<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Mimbar Jum'at</title>
	<atom:link href="http://mimbarjumat.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mimbarjumat.com</link>
	<description>Kumpulan artikel selebaran media jum'at</description>
	<pubDate>Thu, 06 May 2010 15:46:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perkawinan dengan Saudara Angkat dan Sesusuan</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1160</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1160#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 15:46:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Al-Huda]]></category>

		<category><![CDATA[Syariat]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1160</guid>
		<description><![CDATA[Jadi kami berdua adalah saudara sepersusuan yang haram untuk menjadi suami isteri. Benarkah demikian ustadz? Sebagai saya ceritakan diawal surat pertanyaan yaitu adik pernah menyusu dengan mama selama sekitar sepuluh hari]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1161" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2010/04/perut-tidak-bebas-masalah/"><img class="size-full wp-image-1161" title="saudara" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2010/05/saudara.jpg" alt="saudara" width="230" height="151" /></a><p class="wp-caption-text">saudara</p></div>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Saya bersaudara kandung empat orang. Tiga laki-laki dan satu perempuan. Saya anak tertua berumur 28 tahun. sementar adik kecil, laki-laki berumur 21 tahun.</p>
<p>Disamping kami empat saudara kandung, ayah ibu kami mempunyai seorang anak angkat perempuan yang umurnya dua minggu lebih tua dari umur adik saya yang palihg kecil. Adik angkat itu adalah seorang perempuan.</p>
<p>Adik angkat tersebut sebenarnya adalah anak bibi saya, yaitu anak dari adik ibu saya sendiri. Ibunya meninggal dunia ketika adik angkat saya (yang juga saudara sepupu saya itu) masih berumur tujuh bulan. Yaitu ketika adik tersebut masih menyusu.</p>
<p>Karena itu, dimasa kecil adik angkat saya itu pernah disusukan oleh ibu saya. Tapi tidak lama, yaitu sekitar 10 hari, karena ternyata adik tidak cocok dengan susu ibu, sehingga jatuh sakit, dan kemudian semenjak itu adik disusukan dengan susu formula dan juga susu sapi.</p>
<p><span id="more-1160"></span>Tapi kenyataannya, kira-kira ada selama 10 hari adik tersebut pernah <a title="menyusui" href="http://masalahkesehatanwanita.blogspot.com/2010/01/menyusui.html" target="_blank">menyusu</a> dengan ibu, sekalipun tidak mengenyangkan, karena ternyata pada diri adik ada reaksi menolak terhadap air susu ibu, yang mengakibatkan setelah sepuluh hari adik tidak lagi disusukan oleh ibu.</p>
<p>Karena umurnya yang sebaya dengan adik saya yang paling kecil, mereka berdua jadinya seperti saudara kembar. Dan dahulu memang banyak orang yang selalu bertanya : &#8220;kembar ya?&#8221;.</p>
<p>Dan kami dengan enteng saja menjawab ringan : &#8220;Ya kembar&#8221; Sehingga kedua adik tersebut sampai sekarang mereka merasa benar-benar sebagai anak kembar. Apalagi foto-foto mereka berdua ketika kecil selalu bersamaan dan sepertinya kompak sebagaimana anak kembar saja.</p>
<p>Hubungan kami berlima selama ini baik-baik saja seperti layaknya kakak dengan adik. Tapi setahun terakhir ini perhatian saya dengan adik tersebut menjadi lain, yaitu perhatian seorang laki-laki kepada seorang perempuan.</p>
<p>Dan adik juga seperti mempunyai rasa yang sama. Kami berdua saling jatuh cinta. Dan saling mencintai. Hal tersebut akhirnya menjadi &#8220;geger&#8221; di dalam keluarga. Papa dan mama jadi blingsatan. Karena bingung bagaimana mungkin? Karena bagi papa dan mama kami adik sudah dirasakan oleh mereka berdua sebagai anak kandung saja.</p>
<p>Terus terang saya sendin juga jadi bingung dengan perkembangan percintaan ini. Juga adik sebenarnya sama bingungnya. Jalan yang paling mudah kami membunuh rasa cinta itu. Tapi itulah yang berat, makin kami tekan, makin tidak dapat. Bahkan cinta kami menjadi semakin kuat.</p>
<p>Karena itu ustadz saya mulai bertanya-tanya kepada beberapa orang yang tahu agama, ustadz di pengajian. Pada umumnya mereka memberikan keterangan bahwa adik angkat itu bukanlah mahram.</p>
<p>Baik bukan mahram saya, juga sebenarnya bukan mahram bagi ayah saya. Sehingga secara hukum katanya boleh anak angkat itu kawin dengan ayah saya. Juga boleh kawin dengan saya. Betulkah demikian ustadz?</p>
<p>Kalau begitu bagaimana sebenarnya hubungan antara anak angkat dan orang tua angkat di dalam agama Islam? Juga bagaimana hubungannya dengan saudara-saudara angkat.</p>
<p>Tapi ada ustadz juga yang menyatakan bahwa adik itu adalah mahram saya, bukan dikarenakan adik angkat, tapi dikarenakan sepersusuan. Karena saya menyusu dengan mama saya. Juga adik angkat pernah menyusu dengan mama saya.</p>
<p>Jadi kami berdua adalah saudara sepersusuan yang haram untuk menjadi suami isteri. Benarkah demikian ustadz? Sebagai saya ceritakan diawal surat pertanyaan yaitu adik pernah menyusu dengan mama selama sekitar sepuluh hari, kemudian selanjutnya disusukan dengan susu formula dan susu sapi.</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Atas masalah yang diajukan oleh saudara penanya terdapat dua urusan Ke-satu, masalah saudara angkat Kedua masalah saudara sesusuan.</p>
<p>Bahwasanya bagi anak angkat dan karenanya juga saudara angkat hukumnya tetaplah bukan mahram. Artinya ayah angkat bisa kawin dengan anak angkatnya. Begitu pula ibu angkat bisa kawin dengan anak angkatnya Begitu juga halnya dengan saudara angkat.</p>
<p>Mereka tetaplah pihak-pihak yang bisa melangsungkan <a title="status perkawinan mualaf" href="http://mimbarjumat.com/archives/635" target="_blank">perkawinan</a>. Baik saudara angkat itu orang lain sama sekali. Ataupun saudara angkat itu adalah saudara sepupu.</p>
<p>Firman Allah SWT: &#8220;<em>Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu. Yang demikian itu adalah perkatan dimulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan yang benar</em> &#8221; (<a title="QS. Al-Ahzab" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/33" target="_blank">Surat 33 / Al-Ahzab</a>, ayat 5).</p>
<p>Dalam ayat 6-nya Allah SWT selanjutnya berfirman : &#8220;<em>Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil pada sisi Allah &#8230;</em>&#8221;</p>
<p>Jadi jelas sekali di dalam agama Islam tidak ada adopsi (pengangkatan anak) sehingga menjadi sama dengan anak kandung. Anak angkat dalam agama Islam adalah hanya sesuatu perbuatan baik memelihara anak orang lain dengan nafkah dan pemeliharaan yang baik.</p>
<p>Konsekwensinya anak angkat tidak mendapat bagian <a title="hak waris si pembunuh" href="http://mimbarjumat.com/archives/120" target="_blank">waris</a>. Oleh karena itu apabila orang tua angkat hendak memberikan harta kepada anak angkatnya, hendaklah dalam bentuk hadiah, atau hibah, atau wasiat.</p>
<p>Adapun terhadap saudara sesusuan adalah haram untuk dikawini. Hadis Rasulullah SAW menyatakan : &#8220;<em>Sesungguhnya Allah mengharamkan oleh sebab menyusu, seperti apa yang diharamkan oleh sebab hubungan nasab</em>&#8220;. (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).</p>
<p>Dimaksudkan dengan saudara sesusu apabila dua orang pernah menyusu (menetek) dengan perempuan yang sama. Saudara penanya jelas menyusu dengan ibunya, dan adik angkat saudara penanya pernah pula menyusu dengan ibunya, sehingga antara saudara penanya dengan adik angkatnya itu adalah saudara sesusuan.</p>
<p>Dimaksudkan dengan penyusuan adalah penyusuan yang dilakukan oleh anak yang berumur dibawah dua tahun, dan menyusunya (meneteknya) sedikitnya lima kali penyusuan (lima kali penetekan).</p>
<p>Karena adik angkat itu pernah ditetekkan (disusukan) oleh ibu sampai sepuluh hari yang diperkirakan lebih dari lima kali penyusuan, maka adik angkat saudara penanya itu adalah saudara sesusuan, dan oleh karenanya haram untuk dikawin.</p>
<p>Oleh karena itu, maksud saudara untuk bersuami isteri dengan adik angkat itu adalah haram dan terlarang hukumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1160/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Musibah Sebagai Ujian Keimanan</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1149</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1149#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 17:15:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<category><![CDATA[Taqwa]]></category>

		<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>

		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1149</guid>
		<description><![CDATA[Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1150" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2010/04/rambu-rambu-cinta/"><img class="size-full wp-image-1150" title="banjir" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2010/04/banjir.jpg" alt="banjir" width="230" height="153" /></a><p class="wp-caption-text">banjir</p></div>
<p>&#8220;<em>Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk <a title="orang-orang yang dijamin masuk surga" href="http://mimbarjumat.com/archives/779" target="_blank">surga</a>, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: &#8220;Bilakah datangnya pertolongan Allah?&#8221; Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat</em> &#8220;. (<a title="QS. Al-Baqarah" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/2" target="_blank">Al-Baqarah</a>: 214).</p>
<p><a title="Musibah pelebur dosa" href="http://mimbarjumat.com/archives/901" target="_blank">Musibah</a> adalah perkara yang tidak disukai oleh setiap manusia. Berkata Imam al-Qurthubi: &#8220;Musibah adalah segala apa yang mengganggu seorang Mu&#8217;min dan yang menimpanya&#8221;. (Al-Jami&#8217; li Ahkamil Qur&#8217;an 2/175).</p>
<p>&#8220;<em>Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Dia timpakan bencana kepada-Nya</em>&#8220;. (HR. Al-Bukhari).</p>
<p>Allah swt telah menjelaskan dalam al-Qur&#8217;an: <a title="Diantara Ujian Manusia pada Harta dan Jabatan" href="http://mimbarjumat.com/archives/32" target="_blank">Ujian</a> dan cobaan yang menimpa manusia ada berbagai macam bentuknya, adakala dengan ketakutan, kelaparan, <a title="perjuangan/usaha mengalahkan kemiskinan" href="http://mimbarjumat.com/archives/129" target="_blank">kemiskinan</a>, kematian, dsb. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 155:</p>
<p><span id="more-1149"></span>&#8220;<em>Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar</em>&#8221;</p>
