<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mimbar Jum&#039;at</title>
	<atom:link href="http://mimbarjumat.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mimbarjumat.com</link>
	<description>Kumpulan artikel selebaran media jum&#039;at</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Mar 2012 16:27:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Keistimewaan Islam</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1492</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1492#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 13:34:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syariat]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[keistimewaan]]></category>
		<category><![CDATA[kesempurnaan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1492</guid>
		<description><![CDATA[Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1493" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/1330"><img class="size-full wp-image-1493" title="islam inside" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2012/03/islam.jpg" alt="islam inside" width="230" height="207" /></a><p class="wp-caption-text">islam inside</p></div>
<p>Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata, &#8220;Ketahuilah, &#8211; semoga Allah merahmatimu -, bahwa wajib bagi kita mendalami empat masalah:</p>
<ol>
<li> Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam, berdasarkan dalil.</li>
<li>Mengamalkan ilmu tersebut.</li>
<li><a title="Konsisten Dalam Berdakwah" href="http://mimbarjumat.com/archives/50" target="_blank">Berdakwah</a> dan mengajak orang lain kepadanya.</li>
<li>Bersabar menghadapi segala rintangan dalam hal tersebut.</li>
</ol>
<p>Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: &#8220;Demi masa &#8211; Sesungguhnya setiap manusia benar-benar berada dalam kerugian, &#8211; kecuali orang-orang yang beriman, melakukan segala amal saleh dan saling nasehat-menasehati untuk (menegakkan) yang haq, serta nasehat-menasehati untuk (berlaku) sabar&#8221;. (Terj. Al-Ashr: 1-3).</p>
<p>Agama Islam memiliki banyak keistimewaan, di antaranya adalah:</p>
<p><strong>1. Hanya Islam agama yang diridhai Allah dan diterima-Nya.</strong></p>
<p>Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala berfirman: &#8220;<em>Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi</em>.&#8221; (<a title="QS. Ali Imran" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/3" target="_blank">QS. Ali Imran</a>: 85)</p>
<p><span id="more-1492"></span><strong>2. Islam adalah agama yang lengkap</strong></p>
<p>Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala juga berfirman: &#8220;<em>Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu</em>&#8220;.  (QS. Al Maidah: 3)</p>
<p>Dengan turunnya ayat ini, maka menjadi lengkaplah agama Islam sehingga tidak butuh lagi kepada penambahan. <em> </em></p>
<p><em>Imam Malik rahimahullah berkata: &#8220;Barangsiapa yang berbuat bid’ah dalam Islam yang dipandangnya baik, maka sesungguhnya ia telah menyangka bahwa Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah mengkhinati risalahnya, karena Allah berfirman, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu”, oleh karenanya sesuatu yang pada waktu itu tidak termasuk agama, sekarang pun sama tidak termasuk agama&#8221;</em>.</p>
<p>Di antara bukti lengkapnya Islam adalah Islam sampai mengatur masalah buang air. <em> </em></p>
<p><em>Salman radhiyallahu &#8216;anhu pernah ditanya: &#8220;(Apakah) Nabi kalian shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengajarkan semuanya sampai masalah buang air?&#8221; Salman menjawab, &#8220;Ya, Beliau melarang kami buang air besar maupun kecil menghadap kiblat, beristinja’ (cebok) dengan tangan kanan, beristinja’ dengan batu yang kurang dari tiga dan beristinja’ menggunakan tahi binatang maupun dengan tulang&#8221;</em>. (HR. Muslim)</p>
