skinbea.com/21/ – Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) diperkenalkan oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
Salah satu tujuannya adalah menjadi solusi disparitas penentuan hari dimulainya ibadah, khususnya Ramadan dan Idul Fitri atau Syawal.
Kendati demikian, di Indonesia KHGT belum sepenuhnya digunakan. Namun PP Muhammadiyah telah mencanangkan implementasinya pada 2026 mendatang.
Hal tersebut diumumkan oleh PP Muhammadiyah. Sekaligus menyampaikan informasi mengenai penentuan 1 Ramadan 2026.
Lalu, apa itu Kalender Hijriah Global Tunggal?
Dilansir dari laman resmi KHGT, Kalender Hijriah Global Tunggal adalah kalender yang berlaku seragam di seluruh dunia.
Kalender inni dibuat berdasarkan hisab hakiki kontemporer dan aspek astronomi.
Adapun hisab hakiki kontemporer adalah penentuan awal bulan yang dilakukan dengan perhitungan astronimi.
Dasar-dasar sains dalam perhitungan ini, membuat hisab hakiki kontemporer dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.
Bahkan, tidak hanya melakukan perhitungan, hisab hakiki kontemporer juga turut mencantumkan peta hingga visibilitas hilal termasuk metode yang digunakan.
Kini KHGT juga sudah bisa diakses secara digital lewat laman khgt.muhammadiyah.or.id sehingga masyarakat dapat secara langsung terinformasi.
Di laman tersebut, terdapat beberapa fitur seperti jadwal waktu salat, hingga koversi penanggalan hijrian ke masehi.
Tampilan yang informatif dan interface familiar membuatnya sangat mudah dipahami.
Latar Belakang Kalender Hijriah Global Tunggal
Keberadaan kalender ini tidak lepas dari seringnya terjadi polemik mengenai penentuan awal ibadah utama seperti Ramadan dan Syawal atau Idul Fitri.
Adanya perbedaan dan polemik yang terus menerus, dikhawatirkan dapat menyulut keregangan antar umat Islam.
Sekaligus mencegah terjadinya kebingungan pada masyarakat dalam mengikuti penentuan awal Ramadan dan Syawal.
Perbandingan Pandangan Fikih Mathla
Ikhtilāf al-Maṭāli‘ (Lokal/Regional)
Rukyat di suatu wilayah hanya berlaku untuk wilayah itu dan sekitarnya. Didukung oleh hadis Kuraib. Diadopsi oleh NU dalam konteks nasional (wilāyat al-ḥukmī).
Ittihād al-Maṭāli‘ (Global)
Rukyat di mana pun di bumi berlaku untuk seluruh dunia. Menjadi dasar KHGT. Didukung oleh universalitas ayat “lin-nās” dan semangat persatuan umat.
Metodeologi KHGT
Disampaikan di laman KHGT bahwa metodologi yang digunakan berdasarkan pada prinsip, syarat dan parameter syariah maupun sains.
Sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan dan KHGT bisa menjadi kalender Islam yang seragam serta berlaku di seluruh dunia.
Adapun prinsip dari KHGT adalah menggunakan hisab atau perhitungan dalam penentuan awal bulan.
Sebab, hisab memiliki kedudukan yang sama dengan metode rukyat.
Hisab merupakan sebuah metode yang sah dan sesuai dengan sunah, merujuk pada hadist.
Kemudian hisab juga dipandang dapat memberikan kepastian dan akurasi yang tinggi. Sehingga hisab selalu didahulukan daripada rukyat.
Penggunaan metode hisab membuat kalender dapat diproduksi, karena dapat diketahui penanggalan hingga jauh ke depan.
Sementara rukyat tidak memungkinkan untuk dibuat menjadi kalender, karena hanya bisa diketahui pada H-1 sebelum awal bulan.
Hal tersebut membuat rukyat menjadi mustahil untuk dibuat menjadi kalender.
Nah itulah penjelasan mengenai Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT yang bisa menentukan penanggalan jauh ke depan, bahkan sampai 350 tahun.