<p>Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa&#8217;di berkata, &#8220;Allah mengabarkan bahwa Dia akan memberikan berbagai ujian kepada para hamba-Nya, agar nampak jelas (diantara para hamba tsb) siapakah yang jujur (dalam keimanannya) dan siapa yang berdusta, siapakah yang selalu berkeluh kesah dan siapa yang bersabar. Demikianlah sunnatullah, karena manakala keadaan suka semata yang selalu mengiringi orang beriman tanpa adanya tempaan dan ujian, maka akan muncul ketidakjelasan dan ini tentunya bukanlah suatu hal yang positif, sementara hikmah Allah menghendaki adanya sinyal pembeda antara orang-orang baik (ahlu al-khair) dan orang-orang jahat (ahlu as-syar). Itulah fungsi dari tempaan dan ujian, bukan dalam rangka melenyapkan keimanan orang-orang yang beriman dan bukan pula untuk menjadikan mereka murtad. Sesungguhnya Allah swt tidak akan menyia-nyiakan keimanan para hamba-Nya yang beriman&#8221;. (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal.58).</p>
<p>Ath-Thabari menjelaskan: &#8220;Ini adalah pemberitaan dari Allah swt kepada para pengikut Rasul-Nya, bahwa Ia akan menguji mereka dengan perkara-perkara yang berat, supaya nyata diketahui orang yang mengikuti Rasul-Nya dan orang yang berpaling&#8221;. (Jami&#8217;ul Bayan 2/41).</p>
<p>Perkara-perkara berat bagi siapapun pasti menimbulkan kesedihan dan segala sesuatu yang menimpa manusia, entah berupa kebaikan maupun keburukan, kesenangan ataupun kesusahan, kegembiraan atau kesedihan, semua itu merupakan sesuatu yang telah ditakdirkan dan ditetapkan Allah swt.</p>
<p>Firman Allah surat Al-Hadiid ayat 22: &#8220;<em>Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah</em>&#8221;</p>
<p>Segala taqdir telah Allah tentukan sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Rasulullah bersabda: &#8220;<em>Allah telah menulis taqdir seluruh mahluk (pada kitab Lauh Mahfudz) 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi</em>&#8220;. (HR: Muslim dari sahabat Amr bin &#8216;Ash).</p>
<p>Seorang hamba tidak punya kemampuan untuk menahan atau mendapatkan kemaslahatan dan menolak segala kemadharatan meskipun memiliki kedudukan tinggi dan kekuasaan yang luas, karena itu tetap saja dikatakan fakir, lemah dan sangat bergantung (membutuhkan).</p>
<p>Dalam menghadapi cobaan dan musibah ini, manusia terbagi menjadi 4 reaksi:</p>
<p><strong>Pertama: Marah</strong>, yaitu ketika menghadapi musibah dia <a title="marah" href="http://mimbarjumat.com/archives/187" target="_blank">marah</a> dengan hatinya, seperti benci terhadap Rabb-nya dan marah terhadap taqdir Allah atasnya dan kadang-kadang sampai kepada tingkat kekufuran karena apa yang keluar dari perilakunya itu.</p>
<p>Allah swt berfirman: &#8220;<em>Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi, maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat yang demikian itu adalah kerugian yang nyata</em>&#8220;. (QS: Al-Hajj: 11)</p>
<p>Dengan lisannya seperti menyeru dengan kecelakaan dan kebinasaan dan yang sejenisnya. Kemudian dengan anggota badannya seperti menampar pipi, merobek baju, menjambak rambut, membenturkan kepala ke tembok, dst.</p>
<p><strong>Kedua: Sabar</strong>, karena orang yang <a title="sabar" href="http://mimbarjumat.com/archives/1064" target="_blank">sabar</a> itu akan melihat bahwasannya musibah ini berat dan dia tidak menyukainya, tetapi keimanan mengokohkan dirinya untuk tetap berada dalam jalur Islam selama musibah itu dan melindunginya dari marah dan putus asa.</p>
<p><strong>Ketiga: Ridha</strong>, ada atau tidak adanya musibah disisinya sama ketika disandarkan terhadap Qadha dan Qadar (ketentuan Allah), walaupun bisa jadi dia bersedih karena musibah tersebut, bukan karena hatinya mati, tetapi karena kesempurnaan ridha-Nya kepada Allah sebagai Tuhannya. Bagi orang yang Ridha, ada ataupun tidak adanya musibah adalah sama karena dia melihat bahwasannya musibah tersebut adalah taqdir / ketentuan Rabbnya.</p>
<p>Jika suatu penderitaan menimpa seorang Mukmin, dia menerima dan mengalami penderitaan itu, namun dia siap dan ridha untuk menempuh semuanya, karena dia yakin akan mendapatkan balasan yang lebih baik, yaitu pahala dari Rabbnya.</p>
<p>Begitu pula orang yang bepergian jauh untuk tujuan tertentu yang menguntungkan, tentunya dia sudah sadar dan siap dengan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam mencapai tujuannya itu, namun tekad membuat ia tetap senang melanjutkan apa yang diinginkan dari perjalanannya karena betapa jelas tujuan yang terbayang dalam pikirannya.</p>
<p><strong>Keempat: Syukur</strong>, syukur merupakan derajat yang tertinggi ketika menghadapi musibah, karena setiap musibah baginya iebih ringan daripada menimpa musibah yang tidak ia ketahui dibalik musibah tsb, baik di dunia ataupun di akhirat. Dia merasa bersyukur karena musibahnya tidak lebih berat dari apa yang ia bayangkan bilamana ia harus menempuh semua musibah.</p>
<p>Ketahuilah wahai kaum muslimin sekalian, bahwasannya tidak ada musibah yang melebihi batas kemampuan seseorang sebagai hamba Allah, karena Allah lah yang Maha Mengetahui sebatas apakah <a title="iman" href="http://mimbarjumat.com/archives/910" target="_blank">iman</a> hamba-Nya ketika diberi musibah, maka sebatas itulah Allah membebankannya.</p>
<p>Nabi saw bersabda: &#8220;<em>Tidaklah seorang muslim ditimpa kelelahan, sakit, sedih, duka, gangguan, gundah gulana (kerisauan), bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan hapuskan dengannya (musibah itu) kesalahan-kesalahannya</em>&#8220;. (HR: Bukhari).</p>
<p>Rasulullah saw telah mengajarkan kita untuk mengucapkan apa yang telah diperintahkan Allah swt ketika menghadapi musibah seperti dalam firman-Nya: &#8220;<em>(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: &#8216;lnna lillaahi wa innaa ilaihi raaji&#8217;uun&#8217; </em>&#8220;. (QS: al-Baqarah: 156).</p>
<p>Karena itu Rasulullah saw melarang ucapan seperti dalam sabdanya: &#8220;<em>&#8230;bersungguh-sungguhlah kepada apa-apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah, jangan lemah (putus asa). Bila sesuatu menimpamu jangan sekali-kali kamu berkata: &#8220;Kalaulah aku berbuat/tidak berbuat begini, maka hasilnya (pasti/tidak) begini dan begini&#8221;, tetapi katakanlah &#8220;Allah telah menaqdirkan perbuatan ini, dan tidaklah perbuatan ini terjadi tanpa kehendak Allah &#8230;</em>&#8220;. (HR: Imam Muslim).</p>
<p>Dengan hadits tersebut, jelas kita dapat meyakini bahwa musibah juga merupakan taqdir Allah yang tidak ada seorangpun mampu menghalangi jika Allah memberinya, dan tidak ada yang mampu mendatangkannya jika Allah menghalanginya.</p>
<p>dari <a title="Salman Al-Farisi r.a Pencari Kebenaran" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/salman-al-farisi-ra-pencari-kebenaran.html" target="_blank">Salman al-Farisi ra</a>, ia berkata Rasulullah saw bersabda: &#8216;<em>Tidak ada yang mampu menolak Taqdir kecuali do&#8217;a</em>&#8220;. (Sunan Tirmidzi, bab Qadar 8/305-306).</p>
<p>Siapapun yang mendapatkan cobaan dari Allah dan dia yakin kepada-Nya akan adanya balasan yang lebih baik, maka ia mendapatkan pahala dari kesabaran dan keridhaannya terhadap musibah, terlebih lagi jika ia mampu mensyukuri setiap <a title="Menukar nikmat" href="http://mimbarjumat.com/archives/119" target="_blank">nikmat</a> yang bertambah atau pun berkurang darinya.</p>
<p>Lain halnya dengan apa-apa yang menimpa kepada orang kafir, mereka sama sekali tidak mendapatkan kebaikan dari apa yang mereka kerjakan, karena itu setiap respon mereka dalam menghadapi musibah, baik yang benar ataupun yang salah, mereka tetap menjadi penghuni <a title="hakikat neraka" href="http://mimbarjumat.com/archives/734" target="_blank">neraka </a>jahannam.</p>
<p>Sebagaimana yang Allah janjikan dalam al-qur&#8217;an: &#8220;<em>Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya</em>&#8220;. (QS: Al-Baqarah: 257).</p>
<p>Hal ini karena setiap amalan yang shaleh memiliki 2 syarat untuk dapat diterima oleh Allah swt, yaitu Iman dan Ikhlas. Orang-orang kafir sama sekali tidak beriman kepada Allah, maka itu Allah murka kepada mereka dan setiap musibah yang menimpa mereka itu menjadi adzabnya di dunia, sementara bagi pelaku maksiat dan orang-orang Fasiq, musibah merupakan peringatan dan bagi orang-orang yang beriman, musibah menjadi ujian guna meningkatkan kualitas imannya.</p>
<p>Semoga Allah ridho menjadikan kita sebagai hambanya yang beriman dengan segala daya upaya yang kita lakukan dalam memperbaiki diri dan menuntut Ilmu Islam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1149/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kewajiban Terhadap Harta</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1145</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1145#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 03:25:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mimbar Jum'at]]></category>

		<category><![CDATA[Taqwa]]></category>

		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1145</guid>
		<description><![CDATA[Hikmah utama menjaga harga diri jangan sampai merendahkan derajat kemanusiaan, serta untuk memelihara jangan terjadi kerusakan dalam pergaulan manusia]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1146" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2010/04/amunisi-meraih-mimpi/"><img class="size-full wp-image-1146" title="harta" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2010/04/harta.jpg" alt="harta" width="230" height="179" /></a><p class="wp-caption-text">harta</p></div>
<p>Diantara semua agama yang ada di dunia ini, hanya Islamlah satu-satunya agama yang tidak memisahkan antara kepentingan duniawi dan ukhrawi, sehingga ungkapan hikmah yang berbunyi, &#8220;ad-dunya mazra &#8216;atu al-akhirak&#8221; (<a title="dunia" href="http://mimbarjumat.com/archives/292" target="_blank">dunia</a> adalah tempat bercocok tanam untuk kepentingan <a title="negeri akhirat" href="http://mimbarjumat.com/archives/195" target="_blank">akhirat</a>) sangat populer di tengah-tengah muslim. Salah satu prinsip Islam dalam kehidupan duniawi ialah tentang kewajiban manusia terhadap harta benda.</p>
<p><a title="harta" href="http://mimbarjumat.com/archives/1104" target="_blank">Harta</a> atau kebendaan yang dimaksud di sini adalah semua jenis benda dan barang untuk bekal hidup manusia, seperti pangan, sandang, papan, perhiasan dan sebagainya. Kewajiban manusia untuk menuntut dan mencari harta itu secara patut, berusaha dan bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan selalu mengharapkan ridha Allah SWT.</p>
<p>Tidak boleh seseorang mencari harta itu dengan menjadikan dirinya sebagai <a title="ternyata mengemis itu haram" href="http://mimbarjumat.com/archives/310" target="_blank">pengemis atau peminta-peminta</a>, kecuali jika ia sudah benar-benar tidak bedaya.</p>
<p>Demikian pula Islam tidak membolehkan seseorang mencari dan mengumpulkan harta dengan penuh tipu daya, menyalahgunakan wewenang dan jabatan, dengan cara yang tidak halal, dan sebagainya.</p>
<p><span id="more-1145"></span>Hikmah utama menjaga harga diri jangan sampai merendahkan derajat kemanusiaan, serta untuk memelihara jangan terjadi kerusakan dalam pergaulan manusia.</p>
<p>Orang yang mencari harta benda dengan cara penuh kecurangan itu adalah penipu. Orang yang mencari harta dengan mengandalkan meminta-minta, itu adalah mengemis. Seseorang yang menuntut dan mencari harta dengan jalan yang tidak halal, seperti berjudi, mencuri, riba (seperti, rentenir, deposito), memeras atau pungutan liar (pungli), maka itu adalah pencuri, penjudi dan pemeras.</p>
