Boikot Trans7 karena Apa? Ponpes Al Mizan Jatiwangi Sebut Soal Marwah

skinbea.com/21/ – Ajakan boikot Trans7 menggema di media sosial, karena apa? Kalangan santri hingga pondok pesantren (ponpes) ramai menyuarakan ajakan ini.

Mereka juga menuntut ada permohonan maaf dari Trans7 atas tayangan Xpose yang dinilai telah merendahkan marwah Pondok Pesantren Lirboyo.

Pasca penayangan episode tersebut, kalangan santri hingga pondok pesantren bersuara di media sosial dan menggemakan tagar #boikottrans7

Ajakan boikot ini, diiringi dengan tuntutan agar pucuk pimpinan Trans7 menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Mereka juga diminta untuk datang dan bersilaturahmi ke Ponpes Lirboyo untuk menyampaikan permintaan maaf.

Pasca ramai di media spsial, manajemen Trans7 menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Sehubungan dengan tayangan/pemberitaan mengenai Pondok Pesantren Lirboyo yang telah ditayangkan di program Xpose Uncensored Trans7 pada tanggal 13 Oktober 2025. Kami telah melakukan review dan tindakan atas keteledoran yang kurang teliti sehingga merugikan keluarga besar PP Lirboyo,” demikian keterangan tertulis Trans7.

Trans7 juga menyampaikan permohonan maaf kepada segenap kiai, keluarga, pengasuh, santri serta alumni Pondok Pesantren Lirboyo. Khususnya di bawah naungan PP Putri Hidayatul Mubtadiaat.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis keterangan yang dipublikasikan Official Trans7.

Manajemen stasiun televisi swasta tersebut menyampaikan bahwa permohonan maaf telah disampaikan kepada Gus Adib, salah satu putra dari KH Anwar Mansyur.

“Trans7 akan menyampaikan surat permohonan maaf secara resmi pada Selasa pagi ini,” demikian keterangan tertulis itu.

Sementara itu, Di Kabupaten Majalengka, Pondok Pesantren Al Mizan, Kecamatan Jatiwangi menyampaikan keprihatinan dan kecaman keras terhadap tayangan program Xpose.

Tayangan tersebut dinilai telah melecehkan dan merendahkan marwah Pondok Pesantren Lirboyo, sekaligus mencederai kehormatan dunia pesantren di Indonesia.

Ketua Yayasan Al Mizan, H Asep Zaenal Aripin, menegaskan bahwa tayangan tersebut bukan hanya bentuk kesalahan jurnalistik, tetapi juga penghinaan terhadap lembaga pendidikan Islam yang telah berjasa besar bagi bangsa.

“Kami di Al Mizan merasa terluka dan marah. Tayangan itu bukan sekadar menyinggung Lirboyo, tetapi merendahkan seluruh pesantren sebagai institusi pendidikan dan peradaban Islam yang telah melahirkan banyak ulama, kiai, dan tokoh bangsa,” tegas H Asep.

Sebagai wujud solidaritas terhadap Pondok Pesantren Lirboyo dan bentuk tanggung jawab moral terhadap dunia pesantren, ratusan santri Al Mizan Jatiwangi juga menggelar aksi damai di depan kompleks pesantren.

Dalam aksi tersebut, para santri membawa poster dan spanduk berisi seruan moral agar media nasional menghormati pesantren serta meminta Trans7 bertanggung jawab atas tayangan yang dianggap melecehkan itu.

“Aksi para santri ini bentuk cinta mereka terhadap pesantren dan ulama. Mereka tidak ingin pesantren yang selama ini menjadi benteng moral bangsa justru dilecehkan oleh media,” ujar H. Asep menambahkan.

Sebagai tindak lanjut, Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi menyampaikan lima pernyataan sikap resmi:

1. Menuntut Trans7 untuk meminta maaf secara terbuka di hadapan media nasional, baik cetak maupun elektronik, atas tayangan Expose yang telah melecehkan Pondok Pesantren Lirboyo dan dunia pesantren secara umum.

2. Meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas tayangan tersebut karena dianggap mencemarkan nama baik lembaga pendidikan Islam dan menghina institusi yang berperan besar dalam sejarah kebangsaan Indonesia.

3. Mendesak Kementerian Informasi dan Digital (Komdigi) serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mencabut izin tayang program keagamaan Trans7, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

4. Menuntut Trans Corporation bertanggung jawab penuh atas segala dampak negatif yang mungkin timbul akibat tayangan tersebut, baik terhadap pesantren maupun masyarakat luas.

5. Mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh framing dan narasi negatif yang ditampilkan dalam tayangan tersebut, khususnya terkait isu pesantren dan kehidupan keagamaan.

H. Asep Zaenal Aripin menegaskan, pesantren selama ini merupakan benteng moral bangsa yang menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, cinta tanah air, dan semangat kebangsaan. Oleh karena itu, setiap upaya yang merusak citra pesantren harus dilawan secara bersama-sama.

“Kami mendukung langkah hukum dan moral yang ditempuh keluarga besar Lirboyo serta seluruh pesantren di Indonesia. Ini bukan hanya soal kehormatan satu pesantren, tetapi marwah seluruh pesantren di negeri ini,” pungkasnya.

Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi menyerukan agar seluruh elemen masyarakat tetap tenang namun tegas dalam menyikapi kasus ini, serta memperkuat solidaritas antarpesantren untuk menjaga martabat dan peran pendidikan Islam di Indonesia.

Leave a Comment