skinbea.com/21/ – Banyak orang datang ke pantai hanya untuk berenang atau sekadar berfoto, lalu pulang. Tapi kalau kamu ke Pantai Santolo di Garut Selatan, siap-siap betah lebih lama.
Bukan cuma karena pasir putih dan laut biru, tapi karena ada banyak hal unik yang bikin Santolo jadi destinasi yang “hidup” buat wisatawan di Kabupaten Garut.
Pantai Santolo memang terkenal dengan ombaknya yang relatif tenang dibanding pantai lain di selatan Jawa Barat. Inilah alasan kenapa wisatawan suka jalan-jalan santai di bibir pantai, menikmati sunrise, hingga bermain pasir bersama keluarga. Tapi di balik itu, ada aktivitas yang jarang diulas yaitu menyaksikan langsung aktivitas nelayan tradisional.
Sejak pagi buta, wisatawan bisa melihat perahu kecil diturunkan ke laut, nelayan menarik jaring, bahkan ikut naik perahu untuk sekadar berkeliling. Pengalaman ini memberi kesan autentik, bukan sekadar wisata pantai biasa.
Bagi pecinta kuliner, Santolo juga surganya seafood segar. Di warung-warung sederhana di sepanjang pantai, wisatawan bisa memilih ikan, udang, atau cumi yang baru saja ditangkap nelayan, lalu dimasak sesuai selera seperti dibakar, goreng, atau kuah pedas.
Rasanya? Tentu saja lebih segar, plus harganya lebih bersahabat dibanding restoran kota. Momen makan ikan bakar sambil mendengar suara deburan ombak adalah pengalaman yang tidak bisa digantikan.
Tidak berhenti di situ, Pantai Santolo juga punya spot foto ikonik berupa jembatan kecil yang menghubungkan daratan utama dengan pulau karang di depannya.
Saat air pasang, jembatan ini terlihat dramatis dengan ombak yang menghantam di bawahnya. Sedangkan saat surut, wisatawan bisa berjalan kaki menyusuri karang sambil mencari biota laut kecil yang terjebak di genangan air.
Soal penginapan, jangan khawatir. Di sekitar pantai tersedia banyak homestay dan penginapan sederhana dengan tarif ramah di kantong, cocok untuk wisatawan yang ingin bermalam.
Bagi pencinta suasana tenang, menginap di sekitar Santolo memberi kesempatan menikmati malam dengan langit penuh bintang, sesuatu yang jarang didapat di perkotaan.
Tiket masuknya pun murah, hanya sekitar Rp10.000 per orang. Dengan fasilitas parkir, mushola, toilet, hingga perahu wisata, rasanya harga itu lebih dari sepadan. Belum lagi, akses ke Santolo kini lebih mudah ditempuh lewat jalur Garut–Pameungpeuk dengan perjalanan sekitar 3–4 jam dari pusat kota Garut.
Jadi, buat kamu yang ingin liburan ke pantai dengan suasana santai, ramah keluarga, penuh aktivitas seru, dan makanan enak, Santolo bisa jadi pilihan utama.
Datanglah lebih pagi, nikmati keseharian nelayan, coba seafood segar, lalu tutup dengan sunset yang magis. Percaya deh, Santolo bukan cuma pantai untuk singgah, tapi pantai untuk benar-benar tinggal lebih lama.