<p>Semua aktifitas menuntut harta seperti itu pada hakikatnya dapat menjatuhkan harga dirinya, sekaligus akan mendapat hukuman dari-Nya.<br />
Islam sangat menghargai seseorang yang makan dan mencari harta dengan hasil kerjanya sendiri.</p>
<p>Rasulullah Saw bersabda, &#8220;<em>Tak ada satupun makanan yang lebih baik yang dimakan seseorang, selain dari jerih payahnya</em>&#8220;. (Bukhari dan Ahmad).</p>
<p>Mencari rezeki dengan cara yang halal, meski hasilnya sedikit dan dipandang hina oleh orang lain, justru dalam pandangan Islam itu lebih baik. Mereka yang <a title="akhlaq mencari rezeki" href="http://mimbarjumat.com/archives/542" target="_blank">mencari rezeki</a> dengan cara yang halal seperti pedagang asongan atau pedagang kaki lima, jauh lebih terhormat dalam pandangan Allah, dari pada mereka yang berdasi dan berjas bekerja di ruangan AC, tetapi mencari harta dengan cara melakukan penyimpangan dan kecurangan terhadap <a title="kehormatan menunaikan amanah" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kehormatan-menunaikan-amanah.html" target="_blank">amanah</a> yang dipercayakan kepadanya.</p>
<p>Rasulullah Saw dalam sabdanya mengatakan, &#8220;<em>Sesungguhnya akan lebih baik, bila seseorang diantaramu memasukkan tanah ke dalam mulutnya (makan tanah) dari pada ia memakan sesuatu yang diharamkan Allah</em>&#8221; (HR. Baihaqi).</p>
<p>Benar, tidak dijumpai satu ayat pun dalam al-Quran yang mencela kekayaan dan orang yang mencari kekayaan dan orang yang mencari kaya sesuai dengan syariat yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Yang banyak disebutkan dalam al-Quran adalah celaan terhadap kekayaan&#8217; yang dipergunakan untuk mendurhakai Allah. Atau mencela si pengumpul kekayaan yang serakah, tanpa menghiraukan kesengsaraan orang-orang disekitarnya.</p>
<p>Harta dan juga keturunan anak hanyalah sarana untuk mencapai keridhaan Allah, &#8220;<em>Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan</em>&#8220;. (<a title="QS. Al-Kahfi" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/18" target="_blank">QS. Al-Kahfi [18]</a>: 46).</p>
<p>Karena itu jangan sampai harta serta anak menjadikan manusia lalai untuk ingat kepada Allah, &#8220;<em>orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi</em>.&#8221; (<a title="QS. Al-Munafiqun" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/63" target="_blank">QS. Al-Munafiqun[63]</a>:9).</p>
<p>Selain itu, ajaran Islam juga tidak menyukai si pemilik modal besar menggunakan hartanya dengan penuh kesombongan untuk menindas si lemah. Orang yang terpuruk dalam nestapa dan kesengsaraan hidup, memang mudah sekali terpancing untuk melepaskan hartanya.</p>
<p>Orang kaya selalu memanfaatkan kondisi orang yang tengah tertekan ekonomi-nya untuk semakin memperkaya dirinya, misalnya dengan iming-iming ingin membantu lantas memaksa orang tersebut menjual tanah yang dimilikinya</p>
<p>Akan mendapat berkah dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rezeki,<br />
orang-orang kaya yang tidak sombong, dan yang memanfaatkan sebagian hartanya untuk kepentingan orang banyak dalam rangka mengharapkan keridhaan-Nya menuju hari perhitungan kelak.</p>
<p>Firman Allah SWT, &#8220;<em>Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya) &#8220;. Dan barang apa sajayang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya </em>&#8220;. (<a title="QS. Saba'" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/34" target="_blank">QS. Saba&#8217;[34]</a>: 39).</p>
<p><em>Sumber: Buletin Mimbar Jum&#8217;at No. 13 Th. XXIII</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1145/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Khusnul Khotimah</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1138</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1138#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 05:17:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Taqwa]]></category>

		<category><![CDATA[Al-Huda]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1138</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Islam itu yang penting matinya khusnul khatimah. Hidupnya sebelumnya bejat, nggak jadi soal. Yang penting matinya khusnul khatimah. Tapi masalahnya, tahukah saudara, kapan saudara akan mati?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1139" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/lembu-emas-anak-yang-taat.html"><img class="size-full wp-image-1139" title="kuburan" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2010/03/kuburan.jpg" alt="kuburan" width="230" height="163" /></a><p class="wp-caption-text">kuburan</p></div>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Seorang teman akrab saya, pintar, <a title="hakikat sukses" href="http://mimbarjumat.com/archives/1001" target="_blank">sukses</a> dan kaya. Hidupnya penuh keberuntungan, dan sepertinya hidupnya tidak pernah punya permasalahan.</p>
<p>Orangnya sangat simpatik dalam pergaulan, sangat loyal kepada perkawanan, tidak pernah menolak untuk menolong temannya yang dalam kesulitan, sepertinya bagi dia menolong setiap orang temannya atau bukan temannya tidak pernah menjadi <a title="masalah kesehatan wanita" href="http://masalahkesehatanwanita.blogspot.com/" target="_blank">masalah</a> baginya.</p>
<p>Saya sendiri sudah tak tertolong banyaknya dibantu oleh dia. Sehingga kadang-kadang saya malu untuk minta bantuan lagi, tapi karena kesulitan hidup berkali-kali saya terpaksa minta tolong dia lagi. Dan selalu saja dia memberikan bantuan tanpa banyak cincong.</p>
<p>Hal itu bukan saja terhadap saya yang memang <a title="kegiatan yang menyenangkan dilakukan bersama teman dekat" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/kegiatan-menyenangkan-dilakukan-bersama.html" target="_blank">teman</a> akrabnya semenjak SD tetapi juga terhadap teman-teman yang lain, apalagi terhadap sanak familinya, tangannya selalu terbuka.</p>
<p><span id="more-1138"></span>Dan yang hebatnya lagi dia selalu memberikan bantuan itu dengan tulus, dengan senyum tanpa pernah menunjukkan keberatan dan memberi nasehat seperti kalau kita meminta bantuan dengan teman yang lain ataupun ketika kita meminta bantuan dengan sanak famili.</p>
<p>Jangan tanya dalam hal membantu anak yatim ataupun dalam membantu pembangunan <a title="optimalisasi peran masjid" href="http://mimbarjumat.com/archives/7" target="_blank">masjid</a> dan musholla, dia dikenal dimana-mana sebagai donatur yang selalu terbuka memberikan bantuan.</p>
<p>Hanya saja &#8230;&#8230; teman akrab saya itu belum menjalankan perintah agama dengan tertib dan taat. Shalatnya kadang-kadang saja. Kalau <a title="panduan singkat berpuasa ramadhan" href="http://mimbarjumat.com/archives/825" target="_blank">puasa ramadhan</a>, hanya dihari pertama dan dihari terakhir saja. Tapi, dalam soal <a title="besar zakat yang kurang" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/besar-zakat-yang-kurang.html" target="_blank">zakat</a> dia sangat taat.</p>
<p>Yang lain lagi hidupnya glamour dari pelukan <a title="perempuan qurani" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/perempuan-qurani.html" target="_blank">perempuan</a> yang satu kepelukan perempuan yang lain Dalam soal ini istermya cukup makan hati. Namun keharmonisan keluarga dan <a title="kehidupan rumah tangga di masa menopause" href="http://mimbarjumat.com/archives/720" target="_blank">rumah tangganya</a> terpelihara. Karena pada akhirnya loyalitasnya adalah pada istri dan rumah tangganya.</p>
<p>Bila hal itu saya singgung kepadanya, dengan serius dia menjawab : &#8220;Sabar sobat, sekarang saya lagi muas-muasin kehidupan. Kapan lagi kita menikmati hidup, dimasa muda ini kan?</p>
<p>Nanti, kalau umur saya udah 45 tahun, saya akan pergi <a title="upaya meraih haji mabrur" href="http://mimbarjumat.com/archives/203" target="_blank">haji</a>, dan belajar agama dengan serius, sehingga diumur 50 tahun nanti saya sudah boleh menyandang kiyai haji, dan saat itu saya akan punya pesantren sendiri. Pendeknya, akhir hidupku nanti khusnul khatimah!&#8221;, demikian jawabannya berulang-ulang kepada saya. bila menyinggung gaya hidupnya.</p>
<p>Empat bulan yang lalu teman akrab saya itu meninggal dunia mendadak, karena kecelakan lalu lintas di jalan tol. Umurnya baru 39 tahun. Saya menangisi kematiannya.</p>
<p>Saya menagis karena saya sedih, cita-citanya untuk kiyai haji, untuk punya pesantren sendiri, untuk khusnul khatimah sepertinya tidak tercapai. Betulkah demikian ustadz?</p>
<p>Sebaliknya, saya punya paman adalah seorang yang sangat alim, yang disaat menginjak umur 60 tahun terkena berbagai penyakit, dimulai dengan <a title="tentang penyakit diabetes mellitus" href="http://mimbarjumat.com/archives/44" target="_blank">diabetes</a>, kemudian berkembang menjadi komplikasi ke <a title="bikin jantung lebih sehat" href="http://pelangiku.com/2009/09/bikin-jantung-lebih-sehat/" target="_blank">jantung</a> dan ginjal.</p>
<p>Beliau sempat sakit hampir 6 tahun. Penyakitnya menahun, dan pada waktu akhir-akhir dari kehidupannya, beliau begitu takut kepada kematian dan sepertinya tidak terima, kenapa orang yang sebaik dia, sealim dia, diberikan cobaan hidup yang begitu berat dengan berbagai penyakit?</p>
<p>Ketika beliau meninggal dunia saya juga menangis, saya khawatir beliau tidak khusnul khatimah, karena dimasa-masa akhir kehidupannya dia begitu takut dengan kematian, dan sepertinya tidak bisa menerima atas takdir Allah SWT yang ditimpakan kepadanya.</p>
<p>Saya takut jangan sampai beliau berburuk sangka kepada Allah SWT. Dan hal itu dengan takut-takut pernah saya ingatkan kepada beliau. Dan saya lihat beliau hanya terdiam, kalau hal itu saya ingatkan.</p>
<p>Dalam keadaan yang demikian beliau <a title="meminta maaf kepada orang yang sudah meninggal dunia" href="http://mimbarjumat.com/archives/897" target="_blank">meninggal dunia</a>, adakah beliau mendapatkan khusnul khatimah?</p>
<p><strong>Jawaban:<br />
</strong></p>
<p>Khusnul khatimah, maknanya adalah mengakhiri hidup dengan baik. Yaitu <a title="menjaga ketakwaan" href="http://mimbarjumat.com/archives/906" target="_blank">mengakhiri hidup dalam ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT</a>.</p>
<p>Secara logika <a title="islam" href="http://mimbarjumat.com/archives/1075" target="_blank">agama Islam</a> itu mudah sekali, yang penting itu adalah mengakhiri hidup dengan khusnul khatimah. Apakah sepanjang hidupnya yang lain tidak taat, tidak takwa tidak jadi soal. Karena itu memang banyak orang Islam berkata, . &#8230;&#8221;nanti kalau saya udah tua&#8230;.saya akan taat&#8221;.</p>
<p>Almarhum Prof. Mr Kasman Singodimejo, pernah berkata : &#8220;Dalam Islam itu yang penting matinya khusnul khatimah. Hidupnya sebelumnya bejat, nggak jadi soal. Yang penting matinya khusnul khatimah. Tapi masalahnya, tahukah saudara, kapan saudara akan mati?</p>
