skinbea.com/21/ – Tahun 2025 menjadi momen istimewa bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merayakan Hari Ulang Tahun ke-80. Delapan dekade bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah institusi yang lahir dari rahim perjuangan bangsa.
Tema peringatan kali ini, “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju,” bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan sebuah penegasan tentang jati diri dan komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mengabdi kepada rakyat.
TNI dan Sejarah Perjuangan Bangsa
TNI lahir dari situasi bangsa yang penuh gejolak pada masa mempertahankan kemerdekaan. Berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), kemudian berkembang menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI), hingga akhirnya menjadi TNI seperti yang kita kenal hari ini. Perjalanan panjang itu menegaskan satu hal: TNI adalah anak kandung rakyat.
Dalam setiap fase sejarah, TNI selalu hadir. Saat bangsa berjuang mempertahankan kemerdekaan, TNI berdiri di garis depan melawan agresi militer Belanda. Saat bangsa menghadapi ancaman separatisme, TNI berkorban demi persatuan.
Bahkan ketika bangsa menghadapi bencana alam, TNI selalu sigap turun tangan memberikan bantuan. Sejarah panjang ini menjadi bukti bahwa TNI tidak pernah lepas dari denyut nadi kehidupan bangsa Indonesia.
Makna Tema: “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”Tema HUT ke-80 tahun 2025 sarat makna yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
Pertama, “TNI Prima”. Kata “prima” berarti terbaik, unggul, dan tangguh. TNI dituntut untuk selalu siap menghadapi ancaman, baik yang datang dari luar maupun dalam negeri. Di era modern, ancaman tidak lagi hanya berbentuk serangan militer konvensional.
Ancaman siber, terorisme, penyelundupan narkoba, hingga konflik geopolitik di kawasan Asia Tenggara menjadi tantangan baru. Untuk itu, TNI dituntut terus bertransformasi menjadi organisasi yang profesional, modern, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kedua, “TNI Rakyat”. Frasa ini menegaskan bahwa TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan untuk kepentingan rakyat. Hubungan harmonis antara TNI dan rakyat adalah modal sosial yang sangat penting. Tanpa dukungan rakyat, TNI tidak akan kuat.
Sebaliknya, rakyat akan merasa terlindungi dan percaya diri ketika TNI benar-benar hadir di tengah-tengah mereka. Inilah yang membuat TNI berbeda dengan militer di banyak negara lain.
Ketiga, “Indonesia Maju”. Visi besar bangsa ini adalah menjadi negara maju yang berdaulat, adil, dan makmur.
Untuk mencapai itu, keamanan dan pertahanan adalah syarat utama. Tanpa stabilitas, pembangunan tidak akan berjalan. Karena itulah, TNI menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia emas 2045.TNI di Era Modern: Antara Tantangan dan Harapan
Perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi TNI. Misalnya, dalam bidang pertahanan udara dan laut, TNI kini dituntut menguasai teknologi drone, satelit, hingga sistem pertahanan siber. Di sisi lain, TNI juga harus mengantisipasi ancaman non-tradisional seperti perubahan iklim, pandemi, dan konflik sumber daya.
Namun, TNI bukan hanya soal kekuatan senjata. Dalam kehidupan sehari-hari, kita melihat peran TNI yang sangat dekat dengan masyarakat. Mulai dari program TNI
Manunggal Membangun Desa (TMMD), penanganan bencana alam, hingga mendukung kegiatan sosial dan kesehatan masyarakat. Kehadiran TNI membuat rakyat merasa aman sekaligus terbantu dalam mengatasi berbagai persoalan.
Harapan ke depan, TNI tidak hanya menjadi pasukan yang disegani di kawasan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam diplomasi pertahanan. Sebab, dalam dunia yang semakin terhubung, kekuatan militer saja tidak cukup.
Dibutuhkan kemampuan membangun kerja sama internasional, menjaga perdamaian, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Hubungan TNI dan Generasi Muda
Dalam peringatan HUT ke-80 ini, generasi muda perlu ikut merefleksikan peran TNI dalam kehidupan bangsa. Anak-anak muda Indonesia hidup di era digital yang serba cepat dan terbuka. Mungkin sebagian ada yang merasa TNI hanya sebatas pasukan berseragam yang berbaris rapi dalam upacara.
Padahal, TNI punya peran lebih luas. TNI bisa menjadi teladan disiplin, ketangguhan, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini sangat penting ditanamkan kepada generasi muda yang akan memegang estafet kepemimpinan bangsa. Melalui kegiatan bela negara, pendidikan Pancasila, hingga kolaborasi dalam berbagai bidang, generasi muda bisa lebih mengenal dan dekat dengan TNI.
TNI dan Pembangunan Nasional
Kontribusi TNI dalam pembangunan nasional sering kali tidak terlihat secara kasat mata, tetapi dampaknya nyata. Misalnya, ketika TNI membantu membangun infrastruktur di daerah terpencil melalui TMMD. Jalan yang tadinya sulit dilalui, kini terbuka. Hal ini tentu memperlancar perekonomian masyarakat.
Selain itu, TNI juga aktif dalam menjaga keamanan laut Indonesia yang luas. Dengan hadirnya TNI Angkatan Laut, kegiatan illegal fishing bisa ditekan. Hal ini bukan hanya melindungi kedaulatan negara, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi penopang ekonomi rakyat.
Menatap Masa Depan TNI
Dalam usianya yang ke-80, TNI sudah matang sebagai sebuah institusi. Namun, tantangan ke depan tidaklah ringan. Modernisasi alutsista, peningkatan kualitas prajurit, dan penguatan kerja sama internasional adalah hal-hal yang tidak bisa ditunda.
Pemerintah tentu punya peran penting dalam mendukung hal ini. Anggaran pertahanan yang memadai, dukungan kebijakan, serta peningkatan kesejahteraan prajurit adalah bentuk apresiasi terhadap pengorbanan TNI. Sebab, bagaimana pun juga, prajurit TNI adalah manusia biasa yang punya keluarga, cita-cita, dan pengorbanan besar bagi bangsa.
TNI dan Harapan Indonesia
Delapan puluh tahun perjalanan TNI adalah delapan puluh tahun perjalanan bangsa. TNI telah membuktikan diri sebagai garda terdepan dalam menjaga NKRI. Dengan semangat “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju,” kita semua berharap TNI akan terus menjadi kekuatan yang tangguh, profesional, dan dekat dengan rakyat.
Sebagai rakyat, kita pun punya tanggung jawab untuk mendukung TNI. Dukungan itu tidak harus selalu dalam bentuk besar, tetapi bisa dimulai dari hal kecil seperti menaati aturan, menjaga persatuan, dan menghargai pengorbanan para prajurit.
TNI adalah kita, dan kita adalah TNI. Bersama-sama, rakyat dan TNI akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan makmur. Di usia yang ke-80 ini, semoga TNI tetap jaya, tetap manunggal dengan rakyat, dan tetap menjadi benteng kokoh bagi NKRI tercinta.
Penulis: Muhamad Hijar Ardiansah, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.