<p>Dalam Islam, permasalahan-permasalahan yang tidak berubah di setiap <a title="Cara Meluangkan Waktu Bermutu Bersama Anak" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/cara-meluangkan-waktu-bermutu-bersama.html" target="_blank">waktu</a> dan tempat seperti masalah &#8216;aqidah dan ibadah diterangkan secara tafshil (rinci) dan banyak sekali dalil yang datang, sehingga seseorang tidak bisa menambah-nambah atau mengurangi.</p>
<p>Adapun dalam masalah yang berubah-ubah karena perbedaan tempat atau kurun waktu, seperti masalah peradaban, politik, mu&#8217;amalah maka Islam menerangkannya secara ijmal (garis besar) agar sejalan dengan maslahat manusia di setiap <a title="Efektifkan Dakwah Ditengah Kemajuan Zaman" href="http://mimbarjumat.com/archives/1097" target="_blank">zaman</a> dan setiap tempat.</p>
<p><strong>3. Risalah Islam diperuntukkan untuk semua manusia</strong></p>
<p>&#8220;<em>Demi Allah yang jiwa Muhammad di Tangan-Nya, tidak ada seorang pun yang mendengar tentang diriku dari umat ini; baik orang Yahudi maupun Nasrani, lalu ia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada yang kubawa (yakni agama Islam) kecuali ia pasti termasuk penghuni neraka</em>.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p><strong>4. Islam adalah agama para nabi</strong></p>
<p>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;<em>Saya adalah manusia paling dekat dengan Isa putera Maryam di dunia dan akhirat. Para nabi itu saudara sebapak, namun ibu mereka berlainan, agama mereka sama</em>.&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p>Hal itu, karena Islam jika dimaknakan secara umum adalah beribadah hanya kepada Allah Ta’ala dan menjauhi sesembahan selain Allah sesuai syari’at rasul yang diutus. Oleh karena itulah, agama para nabi adalah Islam. Orang-orang yang mengikuti rasul di zaman rasul tersebut diutus adalah orang Islam (muslim).</p>
<p>Orang-orang Yahudi adalah muslim di zaman Nabi Musa ‘alaihis salaam diutus dan orang-orang Nasrani adalah muslim di zaman Nabi ‘Isa ‘alaihis salaam diutus, adapun setelah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka orang muslim adalah orang yang mengikuti (memeluk) agama Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan yang tidak mau memeluk <a title="Mengolok-olok Agama" href="http://mimbarjumat.com/archives/1300" target="_blank">agama</a> Beliau adalah orang-orang kafir.</p>
<p><strong>5. Agama Islam penuh dengan maslahat dan cocok di setiap zaman, di setiap tempat dan setiap ummat.</strong></p>
<p>Yakni orang yang berpegang dengan agama Islam pasti berada di atas kebaikan dan kemajuan. Hal itu, karena memang Islam tidak menghalangi kemajuan bahkan mendorong untuk maju; mendorong mereka berfikir, bekerja dan berusaha. Sebaliknya, Islam mencela orang yang tidak menggunakan akalnya, bersikap taqlid (mengekor) serta <a title="Perut Panas Bikin Malas?" href="http://pernik-kehidupan.blogspot.com/2011/07/perut-panas-bikin-malas.html" target="_blank">malas </a>bekerja dan berusaha.</p>
<p>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;<em>Sungguh, jika salah seorang di antara kamu mengambil talinya, lalu membawa seikat kayu bakar di atas punggungnya, kemudian dijualnya sehingga Allah menjaga kehormatannya, lebih baik daripada ia meminta-minta kepada manusia, terkadang mereka memberi dan terkadang tidak</em>.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p><strong>6. Islam adalah agama yang mudah</strong></p>
