skinbea.com/21/ – Terasering Panyaweuyan itu kayak harta karun di atas bukit, dan dataran tinggi Kabupaten Majalengka seolah menyembunyikannya dengan sangat apik.
Untuk sampai ke permadani hijau yang luar biasa indah di kaki Gunung Ciremai ini, kita mesti melewati rute yang lumayan bikin deg-degan.
Jujur saja, perjalanannya itu sama serunya dengan pemandangan di sana! Yuk, kita bedah jalur petualangan yang bikin penasaran ini.
Start Awal Mau Lewat Mana?
Intinya, Panyaweuyan ada di daerah Argapura. Karena nggak ada angkutan umum yang nyampe sana, kita wajib bawa kendaraan sendiri. Nah, rute awalnya beda-beda tergantung kita datang dari mana.
Dari Tol Cipali
Kalau Kamu datang dari Jakarta, Bandung, atau Cirebon via tol, ini cara paling cepet:Keluar Tol Pilih Kertajati. Lanjutannya Dari situ, Anda tinggal gaspol menuju Kota Majalengka dan langsung cari arah ke Kecamatan Argapura.
Gaya Jalur Awalnya smooth kayak jalan tol, tapi begitu masuk Majalengka dan mulai naik ke gunung, siap-siap aja ketemu belokan dan tanjakan yang mulai “nakal”.
Dari Kota Majalengka (Pilihan Rute Lokal)
Kalau Kamu udah ada di kota Majalengka, ada dua jalur yang sering dipakai:
Jalur Cigasong (Pilihan Santai Buat Mobil) Biasanya disarankan kalau bawa mobil keluarga. Dari Bundaran Cigasong ambil arah Maja. Jalannya lumayan lebar, jadi nggak terlalu stres kalau papasan.
Jalur Sukahaji (Potong Kompas) Rute ini lebih cepat tapi lebih sempit dan tikungannya lebih tajam. Cocok buat yang udah terbiasa bawa motor atau mobil kecil dan mau cepet sampai.Ujian Sebenarnya Manuver di Argapura, Inilah inti dari petualangan ini. Setelah Anda melewati area Argapura, jalurnya langsung berubah 180 derajat.
Jalur Pendakian yang Bikin Ngegas Di sini, jalanan bukan cuma miring, tapi super curam. Anda harus benar-benar yakin dengan kondisi mesin dan kemampuan Anda mengendalikan setir.
Tanjakan “Ngajak Berantem”: Seringkali tanjakannya lumayan panjang dan terjal. Wajib banget pakai gigi rendah biar mesin kuat narik dan nggak ngeden. Tikungan Tajam Jalanan meliuk-liuk mengikuti punggung bukit. Jangan ngebut! Fokus dan antisipasi kendaraan dari arah berlawanan itu penting banget.
Bagian yang paling mendebarkan adalah kilometer terakhir saat mendekati Desa Sukasari Kidul:Jalanan Secuil Lebar jalan bisa tiba-tiba menyempit banget, kadang cuma cukup buat satu mobil.
Di momen inilah kesabaran Anda diuji, apalagi kalau lagi ramai. Saling ngalah itu kunci. Kenapa Motor Juaranya? Karena jalurnya yang sempit dan curam, motor jauh lebih direkomendasikan.
Dia lebih lincah dan nggak pusing mikirin mau parkir di mana. Atmosfer Subuh Kalau Anda niat banget ngejar sunrise, jalur di pagi buta sering diselimuti kabut tebal. Anda harus jalan pelan banget karena jarak pandang minim, tapi sensasi petualangannya jadi makin terasa!
Jalur ke Panyaweuyan ini memang menantang, tapi justru itu yang bikin ceritanya seru! Anggap saja setiap belokan curam dan tanjakan tinggi adalah level up sebelum Anda mendapatkan reward berupa pemandangan indah yang nggak ada duanya.
Pokoknya, gas! Siapkan nyali, dan nikmati setiap momen dalam perjalanan menuju permadani hijau Majalengka.