Kondisi Terkini Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung, Rehabilitasi di Sukabumi, Dilepas di Gunung Ciremai?

skinbea.com/21/ – Kondisi terkini macan tutul yang masuk hotel di Bandung, saat ini masih dalam tahap rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Cikananga, Kabupaten Sukabumi.

Di kandang rehabilitasi sebagaimana dipublikasikan BBKSDA Jawa Barat, macan tutul sudah mulai bergerak aktif pada 13, Oktober 2025.

Siang hari, macan terpantau lebih banyak diam di sudut kandang. Sementara di malam hari terpantau melakukan banyak pergerakan.

“Air minum habis, pakan berupa ayam habis dimakan,” tulis keterangan BBKSDA Jabar.

Selain itu, macan tutul juga sudah mulai menunjukkan respons berupa sikap waspada saat petugas melakukan pengawasan. Hal ini merupakan tanda yang normal dari satwa liar.

Upaya rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan stres yang mungkin dialami individu macan tutul yang sempat masuk ke dalam bangunan hotel yang ada di Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 6, Oktober 2025.

Dugaan sementara, macan tutul jawa tersebut adalah individu yang sempat kabur dari kandang rehabilitasi di Lembang Park & Zoo.

Macan tutul Jawa tersebut berasal dari Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan yang dievakuasi karena masuk ke bangunan gudang bekas balai desa.

Selain tahap rehabilitasi, satwa dilindungi tersebut juga akan dilakukan observasi. Tujuannya untuk memastikan apakah individu tersebut yang berasal dari Kuningan atau bukan.

Bila kondisi sudah memungkinkan, macan tutul Jawa (panthera pardus melas) itu, besar kemungkinan akan dilepasliarkan.

Jauh-jauh hari sebelumnya, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar bahkan sudah meminta agar predator tersebut dilepasliarkan di Gunung Ciremai.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Agus Arianto, Selasa, 7 Oktober 2025 mengungkapkan bahwa kondisi macan tersebut masih dalam pantauan. “Kondisinya masih terus diobservasi di pusat satwa di Cikananga, Sukabumi,” ujarnya.

Diawal rehabilitasi, kondisi macan tutul tersebut memang terlihat lemas. Sebab, ada pengaruh bius saat diamankan. Kemudian setelah itu, menjalani perjalanan panjang ke Sukabumi.

Perjalanan darat ditempuh sekitar pukul 22.00 WIB, 6, Oktober 2025. Tiba di Sukabumi sekitar pukul 06.30 pagi atau sekitar 8,5 jam perjalanan.

Agus menambahkan, di awal-awal satwa tersebut masih menunjukkan respons terhadap perlakuan dari tim medis. Hanya saja, satwa itu belum menunjukkan nafsu makan.

Apakah satwa itu yang kabur dari Lembang Park and Zoo? Pihaknya masih belum dapat memastikan. Karena tim yang dia pimpin jenis kelamin binatang buas tersebut.

Diungkapkan Agus, satwa itu masih dalam proses observasi dan berlangsung di kandang tertutup. Pemeriksaan menyeluruh baru akan dilakukan setelah satwa tersebut dipindahkan ke kandang rehabilitasi.

Namun Pihaknya menduga bahwa satwa yang kini diobservasi di Cikananga ini merupakan individu yang sama. Yakni satwa yang sempat kabur dari Lembang sekitar sebulan lalu.

“Kalau dibandingkan, ukurannya agak besar dari yang waktu di Lembang. Kita nggak tahu pasti, tapi ada dugaan bahwa itu yang sempat kabur dari Lembang. Mungkin saja dia individu yang sama,” katanya.

Tapi lagi-lagi dirinya tak mau terburu-buru menyimpulkan. Masih menunggu hasil observasi. “Tapi nanti hasil observasi medis yang akan memastikan,” sambung dia.

Berapa lama waktu observasi? Dijelaskannya, dia tidak bisa menentukan secara pasti. Durasi observasi sangat bergantung pada kondisi kesehatan satwa dan hasil pemeriksaan tim medis.

“Ya kita nggak bisa nentuin, tergantung tim medis. Kalau memang dia sudah pulih, ya bisa segera dipindahkan ke tahap berikutnya,” tandasya.

Saat ini, dirinya belum boleh masuk ke tempat observasi. “Hanya para medis saja yang bisa melakukan penanganan,” terang Agus lagi.

Dirinya kembali menjelaskan, walau tampak lemah, namun satwa tersebut tidak ditemukan adanya cacat fisi. Hal ini sejauh dari pengamatan awal. “Sejauh penampakan situasi nggak ada,” tegasnya.

Tim medis di Pusat Suaka Satwa Cikananga masih terus melakukan pengamatan intensif terhadap satwa tersebut. BBKSDA Jawa Barat berjanji akan mengumumkan hasil observasi tersebut.

Tentu saja, tambah dia, jika seluruh pemeriksaan selesai dilakukan. Termasuk soal identifikasi jenis, usia, dan kondisi kesehatannya secara keseluruhan.

Satwa yang sekarang diobservasi itu, dimungkinkan satwa yang sama dengan yang kabur dari Lembang Park & Zoo. Jika begitu, berarti itu seekor macan tutul jawa (panthera pardus melas). Satwa itu pernah ngumpet di Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan.

Diduga, macan tutul tersebut sudah 2 hari terakhir berada di dalam balai desa itu. Baru diketahui pagi hari ini, Selasa, 26 Agustus 2025.

Kemudian macan tutul tersebut berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Terdiri dari BBKSDA Jawa Barat, Polres Kuningan, Damkar Kuningan, dan BPBD Kuningan.

Sesuai prosedur, proses evakuasi dilakukan dengan pembiusan. Macan tutul tersebut kemudian dibawa ke Lembang Park & Zoo untuk rehabilitasi sebelum dilepas kembali ke habitatnya.

Recananya, satwa itu akan dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Namun, ketika dalam masa rehabilitasi, justru kabur.

Leave a Comment