<p>Di dalam Agama Islam, tidak ada sesuatu yang menyulitkan <a title="Manusia Diciptakan Sebaik-baiknya" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/manusia-diciptakan-sebaik-baiknya.html" target="_blank">manusia</a> baik dalam masalah keyakinan maupun dalam masalah amalan, semuanya mudah diyakini dan diamalkan.</p>
<p>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;<em>Sesungguhnya agama (Islam) mudah, tidak ada seorang pun yang hendak menyusahkan agama (Islam) kecuali ia akan kalah</em>&#8220;. (HR. Bukhari)</p>
<p>Di antara prinsip Islam adalah &#8216;adamul haraj (meniadakan kesulitan). Oleh karena itu, Islam meringankan hukum-hukum untuk memudahkan manusia dengan beberapa cara, di antaranya:</p>
<ul>
<li> Pengguguran kewajiban dalam keadaan tertentu, misalnya tidak wajibnya melakukan ibadah haji bagi yang tidak aman.</li>
<li>Pengurangan kadar dari yang telah ditentukan, seperti mengqashar shalat bagi orang yang sedang melakukan <a title="Menyusui di perjalanan?? Yuk, simak kiat-kiatnya." href="http://bayibalita.com/2010/07/menyusui-di-perjalanan-yuk-simak-kiat-kiatnya/" target="_blank">perjalanan</a>.</li>
<li>Penukaran kewajiban yang satu dengan yang lainnya. Misalnya, kewajiban wudhu&#8217; dan mandi diganti dengan tayammum.</li>
<li>Mendahulukan, yaitu mengerjakan sesuatu sebelum waktu yang telah ditentukan secara umum (asal), seperti jama&#8217; taqdim, melaksanakan shalat &#8216;Ashar di waktu Zhuhur.</li>
<li>Menangguhkan, yaitu mengerjakan sesuatu setelah lewat waktu asalnya, seperti jama&#8217; ta&#8217;khir, misalnya melaksanakan shalat Zhuhur di waktu &#8216;Ashar.</li>
<li>Perubahan, yaitu bentuk perbuatan berubah-ubah sesuai situasi yang dihadapi, seperti dalam shalat khauf (ketika perang). Allah Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Jika kamu dalam Keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah).(QS. Al Baqarah: 239). Demikian juga ketika sakit yang membuat seseorang tidak sanggup berdiri, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Shalatlah sambil berdiri. Jika tidak sanggup, maka sambil duduk. Jika tidak sanggup, maka sambil berbaring.&#8221; (HR. Bukhari)</li>
</ul>
<p><strong>7. Perintah dan larangan yang ada dalam agama Islam tujuannya adalah untuk menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta, bahkan secara umum untuk kebaikan dan kebahagiaan manusia.</strong></p>
<p>Contoh menjaga agama adalah dilarangnya perbuatan syirk dan diperintahkannya <a title="Hakikat Tauhid Dalam Kehidupan" href="http://mimbarjumat.com/archives/115" target="_blank">tauhid</a>. Contoh menjaga jiwa adalah dilarangnya membunuh kecuali dengan alasan yang benar. Contoh menjaga akal adalah dilarangnya meminum minuman keras. Contoh menjaga harta adalah dilarangnya mencuri, merampas dsb.</p>
<p><strong>8. Islam datang untuk membersihkan manusia luar dan dalam.</strong></p>
<p>Contoh membersihkan bagian luar manusia adalah dengan diperintahkannya bersuci dari hadats (yakni dengan wudhu’, mandi atau tayammum) dan membersihkan diri dari najis. Sedangkan contoh membersihkan bagian dalam adalah dengan diperintahkannya bertobat dari segala macam <a title="Musibah Pelebur Dosa" href="http://mimbarjumat.com/archives/901" target="_blank">dosa</a> dan maksiat yang menodai batin seseorang.</p>
<p>Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala berfirman: &#8220;<em>Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri</em>.&#8221; (QS. Al Baqarah: 222)</p>
<p><strong>9. Islam memerintahkan berakhlak mulia dan melarang berakhlak tercela</strong></p>