<p>Kalau saudara tahu: ya boleh saja mengumbar kehidupan semaunya, begitu tiga tahun lagi akan meninggal dunia, langsung hidupnya taat sehingga mendapat khusnul khatimah. Tapi &#8230; masalahnya saudara kan tidak tahu kapan saudara mati!</p>
<p>Supaya saudara mati dalam keadaan khusnul khatimah. maka hendaklah hidup dalam taat dan takwa. Karena hanya dengan itu ada jaminan saudara akan mati dalam keadaan khusnul khatimah!&#8221;</p>
<p>Lebih lanjut Pak Kasman memberi contoh : &#8220;Seperti mahasiswa, yang paling beruntung itu tidak belajar, tapi lulus. Yang normal itu tidak belajar, ya tidak lulus. Yang normal itu belajar dan lulus. Yang malang itu, belajar tapi tidak lulus. Supaya lulus, yang normal ialah dengan belajar. Karena itu mahasiswa yang mau lulus tentulah harus belajar!&#8221;.</p>
<p>Nah,&#8230;. seperti teman saudara penanya, ternyata maut menjemputnya disaat dia masih jauh dari umur45 tahun. Apakah dia khusnul khatimah? Wallahu alam, karena hal itu adalah, tergantung kepada Allah SWT. Hanya dari sudut zahirnya, seperti saudara penanya katakan teman itu adalah seorang yang tidak taat dan tidak takwa.</p>
<p>Mengenai paman yang alim, insya Allah beliau mengetahui bahwa setiap orang yang beriman itu akan mendapat <a title="Diantara Ujian Manusia pada Harta dan Jabatan" href="http://mimbarjumat.com/archives/32" target="_blank">ujian</a>. Para nabi dan para rasul saja mendapat berbagai ujian yang berat-berat, dan diantaranya berupa ujian penyakit berat yang menahun.</p>
<p>Bahwasanya orang takut kepada mati adalah wajar. Bahwasanya orang mengeluh ketika mendapat musibah juga adalah normal. Sepanjang ketakutan kepada mati dan keluhan terhadap musibah tidak sampai meninggalkan perintah dan larangan Allah SWT serta tidak berburuk sangka kepada Allah SWT dan takdir-Nya, insya Allah masih berada dalam koridor yang dibolehkan.</p>
<p>&#8220;Orang mukmin&#8221; itu kata Rasulullah SAW adalah beruntung : &#8220;Mereka syukur ketika mendapat nikmat dan sabar ketika mendapat musibah&#8221; (HR Imam Muslim) Mudah-mudahan kita semua begitu. Amin.</p>
<p><em>Sumber : Buletin Dakwah Al-Huda, No. 1178 Tahun ke-23</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1138/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Intervensi Manusia Terhadap Sunatullah</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1133</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1133#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 15:56:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<category><![CDATA[Syariat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1133</guid>
		<description><![CDATA[Dunia ini tidak akan pernah damai dan sejahtera dalam pengertian yang haqiqi, selama manusia-manusianya mengabaikan Agama (Islam) dan Moralitas (Akhlak).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1130" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2010/03/mengenal-keju"><img class="size-full wp-image-1130" title="Al-Qur'an" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2010/03/alquran03.jpg" alt="Al-Qur'an" width="230" height="226" /></a><p class="wp-caption-text">Al-Qur&#39;an</p></div>
<p>Dunia ini tidak akan pernah damai dan sejahtera dalam pengertian yang haqiqi, selama manusia-manusianya mengabaikan Agama (Islam) dan Moralitas (Akhlak).</p>
<p>Selama manusia tidak berupaya untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt, Al-Khaliqnya (Pencipata Alam Semesta), pada umumnya manusia tidak akan pernah bahagia secara duniawi dan ukhrowi.</p>
<p>Selama mereka bersikap arogan, haus kekuasaan, <a title="meminta jabatan" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/meminta-jabatan.html" target="_blank">jabatan</a> dan harta yang mereka miliki, mereka lupa bahwa semua yang mereka miliki tersebut tidak akan kekal dan apabila Allah swt menghendaki semuanya lenyap, maka lenyaplah seketika tanpa aba-aba.</p>
<p>Rasulullah bersabda yang artinya: &#8220;<em>Sesungguhnya kalian ditolong dan diberikan rezeki, karena jerih payah dan perjuangan kaum dhu&#8217;afa (Orang-orang lemah)</em>&#8220;. (HR: Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa&#8217;i dan Imam Ahmad).</p>
<p><span id="more-1133"></span>Ajaran dan nasehat <a title="Muhammad Kekasih Allah SWT" href="http://mimbarjumat.com/archives/39" target="_blank">Nabi Muhammad</a> ini banyak yang mengingkarinya dan tidak menggubris sama sekali. Mereka lupa dan lalai bahwa apa yang mereka miliki dan apa yang mereka banggakan tidak lain merupakan berkat jerih payah kaum lemah.</p>
<p>Hal inilah yang kemudian banyak orang kaya tiba-tiba jatuh miskin, mereka yang berada dipuncak karirnya tiba-tiba merosot dan bahkan terperosok ke lembah kenistaan, <a title="melepaskan diri dari kehinaan dan kemiskinan" href="http://mimbarjumat.com/archives/1111" target="_blank">lembah kehinaan</a> dan lembah hitam.</p>
<p>Manusia kini tidak dapat lagi melakukan hal-hal yang konstruktif (membangun), malah sebaliknya mereka menjadi manusia-manusia yang destruktif (merusak) akibat ulah mereka sendiri. Mereka terlalu cinta dan memuja materi, pangkat, dan <a title="harta" href="http://mimbarjumat.com/archives/1104" target="_blank">harta</a>.</p>
<p>Mereka ingin diidolakan, ingin dikultus-individukan, sehingga tanpa sadar mereka terjerat dengan hal-hal yang berbau <a title="syirik" href="http://mimbarjumat.com/archives/498" target="_blank">mistik dan syirik</a>. Mereka terperangkap dengan rayuan, godoaan dan pengaruh hukum dan pedoman produk manusia, yakni DEMOKRASI dan HAM.</p>
<p>Mereka sangat takut dan loyal terhadap kedua konsep produk manusia ini. Seoiah-olah kehidupan mereka akan mulus, terjamin dan aman jika mereka berlindung kepada kedua hal ini.</p>
<p>Ini adalah awal kehancuran umat manusia, mereka telah menjadikan Demokrasi dan HAM sebagai pedoman hidupnya, padahal mereka tau dan sadar bahwa hukum produk manusia yang disebut &#8220;Undang-undang&#8221; sangatlah lemah dan tidak pernah sempurna jika dihadapkan dengan Hukum Allah, Sunnatullah dan Sunnah Rasulullah saw.</p>
<p>Telah terbukti bahwa hukum buatan manusia yang sifatnya controversial dan interpretatif, tidak dapat menyelesaikan berbagai masalah yang ada di belahan dunia manapun, termasuk di Indonesia. Mengapa demikian ?</p>
<p>Jawabannya ada pada Firman Allah berikut yang artinya: &#8220;<em>Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?</em>&#8220;. (<a title="QS. Al-Maidah" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/5" target="_blank">Al-Maaidah</a>: 50).</p>
<p>Mereka benar-banar telah kehilangan arah, mereka menjadi orang-orang yang selalu mencari pembenaran ketimbang <a title="Salman Al-Farisi r.a Pencari Kebenaran" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/salman-al-farisi-ra-pencari-kebenaran.html" target="_blank">kebenaran</a>, mereka tidak lagi tertarik dan peduli tentang ajaran Islam, mereka sudah terlalu jauh melenceng, bagi mereka dosa sudah tidak lagi menjadi kendala (mendarah daging) dan merupakan sesuatu yang sudah lazim dan sering mereka lakukan. Semuanya, menurut mereka bisa diatasi dengan Uang, Pangkat, Harta, Jabatan serta Justifikasi (pembenaran).</p>
<h2>Umat Islam Terbelenggu dengan Berbagai Kenistaan</h2>
<p>Allah swt sangat murah hati memperingatkan hamba-hambanya dengan berfirman yang artinya: &#8220;<em>Dan bahwasannya (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. yang demlkian itu diperintahkan Allah agarkamu bertaqwa</em>&#8220;. (<a title="QS. Al-An'am" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/6" target="_blank">Al-An&#8217;am</a>: 153).</p>
<p>Umat Islam dewasa ini terbelenggu dalam situasi saling mendiskreditkan dan serba salah. Kelompok yang mengkategorikan dirinya sebagai moderat dan pemimpin bangsa apriori terhadap kelompok yang dikategorikan sebagai Radikal dan Ekstrim.</p>
<p>Bila kolompok ini mencoba mencairkan suasana dengan ajakan berdialog, musyawarah mufakat sering diabaikan dan tidak ditanggapi sama sekali dengan berbagai alasan yang terkesan dibuat-buat.</p>
<p>Mereka khawatir jika mereka menanggapi masukan atau gagasan dari kelompok yang dikategorikan ekstrim kanan ini, akan mempengaruhi dan bahkan merusak tatanan birokrasi serts sistem pemerintahan yang sudah ada.</p>
<p>Ummat Islam Indonesia, walaupun mereka mayoritas tidak dapat memberi kontribusi apapun, terutama dalam bidang perniagaan (ekonomi), teknologi, politik dan pemerintahan (birokrasi). Pemikiran kaum Muslimin sering dianggap cocok hanya untuk hal-hal yang berkaitan dengan spiritual dan seremonial.</p>
<p>Selain dari itu, untuk kepentingan <a title="Mewaspadai Upaya Mengaitkan Dakwah dengan Terorisme" href="http://mimbarjumat.com/archives/844" target="_blank">dakwah</a> bagi sesama Ummat Islam, jadi sifatnya internal saja. Tokoh-tokoh, para ulama yang memiliki komitmen dan istiqomah terhadap agamanya, jarang diikut-sertakan dalam dialog nasional ataupun untuk kepentingan bangsa dan Negara.</p>
<p>Kualitas Intelektual mereka (para ulama) diragukan, pemikiran dan pendapat mereka dianggap kurang relevan dan kurang realistis terhadap kemajuan bangsa, sehingga tidak perlu diikutsertakan. Sementara ada sebagian yang menganggap bahwa Ajaran Islam tidak dapat menjawab berbagai <a title="tantangan ngelmu dari mba dini" href="http://miacantik.com/2009/08/14/tantangan-ngelmu-dari-mba-dini-shanti/" target="_blank">tantangan</a> dan persoalan Bangsa dan Negara.</p>
<p>Lembaga-lembaga Islam, seperti MUI dianggap kurang berarti dan berwibawa. Inilah yang sering terjadi dan sekaligus menciptakan jurang pemisah diantara Umaro&#8217; (para pemimpin) dan Ulama (Ahli ke-Islaman).</p>
<p>Mereka betul-betul dimarjinalkan serta dikucilkan dalam pengertian kontribusi pemikiran, perjuangan dan <a title="ilmu pengetahuan" href="http://mimbarjumat.com/archives/889" target="_blank">ilmu pengetahuan</a>, padahal apa yang ingin dikomunikasikan oleh para ulama sesuai dengan kewajibannya dan kewajiban kaum Muslimin pada umumnya dalam menerapkan Amar Ma&#8217;ruf Nahi Munkar.</p>
<p>Sebagaimana firman Allah yang artinya: &#8220;<em>Dan hendaklah ada di antara kamu ada segolongan ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung</em>&#8220;. (<a href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/3">Ali Imran</a>: 104).</p>
<p>Mereka yang tidak menerima kebaikan dan kebenaran Islam adalah orang yang merugi: &#8220;<em>Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi</em>&#8220;. (Ali Imran: 85).</p>
<h2>Kebangkitan Umat Islam yang Tidak Kunjung Datang</h2>
<p>Memasuki 1 Muharram 1431 Hijriyah ini saatnya Umat Islam melakukan introspeksi total, mengapa <a title="kebangkitan islam dan umat islam di abad 15 H" href="http://mimbarjumat.com/archives/57" target="_blank">kebangkitan Islam</a> yang diyakini itu tidak kunjung datang ? Sebuah pertanyaan yang menggelitik.</p>
