Bandara Kertajati Disuntik Penyertaan Modal dari APBD Jabar Rp150 Miliar, Diharapkan Beroperasi

skinbea.com/21/ – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kembali mendapatkan suntikan dana segar dari APBD sebesar Rp150 miliar.

Rencananya, penyertaan modal ersebut akan diberikan sebesar Rp50 miliar dari APBD Perubahan Provinsi Jabar 2025 dan Rp100 miliar dari APBD 2026.

Penyertaan modal daerah (PMD) tersebut telah disepakati oleh Pemerintah Provinsi Jabar dan DPRD.

Kesepakatan tersebut merupakan hasil dari pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun anggaran 2025.

Suntikan modal tersebut diharapkan dapat membuat PT BIJB sebagai pengelola dapat mengoptimalkan bandar udara internasional di Kabupaten Majalengka itu.

Ketua Komisi III DPRD Jabar, Jajang Rohana mengungkapkan, penyertaan modal tahap pertama sebesar Rp50 miliar diharapkan dapat menyelesaikan persoalan operasional.

“Untuk tambahan Rp100 miliar di tahun 2025 alokasinya untuk pengembangan,” kata Jajang.

Menurut dia, penyertaan modal ini diharapkan dapat membuat BIJB Kertajati kembali beropasi.

Sebab, Bandara Kertajati kembali vakum setelah sempat kembali melayani penerbangan domestik dan internasional sejak 2024 hingga 2025.

Bandara ini terus mengalami pasang surut dalam operasionalnya. Setelah sempat beroperasi, kemudian berhenti karena kurangnya animo penumpang.

Langkah menutup Bandara Husein Sastranegara juga tidak mampu mendongkrak minat penumpang terhadap bandara yang ada di kota angin itu.

Calon penumpang justru lebih memiliki terbang dari Jakarta Timur yakni Bandara Halim Perdanakusuma karena tersedia transportasi Kereta Cepat Whoosh dari Bandung.

Jajang menambahkan, dukungan anggaran dari APBD Jabar 2025 dan 2026 terebut diharapkan dapat memacu manajemen PT BIJB untuk dapat kembali mengoptimalkan Bandara Kertajati.

Kemudian memulihkan kepercayaan publik terhadap bandar udara internasional yang menjadi kebanggaan dari Provinsi Jabar.

“Ini bisa untuk strategi promosi dan pemberian subsidi tiket. Jadi penerbangan dari Bandara Kertajati bisa lebih kompetitif,” tandasnya.

Ke depannya, Jajang yakin bahwa investasi Pemprov Jabar tidak akan sia-sia ke PT BIJB.

Sebab, bila Bandara Kertajati beroperasi optimal, tentu akan memberikan tambahan pendapatan asli daerah (PAD) yang signifikan bagi Pemprov Jabar.

“Saat ini Bandara Kertajati baru satu rute ke Singapura. Kita mensuport operasional agar bandara ini tidak mati,” tuturnya.

Manajemen PT BIJB juga dituntut lebih atraktif. Sehingga dapat mengoptimalkan fasilitas yang tersedia.

Salah satunya adalah menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat penerbangan umrah dan haji.

Dengan adanya penerbangan ini, diharapkan potensi penumpang yang dilayani Bandara Kertajati terus meningkat.

“Penyertaan modal ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kita paham operasional belum maksimal dan butuh dana yang besar,” bebernya.

Seperti diketahui, belum lama ini ada beberapa investor yang disebut melirik Bandara Kertajati. Salah satu investor tersebut diklaim tertarik untuk menanamkan investasi di layanan penerbangan umrah.

Diharapkan rencana investasi tersebut dapat direalisasikan, karena sudah beberapa kali investor justru batal masuk ke Bandara Kertajati.

Leave a Comment