Rasa Pindang Gombyang Manyung : Mengenal Sajian Andalan Indramayu

skinbea.com/21/ – Pecinta kuliner seafood atau makanan laut tidak boleh terlewat dengan kuliner khas Kabupaten Indramayu yakni pindang gombyang manyung.

Pindang Gombyang Manyung, makanan khas yang berbahan dasar kepala ikan laut segar dan sudah jadi kebanggaan warga setempat.

Kalau berkunjung ke Indramayu, khususnya ke Desa Karangsong atau Desa Tambak, Anda bisa dengan mudah menemukan hidangan ini.

Banyak rumah makan di sekitar pesisir yang menyajikan Pindang Gombyang Manyung sebagai menu utama.

Resep masakan ini bukanlah hal baru bagi masyarakat Indramayu.

Cara memasaknya sudah dikuasai sejak puluhan tahun lalu dan diwariskan turun-temurun, sehingga cita rasanya tetap terjaga hingga sekarang.

Yang membuatnya unik, bahan utama pindang ini adalah kepala ikan manyung. Bagian ini dulunya sering terbuang atau dijual murah, karena kebanyakan orang hanya memanfaatkan dagingnya untuk dibuat ikan asin jambal.

Kata “gombyang” sendiri mengacu pada kuahnya yang berlimpah. Jadi, ikan manyung dimasak dengan kuah segar seperti sup, sehingga menghasilkan sajian berkuah hangat yang pas dinikmati kapan saja.

Sejarahnya, Pindang Gombyang Manyung pertama kali dimasak para nelayan. Mereka mengolah kepala ikan saat musim paceklik, ketika hasil laut berkurang, agar tetap bisa menyajikan makanan bergizi untuk keluarga.

Proses memasaknya memang tidak bisa sembarangan. Kepala ikan harus dibersihkan dengan baik, terutama bagian insang yang penuh lendir, karena jika tidak akan membuat masakan terasa amis.

Setelah itu, kepala ikan dipotong dua bagian lalu direbus hingga dua jam lamanya. Selama perebusan, airnya diganti dua kali untuk memastikan bau amis hilang sepenuhnya.

Saat proses memasak, berbagai bumbu rempah khas Nusantara dimasukkan, seperti daun salam, sereh, kunyit, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan garam. Semua bumbu ini membuat kuahnya semakin harum dan gurih.

Ketika matang, kepala ikan disajikan dalam mangkuk besar dengan kuah hampir meluber. Taburan tomat dan daun bawang segar di atasnya membuat tampilannya semakin menggoda.

Cita rasa pindang ini gurih, segar, sedikit manis, dengan aroma rempah yang khas.

Menyantapnya pun jadi pengalaman tersendiri, karena daging ikan harus dicari di sela-sela tulang kepala.

Untuk mendapatkan bagian yang tersembunyi harus menyedot langsung dari tulang ikannya atau mencukilnya dengan garpu.

Di situlah letak sensasi enaknya yang tidak ada tandingannya.

Artikel ini ditulis oleh Sanita Febriana, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Leave a Comment