<p>Diperintahkannya oleh Islam berbakti kepada orang tua dan dilarang mendurhakainya. Diperintahkannya berbuat baik kepada <a title="Cara Bertemu dengan Tetangga" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/cara-bertemu-dengan-tetangga.html" target="_blank">tetangga</a> dan dilarang menyakitinya. Diperintahkannya berkata jujur dan dilarang berdusta, diperintahkannya menepati janji dan dilarang mengingkarinya, diperintahkannya menyambung tali silaturrahmi dan dilarang memutuskannya serta diperintahnya bersikap adil dan dilarang berbuat zhalim.</p>
<p>Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala berfirman: &#8220;<em>Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajara</em>n.&#8221; (QS. An Nahl: 90)</p>
<p><strong>10. Islam dan pembawanya datang sebagai rahmat bagi alam semesta</strong></p>
<p>Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala berfirman: &#8220;<em>Dan Tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam</em>.&#8221; (QS. Al Anbiya&#8217;: 107)</p>
<p>Tidak hanya bagi manusia, bahkan hewan pun memperoleh <a title="Harta dan Rahmat Ilahi" href="http://mimbarjumat.com/archives/134" target="_blank">rahmat</a> Islam. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:&#8221;Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya yang berada di atas langit (Allah) akan menyayangimu.&#8221; (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Hakim, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami&#8217; no. 3522)</p>
<p><strong>11. Islam tidak hanya memperbaiki hubungan manusia dengan sesama, tetapi memperbaiki hubungan manusia dengan Allah Tuhannya dan dengan dirinya sendiri</strong></p>
<p>&#8220;<em>Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik akan menghapusnya dan bergaullah dengan manusia memakai akhlak yang baik</em>.&#8221; (Hasan shahih, HR. Tirmidzi)</p>
<p><strong>12. Islam datang untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya</strong></p>
<p><em>Rib’iy bin ‘Amir, salah seorang dari generasi salaf pernah ditanya oleh Rustum raja Persia: “Siapa yang mengirim anda?” ia menjawab: &#8220;Allah yang mengirim dan membawa kami agar Dia membebaskan siapa saja yang dikehendaki-Nya dari penyembahan kepada manusia menuju penyembahan kepada Allah, dari sempitnya dunia menuju kelapangannya dan dari kezhaliman berbagai agama menuju keadilan Islam. Dia mengutus kami membawa agama-Nya kepada makhluk-Nya agar kami mengajak mereka kepadanya.&#8221;</em></p>
<p><strong>13. Islam juga sebagai agama yang wasath (pertengahan) antara melewati batas dan meremehkan</strong></p>
<p>Contohnya dalam masalah ekonomi, Islam pertengahan antara kapitalisme yang mengumpulkan <a title="Mencuri Harta Rampasan" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/mencuri-harta-rampasan.html" target="_blank">harta</a> sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara tanpa melihat halal dan haramnya, dengan komunisme yang tidak menghormati harta orang lain, tidak peduli meskipun untuk mendapatkannya harus menekan dan menzalimi manusia. Islam berada di tengah-tengah dalam berekonomi; Islam datang untuk menjaga harta dan mencarinya dengan cara-cara yang benar, jauh dari kezaliman, penipuan, gharar dan riba.</p>
<p><strong>14. Islam adalah agama yang sesuai fitrah manusia </strong></p>
<p>Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala berfirman: &#8220;<em>Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui</em>.&#8221; (QS. Ar Ruum: 30)</p>
<p>Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama, yaitu agama tauhid (Islam). Kalau ada manusia yang tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak bertauhid itu hanyalah karena pengaruh lingkungan.</p>
