skinbea.com/21/ – Alquran tidak secara spesifik menyebut kata teknologi dalam ayat maupun terjemahan.
Apakah benar terkait dengan persepsi bahwa Islam tidak mendukung sains dan teknologi?
M Quraish Shihab mengungkapkan pandangannya terhadap persepsi tersebut.
Menurut dia, teknologi lahir dari pengamatan terhadap fenomena alam.
“Allah mengatakan dalam Alquran, bahwa Allah menundukkan buat kamu apa yang ada di langit dan di bumi,” katanya.
Kemudian dilanjutkan; “Allah memerintahkan kamu untuk memperhatikan alam raya.”
“Allah juga memerintahkan untuk membaca dan meneliti.”
Dijelaskan Quraish Shihab, perintah-perintah ini, kalau diterapkan, itulah yang menghasilkan teknologi.
Sebab, teknologi adalah kemampuan manusia menciptakan alat melalui pengetahuannya. Sehingga alam raya ini, bagaikan tunduk kepadanya.
"Keterbatasan pandangan manusia, melalui teknologi bisa melebar dan meluas," katanya di Acara Shihab & Shihab, dikutip skinbea.com/21/, Kamis, 25, September 2025.
Persepsi Islam Tidak Mendukung Teknologi
Menurut Quraish Shihab, persepsi bahwa Islam tidak mendukung teknologi tersebut jauh dari kebenaran.
“Kita lihat kemajuan peradaban Islam itu, jauh sebelum Eropa. Bahkan Eropa pada saat itu, masih dalam kegelapan,” tuturnya.
Perkembangan peradaban Islam justru yang merambat sampai ke Eropa. Bedanya, di timur berhenti berkembang, tetapi di Eropa terus melaju.
“Itulah yang menyebabkan kita ketinggalan,” tuturnya.
Direktur Artificial Intelligence Literacy and Innovation Institute (ALII) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Khodijah Hulliyah PhD menjelaskan, Islam pernah berada di garis depan peradaban ilmu pengetahuan.
“Islam memandang ilmu bukan sekadar alat memahami dunia fisik, tetapi mengenal Tuhan,” katanya di laman Kemenag.
Menurut dia, dalam isi Alquran banyak kata yang berasosiasi dengan sains dan teknologi.
Tuhan mengajak manusia berpikir, meneliti dan merenungkan ciptaan-Nya.
Kata ‘ilmu’ misalnya, disebut lebih dari 800 kali dalam Alquran. Oleh karena itu, pastilah perihal ilmu ini, menjadi sesuatu yang mendapatkan penekanan.
Tidak hanya ilmu, Alquran juga banyak mengulas mengenai nilai kejujuran, amanah, keadilan dan tanggung jawab seosial.
Bila dikaitkan, ilmu sains dalam Islam harus bertanggung jawab, menjunjung tinggi etika, dan nilai kemanusiaan.
Dalam sejarah peradaban Islam, beberapa ilmuwan terkemuka juga pernah dilahirkan.
Misalnya Al Khawarizmi dari bidang matematika, Ibnu Sina di bidang kedokteran, Al Haytham di bidang optik, Al Biruni di bidang astronomi.
Para ilmuwan muslim tersebut membawa kemajuan dan teknologi Islam berada di garis depan, sebelum perkembangan di Eropa.
Apa yang dicetuskan para ilmuwan Islam tersebut kemudian menjadi ispirasi bagi Eropa saat mereka memasuki era Renaissance.
Di masa kini, apa yang menjadi pemikiran, teori dan temuan para ilmuwan muslim juga banyak yang diterapkan.
Al Khawarizmi misalnya, mewariskan dasar dari teknologi informasi, bahkan algoritma sekalipun.
Kemudian Al Haytham yang masih digunakan dalam dunia optik. Belum lagi istilah sains yang masih merujuk pada Bahasa Arab seperti, aljabar, alkohol, alkali, nadir, zenith, dan lainnya.