<p>Sebaliknya, berbagai malapetaka dan adzab menghampiri <a title="kemunduran umat islam" href="http://mimbarjumat.com/archives/629" target="_blank">Umat Islam</a>, yang paling memprihatinkan adalah terbangunnya opini bahwa &#8220;Umat Islam identik dengan radikalisme, fundamentalisme dan bahkan terorisme&#8221;.</p>
<p>Memang secara kebetulan (koinsidental) yang terlibat teroris selama ini dari kacamata Barat (Amerika dan sekutunya) adalah orang-orang Islam yang fundamentalis (contoh: Amrozi CS), padahal jika kita simak definisi &#8220;Terorisme&#8221; ialah, &#8220;Bentuk paham intimidasi mental dan ancaman psikologis yang didalamnya syarat dengan kekerasan dan penganiayaan terhadap mereka yang tidak berdaya&#8221;.</p>
<p>Termasuk dalam kategori ini adalah penjajahan dan para penjajah. Mereka inilah yang sering dan pertamakali melakukan teror. Betapa tidak, mereka yang dijajah sering diperlakukan semena-mena, disiksa sekedar untuk memperoleh informasi atau rahasia, namun sayangnya penyiksaan ini tidak selamanya berhasil untuk mengorek informasi atau rahasia, karena memang yang bersangkutan tidak mengetahui apa-apa.</p>
<p>Dengan kata lain, mereka adalah korban fitnah. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, sesadis apapun penyiksaan yang dilakukan terhadap tersangka, tidak akan berhasil bagi mereka yang memang tidak melakukan apa yang difitnahkan.</p>
<p>Tidak jarang jiwapun melayang tanpa melalui proses hukum, bukti dan fakta yang jelas. Ternyata kebangkitan Umat Islam tinggal peringatan belaka. Kebangkitan dan kejayaan Umat Islam yang ditunggu-tunggu tahun demi tahun menguap begitu saja.</p>
<p>Umat Islam malah mengalami kemunduran di berbagai bidang, khususnya ekonomi dan teknologi. Bukan hanya itu, diberbagai negara kapitalis, sosialis dan kolonialis, mereka alergi dan benci Islam.</p>
<p>Umat Islam dibantai, disiksa secara sadis seperti yang terjadi di <a title="penderitaan palestina" href="http://mimbarjumat.com/archives/258" target="_blank">Palestina</a>, Kashmir, Philipina Selatan (Pejuang islam Moro), di Muangthai Selatan (Pejuang Islam Patani), di Afghanistan, Aceh, Sulawesi Selatan dan di Jawa Barat, tempat mayoritas Umat Islam berdomisili.</p>
<p>Bertahun-tahun tuntutan mereka tidak pernah digubris, malah dijawab dengan perang dan tindakan represif. Sungguh ironis dan menyedihkan nasib <a title="keadaan umat islam di eropa" href="http://mimbarjumat.com/archives/52" target="_blank">Umat Islam</a> diseluruh dunia.</p>
<p>Predikat separatis, teroris, pemberontak senantiasa melekat pada diri Ummat Islam, baik secara individual maupun secara institusional. Image dan opini ini sengaja dibangun secara sistematis agar Umat Islam tidak dapat bangkit dan berkiprah demi Agama, Bangsa dan Negaranya. Yang lebih menyedihkan lagi agar mereka tidak dapat berperan dan memimpin dunia.</p>
<p>Hal ini sangat logis untuk dikhawatirkan oleh pihak-pihak yang memang selama ini berseberangan dengan Islam, karena dari segi Sumber Daya Alam (SDA) negara-negara Islam pada umumnya sangat kaya.</p>
<p>Saudi Arabia adalah Produsen Minyak terbesar 7,963 juta barel per hari, disusul dengan lraq dan Iran, masing-masing 4,222 juta barel per hari dan 3,5597 juta barel per hari dan Indonesia 1,270 juta barel per hari. Belum lagi sumber-sumber yang berasal dari pertanian, pertenakan dan perikanan.</p>
<p>Dari hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa Ummat Islam tidak punya pilihan lain, melainkan tetap konsisten menegakkan Amar Ma&#8217;ruf Nahi Munkar sebagai misi utamanya.</p>
<p>Selain dari itu Umat Islam juga harus membela agama Allah, sesuai dengan Firman-Nya, &#8220;<em>Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu</em>&#8220;. (<a title="QS. Muhammad" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/47" target="_blank">QS. Muhammad</a>: 7).</p>
<p>Ummat Islam harus tetap berupaya untuk bangkit dan berkiprah dalam skala regional maupun internasional. Ummat Islam diseluruh dunia harus merubah nasibnya dari keterpurukan menjadi jaya dan sejahtera.</p>
<p>Allah swt berfirman yang artinya: &#8220;<em>&#8230;.Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri&#8230;</em>&#8221; (QS: ar-Ra&#8217;du: 11).</p>
<p>Marilah bersama kita bangkit dan wujudkan impian Islam Rahmatan lil &#8216;Alamiin. Raihlah kembali kejayaan yang pernah dicapai dimasa silam! Jadilah Hamba Allah yang bertaqwa dan selalu mengamalkan Sunnah Nabi saw.</p>
<p><em>Sumber: Lembar Jum&#8217;at At-Tibyan No. 178 / Thn VIII - 12 <a title="archive Maret 2010" href="http://mimbarjumat.com/archives/date/2010/03" target="_blank">Maret 2010</a> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1133/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Meminta Maaf</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1124</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1124#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 10:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>

		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[maaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1124</guid>
		<description><![CDATA[Mana yang yang lebih dahulu mengulurkan tangan dan mengucapkan maaf, maka itulah seorang ksatria. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1125" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/ilmu-adalah-amanah.html"><img class="size-full wp-image-1125" title="minta maaf" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2010/03/minta-maaf.jpg" alt="minta maaf" width="230" height="312" /></a><p class="wp-caption-text">minta maaf</p></div>
<p>Pernahkah kita meminta maaf kepada anak-anak sendiri? Jika dilakukan jajak pendapat, rasa-rasanya yang menjawab &#8220;Ya&#8221; hanya sedikit.</p>
<p>Mungkin sebagian besar masyarakat kita malah akan terheran-heran kalau ada yang bertanya demikian kepadanya, karena bagaimana mungkin orang tua meminta maaf kepada anaknya.</p>
<p>Ada satu hal yang menarik perhatian dalam suatu acara akad nikah. Yaitu pada saat seorang ayah memberikan sambutan dan nasehat untuk putrinya, &#8220;Saya atas nama ayahmu dan juga atas nama ibumu dengan ini mengikhlashkan dan merestui pemikahan ananda. Sebagai orang tua, kami meminta maaf kepada ananda atas segala kekurangan dan kesalahan yang telah kami perbuat selama mendidik dan mengasuhmu sejak kecil hingga saat menyerahkan tanggungjawab itu kepada suamimu&#8221;.</p>
<p>Yang hadir dan menyaksikan peristiwa tersebut tampak terpukau dan terbawa perasaan mendengar ucapan sang ayah kepada putrinya yang saat itu baru saja melangsungkan akad nikah. Sambil mengalirkan air mata sang ayah dan ibu mengantarkan putrinya ke pelaminan.</p>
<p><span id="more-1124"></span>Dalam tradisi masyarakat kita yang lazim ditegakkan adalah prinsip patron dan clien (atasan-bawahan, bapak-anak). Orang tua adalah pemberi titah yang tidak boleh dilanggar oleh anak-anaknya. Anak wajib menurut, dan dia pun terbiasa enggan untuk melanggar atau mengkonfrontir segala apa yang jadi titah orang tuanya.</p>
<p>Orang tua memang selalu berada pada pihak yang &#8220;benar&#8221; dan &#8220;dimenangkan&#8221;, sementara anak berada di pihak yang &#8220;salah&#8221; dan cendrung &#8220;keliru&#8221;.</p>
<p>Karena tradisi itu pula jarang tampak, orang tua meminta maaf kepada anaknya, meski ia <a title="Cara Membuat Orang Tua Sadar Bahwa Kita Sudah Dewasa" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/cara-membuat-orang-tua-sadar-bahwa-anda.html" target="_blank">sadar</a> bahwa ia telah melakukan kesalahan, apalagi kalau memang si orang tua tak merasa &#8220;bersalah&#8221; atau &#8220;khilaf&#8217; sama sekali.</p>
<p>Lihat saja pada saat lebaran, selalu yang meminta maaf adalah anak atau yang muda terlebih dahulu. Dan lazim pula saat lebaran pihak yang merasa dituakan merasa &#8220;tersinggung berat&#8221; saat kerabatnya yang lebih muda tidak hadir atau tidak mengcapkan selam lebaran dan meminta maaf terlebih dahulu, walau hanya via telepon atau <a title="Template SMS Idul Fitri" href="http://mimbarjumat.com/archives/147" target="_blank">sms</a>.</p>
<p>Kenyataannya, kalau ada yang tua meminta maaf kepada yang muda maka itu dianggap sesuatu yang tidak lazim.</p>
<p>Bila kita melihat dengan dari sudut pandang agama Islam, meminta maaf atau mengakui kesalahan itu tidak diukur dengan usia dan status, mau tua atau muda, mau anak atau orang tua, atasan atau bawahan, majikan atau pembantu. Mana yang yang lebih dahulu mengulurkan tangan dan mengucapkan maaf, maka itulah seorang ksatria.</p>
<p>Disamping meminta maaf kepada manusia adalah bagian dari jalan bertaubat, tetapi meminta maaf juga mempunyai hikmah yang lain, yang diantaranya adalah <a title="Usaha dan Doa" href="http://mimbarjumat.com/archives/609" target="_blank">usaha</a> untuk menghindari terputusnya tali kasih-sayang (silaturrahim) antar sesama.</p>
<p>Memutus tali silaturrahim itu adalah haram dan sangat dibenci oleh Allah SWT. Maka dari itu menyambung dan memeliharanya adalah suatu keharusan dan wajib hukumnya.</p>
<p>Itu pulalah kiranya mengapa Allah SWT tiada akan memaafkan seorang hamba yang khusyu&#8217; memohon keampunan-Nya atas kesalahan terhadap manusia, sebelum ia meminta maaf atas kesalahan dan kekhilafan tersebut diantara sesama mereka.</p>
<p>Do&#8217;anya hanya akan menjadi sia-sia. Lebih dari itu semua, memberi maaf dan meminta maaf adalah sarana utama bagi seorang hamba dalam rangka mendekatkan dirinya pada ketaqwaan. Sebagaimana firmanAllah SWT &#8220;<em>&#8230; dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa</em>&#8220;. (<a title="QS. Al-Baqarah" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/2" target="_blank">QS. Al-Baqarah [2]</a>: 237).</p>
<p>Menjadi seseorang yang gemar meminta maaf dan memberi maaf adalah ciri seorang muslim. Seberapapun besar kesalahan orang terhadap kita, lalu kita beri kesempatan orang memperbaiki diri dengan pemberian maaf kita itu adalah jauh lebih utama daripada menyimpannya, apalagi sampai bersiasat untuk membalas dendam.</p>
<p>Dan salah satu ciri orang yang bertakwa yang akan mendiami surga Allah adalah orang gemar memberi maaf. Firman Allah SWT, &#8220;<em>Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema&#8217;afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan</em>&#8220;. (<a title="QS. Ali Imran" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/3" target="_blank">QS. Ali Imran [3]</a>: 133-134).</p>
<p>Namun perlu juga dipefhatikan, bahwa meminta atau memberi maaf harus disampaikan dengan tulus penuh keikhlasan. Ego dan gengsi harus dilepaskan.</p>
<p>Manakala meminta maaf tidak diiringi dengan ketulusan dan kaikhlasan, maka selamanya pengaruh positif dari meminta atau memberi maaf itu tidak akan dapat dirasakan pengaruhnya. Bahkan sebaliknya hanya akan menambah semangat bermusuhan dan balas dendam.</p>
<p><em>Sumber: Buletin Mimbar Jum&#8217;at No. 17 Th XXIII</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1124/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kaya Untuk Miskin</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1119</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1119#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 14:10:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[harta]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1119</guid>
