan tersebut sering menjadi santapan utama di acara-acara syukuran, kedinasan termasuk saat menjamu presiden SBY yang ke Kuningan beberapa tahun lalu.
Nasi Kasreng awalnya hanya kreasi sederhana dari Bu Kasri sebagai sumber kehidupannya. Menjual menu sarapan bagi para penghuni Terminal Luragung.
Kini bu Kasri telah tiada, namun namanya abadi melekat sebagai kuliner kebanggaan masyarakat Kuningan. (Tajiron Kahfi)