<p><strong>15. Prinsip tasyri&#8217; (ajaran) Islam adalah menegakkan maslahat, menjunjung nilai-nilai keadilan, tidak menyulitkan, sedikit tuntutan, lebih memperhatikan kepentingan bersama daripada kepentingan perorangan dan tadarruj/bertahap dalam tasyri&#8217; (menetapkan undang-undang/aturan)</strong></p>
<p>Semua prinsip ini ada dalam hukum Islam, namun karena keterbatasan risalah sehingga kami tidak dapat berpanjang lebar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Penulis: Marwan Hadidi</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1492/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsultasi dengan Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1489</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1489#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2012 10:58:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1489</guid>
		<description><![CDATA[Untuk membangun kedekatan dengan Alquran diperlukan perjuangan, kesabaran tingkat tinggi (tashabbur), dan istiqamah karena penghalang dan godaannya memang tidak sedikit, baik yang berasal dari faktor internal]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1490" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://earlyworldhistory.blogspot.com/2012/02/spartacus.html"><img class="size-full wp-image-1490" title="Al-Qur'an" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2012/03/al-quran.jpg" alt="Al-Qur'an" width="230" height="245" /></a><p class="wp-caption-text">Al-Qur&#39;an</p></div>
<p>Saat ini secara umum umat Islam sudah sangat jauh meninggalkan Al-Quran. Jangankan mentadabburi, membacanya saja terkadang sudah tidak sempat lagi, lantaran &#8216;kesibukan&#8217; sehari-hari. Sudah barang tentu kita memiliki kesibukan masing-masing, mulai dari bekerja mencari nafkah, belajar, mengurus <a title="Kehidupan Rumah Tangga dimasa Menopause" href="http://mimbarjumat.com/archives/720" target="_blank">rumah tangga</a> dan keluarga, serta aktivitas sosial.</p>
<p>Namun, betulkah di tengah atau di antara sekian banyak kesibukan tersebut kita benar-benar tidak mempunyai lagi waktu untuk sekadar membaca Al-Quran? Jika kita mengatakan ya untuk pertanyaan di atas, mungkin kita perlu berkaca kepada <a title="Hakikat Tauhid Dalam Kehidupan" href="http://mimbarjumat.com/archives/115" target="_blank">kehidupan</a> Rasulullah dan para salafushshalih. Mereka senantiasa berinteraksi secara intensif dengan Kitab Suci ini di sepanjang kehidupan.</p>
<p>Bagi mereka, Al-Quran adalah wirid (bacaanl harian, ibarat &#8216;makanan&#8217; yang wajib dikonsumsi setiap hari sehingga ada yang mengkhatamkan bacaan Al-Quran setiap 10 hari, seminggu sekali, atau tiga hari sekali. Imam Syafi&#8217;i bahkan menuntaskan 60 kali bacaan Al-Quran pada setiap bulan Ramadhan. Tingkat minimal bacaan Al-Quran para sahabat adalah sebanyak tiga juz sehari, yaitu ketika mereka dalam keadaan semangat beramal menurun.</p>
<p>Komitmen mereka terhadap Al-Quran terbentuk sedemikian rupa karena keyakinan yang mendalam bahwa kunci kesuksesan, rahasia kemenangan, dan <a title="Hakekat Suatu Kebahagiaan" href="http://mimbarjumat.com/archives/248" target="_blank">kebahagiaan</a> hidup tersimpan di dalam Kitab Suci tersebut. Untuk menyingkap kunci dan rahasia tersebut tentu saja harus diawali dengan banyak membacanya (QS 29:45; 33:34), baik pada waktu malam maupun siang (ana&#8217;al-lait wa athrafannahar).</p>
