Situ Wanayasa, Wisata Alam yang Bukan Hanya Indah Tetapi Juga Bersejarah!

skinbea.com/21/ – Situ Wanayasa merupakan danau alam seluas 7 Hektar dan berada di ketinggian 600 mdpl menjadikan udara disekitar situ sejuk nan segar dengan berlatar belakang panorama Gunung Burangrang.

Lokasi dari Situ Wanayasa sendiri terletak di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta.

Yang menjadi daya tarik utama dari Situ Wanayasa adalah keberadaan pulau kecil di tengah danau, warga menyebutnya Pasir Mantri atau Penclut Pasir Mantri.

Nama Pasir Mantri atau Penclut Mantri ini merujuk pada keberadaan makam di pulau kecil dimana pendiri Purwakarta yaitu Raden Ajeng Suriawinata dan para ulama besar termasuk Kyai Ageung yang menyiarkan ajaran islam di daerah Wanayasa.

Sejarah Situ Wanayasa

Nama “Wanayasa” sendiri berasal dari Bahasa Sunda yaitu “wana” yang berarti hutan dan “yasa” berarti membangun, jika disatukan bermakna “pembangunan di hutan”. Nama ini mencerminkan sejarah awal daerah ini yang dulunya masih hutan lebat, hingga akhirnya menjadi permukiman dan dan pusat pemerinntahan lokal.

Era Kolonial Belanda

Pada Era Kolonial Belanda, kawasan Wanayasa merupakan salah satu daerah penting dalam tatar Priangan. Pada awalnya, Situ Wanaya ini hanya danau alami bisa yang kemudiam mulai ditata dan dipandang penting oleh pemerintah kolonial, bahkan di sekitar danau juga pernah berdiri rumah-rumah pejabat pemerintah Kolonial Belanda.

Makam Raden Suriawinata

Di tengah Situ Wanaya ini terdapat sebuah pulau kecil yang disebut sebagai Pasir Mantri atau Penclut Pasir Mantri yang menjadi makam Raden Suriawinata. Raden Suriawinata merupakan seorang tokoh penting dalam sejarah berdirinya Purwakarta dan pernah menjabat sebagai penguasa daerah di wilayah Wanayasa.

Raden Suriawinata dikenal sebagai salah satu keturunan bangsawan dari Kerajaan Sumedang Larang yang meninggal pada Tahun 1827 dan dimakamkan di Pasir Mantri Wanayasa dan menjadikan makam ini sebagai situs ziarah yang banyak dikunjungi masyarakat.

Makam Kyai Ageung

Di Penclut Pasir Mantri ini juga terdapat puluhan makam leluhur dan ulama besar Purwakarta. Tercatat ada sekitar 33 makam, yang salah satu nya adalah Kyai Ageung atau Raden Tisna Direja bin Tirta Nagara.

Kyai Ageung dikenal sebagai pendiri Pesantren Saung Agung dan penyebar ajaran Islam di Wanayasa sejak tahun 1586. Beliau berasal dari Banten dan memiliki sekitar 100 santri. Setelah wafat pada 1603 dan dimakamkan di Pasir Mantri yang kini menjadi lokasi ziarah masyarakat.

Pusat Aktivitas Masyarakat

Selain sebagai tempat wisata, Situ Wanayasa dulu juga berperan sebagai sumber air dan pengairan bagi pertanian masyarakat sekitar. Danau ini sangat penting dalam sistem irigasi lokal dan fungsinya tetap terjaga hingga saat ini.

Tempat Wisata dan Pelestarian

Saat ini Situ Wanayasa telah dikembangkan menjadi objek wisata yang menawarkan panorama alam, wisata perahu, kuliner lokal serta wisata sejarah dan religi. Pemerintah dan masyarakat setempat berupaya untuk melestarikan keasrian dan nilai historinya.

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas yang Tersedia

Biaya Parkir: Motor Rp 2.000 dan Mobil Rp 5.000 (Tidak ada HTM)

Jam Operasional: Buka Setiap Hari (24 Jam)

Fasilitas yang Tersedia:

  1. Kafe
  2. Mushola
  3. Toilet
  4. Area parkir
  5. Wahana Sepeda Air Bebek
  6. Spot foto

Itu lah tadi Situ Wanayasa, bukan sekedar tempat wisata biasa tetapi juga menyimpan sejarah dan religi didalamnya. Apakah kamu tertarik untuk berkunjung kesini?

Leave a Comment