		<description><![CDATA[sebaik-baik kekayaan adalah di tangan Muslim yang dermawan. Yakni, yang memandang keluasan harta benda sebagai penolong agama.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1120" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/salman-al-farisi-ra-pencari-kebenaran.html"><img class="size-full wp-image-1120" title="banyak duit" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2010/03/kayaraya.jpg" alt="banyak duit" width="230" height="165" /></a><p class="wp-caption-text">banyak duit</p></div>
<p>&#8220;<em>Jika kau ingin menemuiku, carilah aku di tengah-tengah orang miskin</em>,&#8221; kata Nabi Muhammad SAW. Dan beliau wafat dengan meninggalkan utang gadai baju besi kepada seorang <a title="karakter yahudi" href="http://mimbarjumat.com/archives/353" target="_blank">yahudi</a>.</p>
<p>Wasiat Rasulullah itulah yang membuat Shalahuddin Al Ayyubi memilih <a title="Islam dan kemiskinan" href="http://mimbarjumat.com/archives/91" target="_blank">miskin</a> hingga akhir hayat. Pada 1193, Sang Penakluk Aqsha (1192), meninggal dunia.</p>
<p>Ketika peti harta warisan Shalahuddin dibuka, isinya nyaris kosong. Bahkan sekadar untuk biaya pemakamannya pun tak cukup. Gaji, bagian <em>ghanimah</em> maupun <em>fa&#8217;i</em> yang diterima Jendral Shalahuddin semasa hidupnya, habis dibagikan kepada kaum dhuafa.</p>
<p>Demikianlah, Sholahuddin Al Ayyubi adalah Orang Kaya yang Kaya. Seperti dikatakan Rasulullah: <em>Bukanlah orang kaya itu yang banyak harta-benda, tapi sejatinya orang kaya adalah yang kaya jiwanya</em> (HR Al-Bukhari dan Muslim dari <a title="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kiat-abu-hurairah-ra-menghafal-hadis.html" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kiat-abu-hurairah-ra-menghafal-hadis.html" target="_blank">Abu Hurairah</a>).</p>
<p><span id="more-1119"></span>Orang kaya macam Shalahuddin Al Ayyubi &#8220;tidak punya waktu&#8221; untuk menikmati kekayaan harta-bendanya sendiri. Dia kaya untuk miskin. Kaum dhuafa lah yang menikmati kekayaan beliau.</p>
<p>Sesuai kata Nabi Muhammad SAW, sebaik-baik kekayaan adalah di tangan Muslim yang dermawan. Yakni, kata Abu Ishaq as Sabi&#8217;i dalam Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin, yang memandang keluasan harta benda sebagai penolong <a title="agama-agama baru" href="http://mimbarjumat.com/archives/84" target="_blank">agama</a>.</p>
<p>Orang berjiwa kaya seperti Shalahuddin Al Ayyubi, bahkan bisa disebut sebagai &#8220;egois&#8221; bila tidak berusaha mencari <a title="harta" href="http://mimbarjumat.com/archives/1104" target="_blank">harta</a> sebanyak-banyaknya.</p>
<p>Kok?</p>
<p>Seandainya kita mau memikirkan kepentingan <a title="keluarga pemegang kunci ka'bah" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/keluarga-pemegang-kunci-kabah.html" target="_blank">keluarga</a> lainnya, baik keluarga sedarah maupun keluarga seiman yang dhuafa dan membutuhkan bantuan finansial, maka kita tidak akan pernah merasa cukup meskipun penghasilan kita Rp 1 Milyar perbulan!</p>
<p>Penghasilan Rp 5 juta atau 10 juta perbulan, mungkin cukup untuk makan kita dan keluarga, pendidikan anak, cicilan rumah, mobil, zakat/infaq dan sedikit tabungan.</p>
<p>Cukup memang jika kita hanya memikirkan diri dan keluarga kita saja. Tapi kita harus berusaha mendapatkan lebih banyak lagi, karena terlalu banyak <a title="kerapuhan spiritual umat islam" href="http://mimbarjumat.com/archives/36" target="_blank">umat Islam</a> yang harus dibantu secara finansial. Maka, sebanyak-banyaknya uang harus kita hasilkan, dan sebanyak-banyaknya orang harus menikmati manfaat dari yang kita hasilkan.</p>
<p>Tapi hati-hati, jangan sebaliknya malah menjadi Orang Kaya yang Miskin. Yang sudah diberi kelebihan materi, namun tidak pernah merasa cukup dan selalu merasa kurang. Bagaikan meminum air laut. Itulah yang menyebabkannya miskin.</p>
<p>Memang, setiap <a title="manusia diciptakan sebaik-baiknya" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/manusia-diciptakan-sebaik-baiknya.html" target="_blank">manusia</a> berpotensi untuk kemaruk harta. &#8220;<em>Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan</em>&#8221; (QS Al-Fajr: 20).</p>
<p>Rasulullah SAW pun telah memperingatkan: &#8220;<em>Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang dipenuhi harta kekayaan, dia pasti menginginkan lembah yang ketiga</em>&#8221; (HR Tirmidzi dari <a title="kecemerlangan ilmu ibnu abbas" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kecemerlangan-ilmu-ibnu-abbas-ra.html" target="_blank">Ibnu Abbas</a>).</p>
<p>Selanjutnya, kerakusan biasanya berjalin-kelindan dengan kebakhilan. &#8220;<em>Dan sungguh dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta</em>&#8221; (<a title="QS. Al-Aadiyat" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/100" target="_blank">QS. Al-Adiyat</a>: 8). Dia sewa sepasukan bodyguard untuk melindunginya dari sentuhan kaum dhuafa. Belum cukup setengah lusin satpam yang bertugas 2 shift siang-malam menjaga rumahnya, dia bangun pagar rumah senilai milyaran rupiah.</p>
<p>Kerakusan secara <a title="menjadi manusiawi" href="http://mimbarjumat.com/archives/781" target="_blank">manusiawi</a> bahkan mengikuti laju usianya. Seperti diingatkan Nabi, &#8220;<em>Hati orang tua yang telah lanjut usia cenderung pada dua hal, yaitu umur panjang dan banyak harta</em>&#8221; (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah).</p>
<p>Orang yang kaya-rakus-bakhil, sejatinya dia orang miskin. Dia dengan segenap kekayaannya tidaklah menakutkan, tapi menyedihkan. Karena sejatinya dia tidak lebih mulia ketimbang binatang. Bahkan lebih nista lagi.</p>
<p>Firman Allah SWT: &#8220;<em>Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadikan pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat jalannya (dari binatang)</em>&#8221; (<a title="QS. Al-Furqan" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/25" target="_blank">QS. Al Furqan</a>: 43-44).</p>
<p>Orang Kaya yang Miskin, tidak menyadari bahwa dia diciptakan lebih mulia dari setan. Dia justru takluk pada setan yang &#8220;<em>&#8230; menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan</em>&#8221; (<a title="QS. Al-Baqarah" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/2" target="_blank">QS. Al- Baqarah</a>: 268).</p>
<p><em>Naudzubillahi mindzalik!</em></p>
<p><em>Sumber: Dialog Jum&#8217;at Tabloid Republika - 29 <a title="archive januari 2010" href="http://mimbarjumat.com/archives/date/2010/01" target="_blank">Januari 2010</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1119/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Bolehkah Kita Tidak Bersyukur Kepada Allah?</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1115</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1115#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 15:40:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Taqwa]]></category>

		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1115</guid>
		<description><![CDATA[Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1116" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2010/03/jangan-impulsif-donk/"><img class="size-full wp-image-1116" title="bersyukur" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2010/03/bersyukur.jpg" alt="bersyukur" width="230" height="301" /></a><p class="wp-caption-text">bersyukur</p></div>
<p>&#8220;<em>Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang</em> &#8221; (<a title="QS. An-Nahl" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/16" target="_blank">QS. An Nahl</a>: 18)</p>
<p>Ketika kita kecil, di musholla kecil yang mungkin tempat kita pertama belajar mengaji, selalu diajarkan oleh guru kita, betapa nikmat yang diberikan Allah begitu besar. Dari bentuk tubuh kita yang sempurna sampai kemampuan kita untuk bisa <a title="cara belajar imam syafei" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/cara-belajar-imam-syafii.html" target="_blank">belajar</a>. Itu semua adalah karunia Allah yang harus disyukuri.</p>
<p>Bilamana tangan kita berfungsi dengan baik, kaki, <a title="mata kita jendela hati" href="http://pelangiku.com/2009/04/mata-kita-jendela-hati/" target="_blank">mata</a>, hidung, mulut, telinga, semua adalah pemberian Allah yang tidak bisa kita balas dengan apapun. Termasuk kehidupan yang kita jalani adalah kemurahan Allah pada makhluk-Nya.</p>
<p>Ketika kita berada di lingkungan keluarga yang lengkap, diberi <a title="kenapa istri saya tidak bisa hamil?" href="http://mediasehat.com/tanyajawab476" target="_blank">istri</a> atau suami yang selalu menenteramkan hati, diberi anak-anak yang menggembirakan, diberi orang tua yang menyayangi kita. Ini semua juga bentuk <a title="keajaiban kasih sayang" href="http://mimbarjumat.com/archives/864" target="_blank">kasih sayang</a> Allah pada manusia.</p>
<p><span id="more-1115"></span>Tapi terkadang kita lupa satu hal. Berterimakasih kepada-Nya, bersyukur pada-Nya. Bahkan walau hanya sekedar dengan mengucap kalimat <a title="cara sederhana menekan pengeluaran" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2009/12/cara-sederhana-menekan-pengeluaran.html" target="_blank">sederhana</a>, &#8220;Alhamdulillahirobbil &#8216;alamiin&#8221; kita lupa mengucapkannya.</p>
<p>Coba sekali saja kita coba menuliskan semua yang telah diberikan Allah pada kita. Pasti dan sangat pasti, kita akan membutuhkan sangat banyak kertas dan sangat banyak tinta untuk menulis semua kemurahan-Nya itu, bahkan itupun hanya yang kita ingat dan kita tahu. Belum lagi yang kita lupakan atau yang kita tidak sadar bahwa Allah telah memberikannya kepada kita.</p>
<p>Atau kalaupun ternyata Allah tidak memberikan suatu hal yang orang lain miliki, misalnya kita diberi tubuh yang cacat, buta atau tuli atau pincang, itu semua pun bukan berarti Allah tidak sayang kepada kita. Tapi itu sebenarnya adalah bentuk kasih sayang Allah yang lain.</p>
<p>Allah ingin menguji <a title="kekuatan sabar" href="http://mimbarjumat.com/archives/1064" target="_blank">kesabaran hamba-Nya</a>. Jika ia bersabar dengan kekurangannya, itu sudah merupakan nilai tambah tersendiri yang akan menaikkan derajatnya dimata Allah.</p>
<p>&#8220;<em>Dan sesunggguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang bersabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah kamu kerjakan</em>&#8220;. (QS An Nahl : 96).</p>
<p>Lalu, masih bolehkah kita tidak bersyukur atas semua nikmatyang Allah berikan itu?</p>
<p>&#8220;<em>Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan</em>&#8221;</p>