<p><span id="more-1489"></span>Intensitas <a title="Pintar Membaca Label, Bijak Berbelanja" href="http://pernik-kehidupan.blogspot.com/2011/07/pintar-membaca-label-bijak-berbelanja.html" target="_blank">membaca</a> yang tinggi juga akan sangat memudahkan seseorang dalam menghafal Al-Quran. Langkah berikutnya adalah memahami bacaan tersebut [QS 3:7] dengan membaca terjemah dan tafsirnya. Selanjutnya, mengimplementasikan ajaran Al-Quran dalam kehidupan nyata (QS 2:121; 3:31) dengan cara berusaha &#8216;berkonsultasi&#8217; dengan kitab pedoman hidup itu dalam menghadapi dinamika dan problematika kehidupan.</p>
<p>Untuk membangun kedekatan dengan Al-Quran diperlukan perjuangan, kesabaran tingkat tinggi (tashabbur), dan istiqamah karena penghalang dan godaannya memang tidak sedikit, baik yang berasal dari faktor internal, yaitu jiwa yang lemah dan malas maupun faktor eksternal, yaitu setan yang senantiasa berusaha menjauhkan kita dari Al-Quran dan lingkungan yang tidak kondusif.</p>
<p>Namun, dengan niat ikhlas karena Allah, usaha terus-menerus, dan banyak berdoa, maka kedekatan itu akan tercipta. Kesungguhan kita mendekatkan diri pada Al-Quran akan mengundang datangnya ma&#8217;unah (pertolongan) dari Allah. Hingga pada satu titik tertentu, semua kesulitan dalam perjuangan membangun kebersamaan dengan Al-Quran itu akan berubah menjadi <a title="Hidayah dan Kenikmatan Beribadah" href="http://mimbarjumat.com/archives/110" target="_blank">kenikmatan</a>.</p>
<p>Bahkan, hal tersebut akan menciptakan efek &#8216;ketagihan&#8217; yang positif di mana seorang Muslim akan merasa ada yang kurang atau hilang jika satu hari saja tidak berinteraksi dengan Al-Quran. Dan, dia pun akan selalu berusaha untuk menambah intensitas interaksinya dari waktu ke waktu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sumber: kolom hikmah republika, 6 Maret 2012</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1489/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati dengan Berita dari Orang Fasik</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1484</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1484#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2012 10:42:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[berita bohong]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[fasik]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1484</guid>
		<description><![CDATA[Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1485" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/1306"><img class="size-full wp-image-1485" title="t-shirt anti islam" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2012/03/anti-islam.jpg" alt="t-shirt anti islam" width="230" height="298" /></a><p class="wp-caption-text">t-shirt anti islam</p></div>
<p>Allah SWT berfirman: &#8220;<em>Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu</em>&#8220;. (<a title="QS. Al-Hujuraat" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/49" target="_blank">QS. Al Hujurat</a>: 6).</p>
<p>Al Baghawy dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat di atas turun berkenaan dengan Al Walid bin Uqbah bin Abi Muith yang diutus oleh Rasulullah saw kepada Bani Al-Musthaliq. Di masa jahiliyah Al Walid bermusuhan dengan Bani Musthaliq. Tatkala dia mendengar bahwa kaum bani Musthaliq akan menjumpainya sebagai sikap takzim terhadap perintah Rasulullah saw, syaitan justru membisikinya bahwa mereka akan membunuhnya.</p>
<p>Maka dia kembali kepada Rasulullah memberikan laporan bahwa Bani Musthalig menolak membayar <a title="Zakat, Penyelamat Kehidupan" href="http://mimbarjumat.com/archives/1211" target="_blank">zakat</a> dan akan membunuhnya. Mendengar hal itu Rasulullah saw murka kepada mereka dan bertekad hendak memerangi mereka.</p>
