Kondisi Terkini Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung, Rehabilitasi di Sukabumi, Dilepas di Gunung Ciremai?

macan tutul masuk hotel di bandung
Update kondisi terkini macan tutul yang masuk hotel di Kota Bandung. Foto: BBKSDA Jabar - MIMBARJUMAT.COM
0 Komentar

MIMBARJUMAT.COM – Kondisi terkini macan tutul yang masuk hotel di Bandung, saat ini masih dalam tahap rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Cikananga, Kabupaten Sukabumi.

Di kandang rehabilitasi sebagaimana dipublikasikan BBKSDA Jawa Barat, macan tutul sudah mulai bergerak aktif pada 13, Oktober 2025.

Siang hari, macan terpantau lebih banyak diam di sudut kandang. Sementara di malam hari terpantau melakukan banyak pergerakan.

Baca Juga:Prospek Karier di Kota Angin: Lowongan Pekerjaan Menarik di MajalengkaPanduan Lengkap Daftar Online Loker PT Nabati Majalengka: Posisi yang Dibuka dan Syarat Lulusan

“Air minum habis, pakan berupa ayam habis dimakan,” tulis keterangan BBKSDA Jabar.

Selain itu, macan tutul juga sudah mulai menunjukkan respons berupa sikap waspada saat petugas melakukan pengawasan. Hal ini merupakan tanda yang normal dari satwa liar.

Upaya rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan stres yang mungkin dialami individu macan tutul yang sempat masuk ke dalam bangunan hotel yang ada di Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 6, Oktober 2025.

Dugaan sementara, macan tutul jawa tersebut adalah individu yang sempat kabur dari kandang rehabilitasi di Lembang Park & Zoo.

Macan tutul Jawa tersebut berasal dari Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan yang dievakuasi karena masuk ke bangunan gudang bekas balai desa.

Selain tahap rehabilitasi, satwa dilindungi tersebut juga akan dilakukan observasi. Tujuannya untuk memastikan apakah individu tersebut yang berasal dari Kuningan atau bukan.

Bila kondisi sudah memungkinkan, macan tutul Jawa (panthera pardus melas) itu, besar kemungkinan akan dilepasliarkan.

Baca Juga:Jalalludin Rumi Tentang Hidup dan Tafsir PsikologiSelf Healing Ala Imam Al Ghazali, Menyembuhkan Lelah Batin

Jauh-jauh hari sebelumnya, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar bahkan sudah meminta agar predator tersebut dilepasliarkan di Gunung Ciremai.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Agus Arianto, Selasa, 7 Oktober 2025 mengungkapkan bahwa kondisi macan tersebut masih dalam pantauan. “Kondisinya masih terus diobservasi di pusat satwa di Cikananga, Sukabumi,” ujarnya.

Diawal rehabilitasi, kondisi macan tutul tersebut memang terlihat lemas. Sebab, ada pengaruh bius saat diamankan. Kemudian setelah itu, menjalani perjalanan panjang ke Sukabumi.

Perjalanan darat ditempuh sekitar pukul 22.00 WIB, 6, Oktober 2025. Tiba di Sukabumi sekitar pukul 06.30 pagi atau sekitar 8,5 jam perjalanan.

Agus menambahkan, di awal-awal satwa tersebut masih menunjukkan respons terhadap perlakuan dari tim medis. Hanya saja, satwa itu belum menunjukkan nafsu makan.

0 Komentar