<p>Pada hakikatnya, kita diberi <a title="tanda kehidupan " href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/tanda-kehidupan.html" target="_blank">kehidupan</a> di dunia ini adalah untuk dua hal yaitu bersabar dan bersyukur. Jika ditimpa musibah kita bersabar dan jika diberi kebaikan kita bersyukur. Maka kita sudah termasuk dalam golongan kebaikan.</p>
<p>Dari Suhaib r.a, bahwa Rasulullah SAW. bersabda, &#8220;<em>Sungguh menakjubkan perkaranya orangyang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya</em>.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Sabar sendiri adalah salah satu aplikasi dari rasa syukur kita kepada Allah. Dengan bersabar dan mencoba merenungi makna dibalik ujian, maka kita telah menjadi orang yang bersyukur. Karena dibalik setiap <a title="Musibah pelebur dosa" href="http://mimbarjumat.com/archives/901" target="_blank">musibah</a> dan ujian, ada banyak kebaikan yang akan kita peroleh.</p>
<p>Sakit kita mungkin saja adalah cara Allah mengangkat dosa kita. Kehilangan harta adalah cara Allah mengingatkan akan adanya hak orang lain yang harus kita tunaikan. Kehilangan salah satu keluarga dapat mengingatkan kita bahwa kita semua tidak kekal ada di dunia.</p>
<p>Bahkan segala bentuk musibah adalah bentuk kasih sayang Allah pada kita.</p>
<p>&#8220;Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan&#8221;</p>
<p>Ketahuilah bahwa keburukan yang kita lakukan tidak akan mengurangi keagungan yang dimiliki Allah dan kebaikan yang kita lakukanpun takkan pernah menambah kemuliaan Allah sebagai pemilik alam ini. Lalu bagaimana kita mengungkapkan rasa syukur kita pada Allah?</p>
<p>Ada tiga cara yang dapat kita lakukan untuk menyatakan rasa syukur itu yaitu :</p>
<ol>
<li>Mengakui di dalam bathin</li>
<li>Mengucapkannya dengan lisan</li>
<li>Menggunakan   nikmat   sesuai   dengan kehendak pemberi nikmat.</li>
</ol>
<p>Rasa syukur kita harus meresap dalam hati, kita merasakan dan menyadari bahwa apa yang kita terima adalah benar-benar kemurahan Allah. Kita pun harus mengucapkannya dengan lisan kita yaitu dengan mengucap Hamdalah setiap kali kita mendapatkan kebaikan.</p>
<p>Bukan hanya diakui dalam hati dan diucapkan dengan lisan, kita juga harus membuktikan rasa syukur kita dengan amal perbuatan. Yaitu dengan menggunakan nikmat Allah itu untuk kebaikan juga.</p>
<p>Kita gunakan waktu hidup kita untuk hal-hal yang bermanfaat, kita gunakan harta kita untuk <a title="membangun diri" href="http://mimbarjumat.com/archives/401" target="_blank">membangun</a> bukan untuk menghancurkan, kita gunakan tubuh kita untuk beribadah kepada Allah bukan bermaksiat kepada-Nya dan kita jadikan dunia ini untuk meningkatkan kedekatan kita kepada Allah bukan sebagai tujuan hidup.</p>
<p>Lalu sebenarnya apa yang kita dapatkan dari bersyukur?</p>
<p>&#8220;<em>Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumatkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu; dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.</em>&#8221; (<a title="QS. Ibrahim" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/14" target="_blank">QS Ibrahim</a> : 7)</p>
<p>Tak ada satu zarahpun perbuatan yang tidak dibalas oleh Allah. Maka ketika kita bersyukur atas segala nikmat yang kita terima, maka janji Allah adalah menambah ni&#8217;mat itu. Tapi bagi yang <a title="Menukar nikmat" href="http://mimbarjumat.com/archives/119" target="_blank">kufur nikmat</a> tentu ada balasan juga dari Allah yaitu berupa azab yang pedih.</p>
<p>Hal ini sudah ditunjukkan Allah pada umat-umat terdahulu agar itu menjadi pelajaran bagi kita. Kisah kaum Nabi Nuh, Nabi Luth, kisah kaum Tsamud, dan &#8216;Ad. Semua adalah kisah yang harus kita jadikan tolak ukur akan balasan dari Allah atas perbuatan yang kita lakukan di dunia ini. Manfaat lain dari rasa syukur kita adalah membersihkan jiwa kita.</p>
<p>Rasa syukur akan menjadikan kita menjadi manusia yang rendah hati dan tidak sombong. Sifat penghambaan pada Allah akan melekat semakin kuat karena merasa apa yang diperolehnya di dunia ini adalah dari Allah semata.</p>
<p>Hal lain yang kita dapatkan dari rasa syukur adalah mendorong jiwa untuk beramal sholeh dan mendayagunakan kenikmatan secara baik melalui hal-hal yang dapat menumbuh kembangkan kenikmatan tersebut. Kita akan mudah berbagi dengan orang lain yang kekurangan.</p>
<p>Hal ini disebabkan kesadaran kita bahwa apa yang kita miliki hanyalah titipan Allah yang harus kita jaga yang mungkin saja Allah menyertakan hak orang lain untuk kita sampaikan kepadanya. Dan ini adalah sebuah kesempatan lain yang Allah berikan pada kita untuk berbuat kebaikan.</p>
<p>Dengan demikian rasa syukur kita juga membawa dampak <a title="Menjadi Islam Kaffah dengan Muamalah yang Islami" href="http://mimbarjumat.com/archives/236" target="_blank">muamalah kita dengan manusia</a> berjalan baik. Memperbaiki dan melancarkan berbagai bentuk interaksi dalam <a title="Masjid dan Pengurusan Masalah Sosial" href="http://mimbarjumat.com/archives/79" target="_blank">sosial masyarakat</a>, sehingga harta dan kekayaan yang dimiliki dapat terlindung dengan aman.</p>
<p>Subhanallah&#8230;</p>
<p>Dari satu hal sederhana, yaitu bersyukur, kita mendapatkan banyak hal yang bahkan mungkin tidak terpikir oleh kita bahwa kita akan mendapatkannya.</p>
<p>Membuka peluang beramal baik yang lain, Habluminallah dan <em>habluminannas</em> kita berjalan dengan seimbang, kitapun masih mendapatkan limpahan pahala dari Allah. Sungguh Maha Pemurahnya Allah pada makhluk-Nya.</p>
<p>Maka mari kita bertanya pada hati kita yang paling dalam, pada kejujuran nurani kita yang masih bersih, pada kepatutan kita sebagai seorang hamba,</p>
<p><strong>Masih bolehkah kita tidak bersyukur kepada-Nya???</strong></p>
<p><em>Sumber: Lembar Jum&#8217;at Oase, Edisi ke-7 tahun 2010</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1115/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Melepaskan Diri dari Kehinaan dan Kemiskinan</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1111</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1111#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 01:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[kemiskinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1111</guid>
		<description><![CDATA[Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1112" class="wp-caption alignleft" style="width: 237px"><a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/nabi-daud-as-membuat-pakaian-perang.html"><img class="size-full wp-image-1112" title="kemiskinan indonesia" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2010/03/miskin02.jpg" alt="anak miskin" width="227" height="343" /></a><p class="wp-caption-text">anak miskin</p></div>
<p>Sebagaimana telah sama-sama kita yakini bahwa Islam adalah agama yang sangat menekankan pentingnya tanggung jawab sosial kemasyarakatan, di samping penguatan hubungan dengan Allah SWT.</p>
<p>Sebab, pada dasarnya <a title="Kita tidak hidup sendiri" href="http://mimbarjumat.com/archives/923" target="_blank">manusia tidak bisa hidup sendiri</a>, akan tetapi harus saling mengenal, berinteraksi, berhubungan, dan saling menolong antara yang satu dan lainnya.</p>
<p>Karena itu, refleksi dan manifestasi keimanan seseorang terletak pada dua aspek utama, yaitu ketundukan dan kepatuhan pada aturan Allah SWT serta keharmonisan hubungan sosial dengan sesama manusia.</p>
<p>Kedua kekuatan hubungan yang bersifat vertikal dan horizontal inilah yang akan melepaskan manusia dari kehinaan dan kemiskinan.</p>
<p>Allah SWT berfirman, &#8220;<em>Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah&#8230;</em>&#8221; (<a title="QS. Ali Imran" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/3" target="_blank">QS Ali Imran [3]</a>:112).</p>
<p><span id="more-1111"></span>Terdapat banyak lagi tuntunan agama yang mengaitkan antara keimanan dan perilaku sosial seseorang. Mulai dari masalah yang dianggap sederhana, tapi punya dampak yang besar, seperti penghormatan kepada tamu, kepedulian terhadap <a title="Cara Hidup Kita: Masalah Bertetangga dan Cara Mengatasinya" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/masalah-bertetangga-dan-cara.html" target="_blank">tetangga</a>, menumbuhkembangkan silaturahim antara keluarga dan sahabat, sampai kepada masalah yang dianggap kompleks dan berat, yang memerlukan pemikiran serius dan terencana serta sarana dan prasarana yang cukup, seperti pengentasan kemiskinan dan pemberantasan kebodohan.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, &#8220;<em>Amal perbuatan yang paling utama setelah beriman kepada Allah SWT, adalah saling berkasih sayang dengan sesama manusia</em>.&#8221; (HR Thabrani). &#8220;<em>Sedekah yang paling utama adalah engkau memberikan makan pada orang yang sedang kelaparan</em>.&#8221; (HR Baihaqy dari Anas).</p>
<p>Di tengah-tengah berbagai persoalan berat yang dihadapi masyarakat dan bangsa kita saat ini, <a title="empat tanda keimanan" href="http://mimbarjumat.com/archives/197" target="_blank">penguatan keimanan</a> kepada Allah SWT dan penguatan hubungan <a title="masjid dan pengurusan masalah sosial" href="http://mimbarjumat.com/archives/79" target="_blank">sosial kemasyarakatan</a> melalui aksi-aksi nyata dan konkret yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, merupakan suatu keharusan dalam rangka melepaskan diri dari kungkungan kehinaan dan kemiskinan, baik yang bersifat natural, struktural, maupun kultural.</p>
<p>Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan <a title="hidayah dan kenikmatan beribadah" href="http://mimbarjumat.com/archives/110" target="_blank">hidayah-Nya</a> kepada kita semua. Sehingga, kita menjadi bangsa yang semakin memiliki kekuatan keimanan yang termanifestasikan dalam kesalehan pribadi (individual) ataupun kesalehan sosial.</p>
<p><em>Penulis: KH. Didin Hafidhuddin</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1111/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menggapai Ketenangan Hidup</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1107</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1107#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 09:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Taqwa]]></category>

		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<category><![CDATA[dzikir]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[kematangan jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1107</guid>
		<description><![CDATA[Aku tinggalkan kepada kalian dua hal, Kalian tidak akan tersesat bila kalian berpegang teguh kepadanya yakni: Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnahku (Hadits)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1108" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kecerdasan-imam-bukhari.html"><img class="size-full wp-image-1108" title="selalu ingat kepada Allah" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2010/02/al-quran-02.jpg" alt="selalu ingat kepada Allah" width="230" height="251" /></a><p class="wp-caption-text">selalu ingat kepada Allah</p></div>
<p>Allah SWT berfirman: &#8220;<em>Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih </em>&#8221; (<a title="QS. Ibrahim" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/14" target="_blank">QS Ibrahim</a> : 7).</p>
<p>Rasulullah saw bersabda : &#8220;<em>Orang dermawan, dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dan dekat dengan syurga, sedangkan orang bakhil (pelit), jauh dari Allah, jauh dari manusia dan dekat dengan Neraka. Sungguh Allah SWT lebih mencintai hambanya yang bodoh tapi dermawan, dibandingkan dengan ahli ibadah (pandai) tapi pelit (bakhil)</em> &#8221; (Al Hadits-Riwayat <a title="kiat abu hurairah menghafal hadist" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kiat-abu-hurairah-ra-menghafal-hadis.html" target="_blank">Abu Hurairah</a>).</p>
<p>Rasulullah saw bersabda: &#8220;<em>Aku tinggalkan kepada kalian dua hal, Kalian tidak akan tersesat bila kalian berpegang teguh kepadanya yakni: Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnahku (Hadits)</em>&#8220;. (HR Muslim).</p>
<p>Hidup ini memang seperti pergantian siang dan malam. Siang dengan ciri khasnya terang dan malam dengan ciri khasnya gelap. Bagi orang yang sudah tahu <a title="ilmu" href="http://mimbarjumat.com/archives/158" target="_blank">ilmunya</a>, tentu tidak ada masalah dengan pergantian siang dan malam.</p>
<p><span id="more-1107"></span>Misalnya, ketika sudah tahu bahwa siang itu harus bekerja dan beraktivitas, maka ditunggulah siang. Dan karena tahu bahwa malam itu waktunya tidur, istirahat atau berusaha shalat tahajjud, maka datangnya malam sangat dinantikan.</p>
<p>Memang alangkah indahnya jika kita senantiasa mengetahui apa yang harus dilakukan terhadap apa yang akan kita hadapi, karena yang kasihan adalah orang yang tidak siap menghadapi siang ataupun malam. Misalnya, siang takut terkena tagihan dan malam takut tidak bisa tidur.</p>
<p>Begitu pula dalam menghadapi hidup ini. Orang yang tidak tahu rumusnya, maka dia akan selalu tegang. Mempunyai uang takut hilang, tidak punya uang takut tidak bisa membeli apa-apa. Musim mutasi takut <a title="Diantara Ujian Manusia pada Harta dan Jabatan" href="http://mimbarjumat.com/archives/32" target="_blank">kehilangan jabatan</a>, sudah punya jabatan takut dipindahkan lagi.</p>
<p>Belum punya suami takut tidak punya suami, sudah punya takut suami menikah lagi. Belum punya usaha takut tidak punya penghasilan, sudah punya usaha takut usahanya ambruk. Selalu takut, takut, dan terus ketakutan, lalu sesudah itu mati. Lantas, kapan bahagianya?</p>
<p>Sesungguhnya, setiap orang pasti mendambakan ketenangan batin. Sebab jika hati tenang, maka kita akan merasa lebih nyaman dalam melakukan berbagai macam aktivitas baik duniawi maupun ukhrowi.</p>
<p>Sebenarnya, Allah SWT telah mengajarkan pada kita langkah nyata untuk mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan dzikir. Sebagaimana firman-Nya, &#8220;<em>Ingatlah dengan dzikir mengingati Allah, hati akan tenteram</em>.&#8221; (<a title="QS. Ar-Ra'd" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/13" target="_blank">QS Ar Ra&#8217;d</a>: 28).</p>
<p>Dengan selalu mengingat Allah, hati akan tenteram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat pada Allah, hati akan kering dan gersang. Dengan kata lain, sejauh mana kita sungguh-sungguh ingin hidup dalam tenterarn hati akan sangat terlihat dari berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk berdzikir kepada Allah.</p>
<p>Orang-orang yang tertambat hatinya kepada Allah, apa pun yang ia lihat, ia dengar, dan ia rasakan, selalu dikorelasikan dengan Dzat Pencipta alam semesta ini. Seorang ahli dzikir akan jatuh dalam damai yang mendalam ketika merenungi hakikat pertumbuhan hidup manusia, sejak masih dalam rahim kemudian lahir hingga saat ajal tiba.</p>
<p>Ketika dalam rahim, janin manusia, sejak masih dalam rahim kemudian lahir hingga saat ajal tiba. Ketika dalam rahim, janin manusia lemah tidak berdaya, namun semakin besar semakin kuat hingga sampai di puncak kekuatannya. Dan ketika semakin tua kekuatan itu mulai pudar, hingga manusia seolah kembali ke tingkat kekuatan bayi yang lemah. Semua ini tidak terjadi melainkan karena kuasa Allah SWT.</p>
<p>Semakin banyak mengingat Allah, maka kadar keimanannya akan semakin bertambah. la tidak akan takut diancam oleh apa dan siapa pun makhluk yang ada di dunia ini. la hanya merasa takut akan ancaman dan murka Allah.</p>
<p>Orang yang telah mencapai derajat ini tidak pernah merasa waswas dalam bertindak. Tiap-tiap sesuatu yang dia hadapi dijadikan sebagai ladang amal. Bahkan dalam bertransaksi sekalipun ia akan memikirkan keuntungan bagi orang lain, la tidak khawatir dengan harga yang dipatok pedagang.</p>
<p>la akan merasa bahagia jika mampu berbagi <a title="maha menjamin rezeki" href="http://mimbarjumat.com/archives/542" target="_blank">rezeki</a> dengan orang lain, la sangat yakin bahwa yang mengatur rezeki adalah Allah dan ia akan berjuang sekuat tenaga agar rezeki itu jatuh ke tempat yang barakah. la tidak takut hartanya akan habis, sebab yakin bahwa Allah akan memberi kelapangan rezeki bagi siapa pun yang berhati murah dengan banyak berderma.</p>
<p>Tentu saja, berdzikir harus senantiasa dilakukan setiap saat, sebab bila seseorang hanya mengingat Allah ketika <a title="shalat jamaah" href="http://mimbarjumat.com/archives/94" target="_blank">shalat</a> saja, maka ia akan selalu gelisah di luar shalat.</p>
<p>Ada yang ingat Allah hanya ketika ia mendapat ancaman saja. Bahkan ada yang benar-benar tidak tahu siapa itu Allah selama hidupnya. <em>Naludzubillahi min dzalik</em>. Orang yang tidak kenal Allah, sehebat apa pun ia, sebanyak apa pun harta yang dimilikinya, serta setinggi apa pun derajatnya di mata manusia, sungguh ia akan selalu dicekam gelisah.</p>
<p>Upaya untuk terus berdzikir hendaknya diiringi dengan <a title="kekuatan sabar" href="http://mimbarjumat.com/archives/1064" target="_blank">sabar</a> dan syukur. Sebab kedua aspek tersebut dapat menghindarkan kita dari kebiasaan <a title="marah" href="http://mimbarjumat.com/archives/187" target="_blank">marah</a> terhadap sesuatu yang telah mengecewakan hati.</p>
<p>Padahal kemarahan yang kita luapkan bisa jadi karena tidak tercapainya keinginan atau harapan tinggi yang kita miliki. Memang, jika kita terlalu berharap untuk mendapatkan sesuatu, kita akan kecewa saat tidak mendapatkannya. Makin banyak keinginan, maka makin banyak peluang kita untuk marah.</p>
<p>Semestinya, kita harus siap menerima kenyataan, bahwa hidup ini penuh risiko dan tidak selamanya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Mengapa? Sebab ketika kita mempunyai rencana, maka Allah juga mempunyai rencana.</p>
<p>Dalam <a title="QS. Al-Hadiid" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/57" target="_blank">Al Quran surat Al Hadiid</a> ayat 22-23, Allah SWT berfirman, &#8220;<em>Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri meiainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita&#8217;terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri</em>.&#8221;</p>
<p>Secara sederhana, ayat di atas menyiratkan bahwa sesungguhnya apa pun yang terjadi di dalam dunia dan kehidupan setiap manusia sesungguhnya telah Allah tentukan. Dengan demikian, maka kita tidak perlu terlalu bersedih ketika ditimpa sesuatu yang tidak menyenangkan. Sebaliknya, kita juga tidak boleh terlalu gembira melampaui batas ketika memperoleh kesenangan.</p>
<p>Namun, jika Allah telah menentukan semua hal, lantas apakah kita sudah tidak memiliki pilihan lagi? Tentu saja tidak demikian, karena Allah telah melengkapi manusia dengan software untuk memilih apa yang ingin kita pilih.</p>
<p>Setiap <a title="manusia pelaku peradaban" href="http://mimbarjumat.com/archives/442" target="_blank">manusia</a> memiliki potensi untuk menjadi baik maupun untuk menjadi buruk. Mau lurus maupun bengkok, mau di jalan Allah atau di jalan sesat.</p>
<p>Jika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, berarti kita harus meyakini bahwa itulah takdir terbaik dari Allah. Sepanjang kita sudah berusaha meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar, tentu apa pun yang kita peroleh tidak akan sia-sia.</p>
<p>Bukankah tidak sedikit orang yang ikhtiarnya sangat luar biasa namun belum juga memperoleh keberhasilan? Tugas kita hanya dua, luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar.</p>
<p>Betapapun luar biasanya kecintaan seseorang terhadap dunia, sadarilah bahwa semua itu fana belaka. Kita tidak akan hidup selamanya, ada <a title="negeri akhirat" href="http://mimbarjumat.com/archives/195" target="_blank">kampung akhirat</a> yang senantiasa menanti. Karena itu, sudah sewajarnya bila setiap episode kehidupan kita jalani dengan penuh rasa syukur.</p>
<p>Episode mempunyai kekayaan, jalani dengan <a title="menyegerakan bersedekah" href="http://mimbarjumat.com/archives/701" target="_blank">ahli sedekah</a>. Episode tidak memiliki <a title="harta" href="http://mimbarjumat.com/archives/1104" target="_blank">harta kekayaan</a>, jagalah diri kita dengan terus bekerja sebaik-baiknya dan tidak <a title="peminta-minta" href="http://mimbarjumat.com/archives/894" target="_blank">meminta-minta belas kasih</a> orang lain. Saat datang episode dipuji, kita berusaha sekuat tenaga agar senantiasa rendah hati.</p>
<p>Episode dihina, bersyukur karena itu mungkin pertolongan Ailah agar kita mau mengevaluasi diri. Episode sehat, perbanyaklah ibadah. Episode sakit, tingkatkan kesabaran sebab bisa jadi itu adalah lahan penggugur dosa.</p>
<p>Kita harus senantiasa ber-husnudzhan terhadap ketentuan-ketentuan Allah yang menimpa diri kita, Jika kita merasa banyak berbuat kekhilafan dan <a title="aroma dosa" href="http://mimbarjumat.com/archives/658" target="_blank">dosa</a>, yakinlah bahwa <a title="pintu ampunan Allah" href="http://mimbarjumat.com/archives/933" target="_blank">ampunan Allah</a> lebih besar lagi daripada dosa-dosa yang kita perbuat.</p>
<p>Kita harus optimis bahwa Allah akan mengampuni kita. Dan tentu saja, kita juga harus optimis bahwa kita mampu terus memperbaiki diri. Justru sikap optimis itulah etika kita kepada Allah, sebab ketika kita diuji oleh Allah dengan aneka kesulitan justru supaya kita berpegang teguh kepada pertolongan Allah.</p>
<p>Strategi berikutnya, kita harus selalu berlatih mengenal diri sendiri. Sebab jika seseorang ingin baik, maka ia terlebih dahulu harus mengetahui sesuatu yang ingin dia rubah menjadi baik. Pengetahuannya bisa ia dapatkan dari perenungan, dan jawaban dari orang yang kita tanyai tentang diri kita.</p>
<p>Latihan kedua adalah upaya untuk memperbaiki. Setelah kita tahu kondisi kita, maka kita usahakan untuk meminimalisasi bahkan menghilangkan kekurangan yang kita miliki. Bila perlu, kita tulis dalam daftar semua keburukan yang kita miliki dan rumuskan formula-formula untuk memperbaikinya.</p>
<p><em>Sumber : Buletin Al-Salaam, Februari 2010</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1107/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