<p>Kabar kembalinya Al Walid sampai kepada Bani Musthaliq. Mereka segera datang kepada Rasulullah saw. Lalu menyampaikan: Wahai Rasulullah saw kami sudah mendengar tentang utusanmu. Maka kami keluar untuk menyambutnya dan memuliakannya dan kami akan membayar kepadanya apa yang sudah kami terima sebagai hak Allah Azza wa Jalla. Lalu ternyata dia kembali. Kami khawatir kalau-kalau yang membuatnya kembali adalah perintahmu karena engkau murka kepada kami. Sungguh kami berlindung kepada Allah dari murka-Nya dan murka Rasul-Nya.</p>
<p><span id="more-1484"></span>Rasulullah saw mencurigai mereka. Beliau mengutus sahabatnya Khalid bin Walid ra secara diam-diam ke perkampungan mereka dengan membawa pasukan. Beliau memerintahkan agar menyembunyikan kedatangannya. Beliau bersabda: Perhatikan, Jika engkau melihat adanya bukti <a title="Musibah Sebagai Ujian Keimanan" href="http://mimbarjumat.com/archives/1149" target="_blank">keimanan</a> mereka, maka ambillah zakat dari harta mereka. Jika engkau tidak melihat, maka gunakan untuk mereka apa yang digunakan terhadap orang-orang kafir.</p>
<p>Maka Khalid melaksanakan perintah itu. Khalid mendengar adzan sholat Maghrib dan Isya di perkampungan mereka. Maka Khalid mengambil zakat dari mereka. Khalid hanya melihat kebaikan dan ketaatan mereka. Lalu Khalid pulang ke Madinah menjumpai Rasulullah saw dan mengabarkan apa yang dia lihat.</p>
<p>Maka turunlah firman Allah SWT: &#8220;<em>Hai orang-orang yang beriman, jika datang seorang fasik (yakni Al Walid bin Uqbah) membawa kabar, maka telitilah terlebih dahulu supaya kalian tidak menimpakan pembunuhan atau peperangan kepada suatu kaum lantaran tidak tahu sehingga menyesali kesalahan yang kalian lakukan!</em> &#8221;</p>
<p>Allah SWT telah menggelari Al Walid bin Uqbah bin Abi Muith dalam ayat di atas sebagai seorang fasik lantaran telah membuat laporan <a title="Stop Obat Palsu" href="http://pernik-kehidupan.blogspot.com/2010/11/stop-obat-palsu.html" target="_blank">palsu</a>, kabar bohong, yang tidak sesuai dengan faktanya tentang Bani Musthaliq yang membuat Rasulullah saw murka dan hendak memeranginya.</p>
<p>Cap fasik itu tepat untuknya karena telah melakukan perbuatan dosa besar, yakni bohong, apalagi kabar bohongnya itu bisa membuat fitnah yang besar yakni peperangan. Dalam beberapa ayat Al Quran orang-orang <a title="Menghafal Al-Qur'an Ketika Masih Kafir" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/menghafal-al-quran-ketika-masih-kafir.html" target="_blank">kafir</a> disebut sebagai orang fasik. Tentu ini juga merujuk kepada kebiasaan mereka membuat berita bohong atau berita bias yang menyudutkan umat lslam.</p>
<p>Sebagai contoh adalah gambaran yang sering diberikan media massa Barat terhadap Isiam dan <a title="Kemunduran Umat Islam" href="http://mimbarjumat.com/archives/629" target="_blank">umat Islam</a>. Mereka sering menyebut bahwa Islam bukanlah agama atau paling tidak mereka sebut islam adalah agama yang berbahaya. Jihad mereka sebut teror dan mujahid mereka sebut teroris. Kasus pengeboman yang meruntuhkan gedung Federal di Oklahoma pada tahun 1997 mereka kabarkan sebagai perbuatan teroris yang buta dari Mesir yang bernama Oemar Abdurrahman.</p>
<p>Mereka blow up kasus itu sebagai kasus <a title="Mewaspadai Upaya Mengaitkan Dakwah dengan Terorisme" href="http://mimbarjumat.com/archives/844" target="_blank">terorisme</a> dan mereka membuat UU Anti Terorisme. Tetapi setelah diketahui bahwa pengebomannya adalah mantan anggota marinir AS yang bernama Timothy Mc Veigh. Lalu mereka memberitakan kasus tersebut sebagai kasus kriminal biasa. Kegemaran mereka membuat berita bohong, stigma, hipokrit, dan standar ganda yang intinya selalu kampanye hitam kepada Islam dan umat Islam membuat mereka layak disebut sebagai kaum fasik.</p>
<p>Kebiasaan pers Barat membuat berita bohong, stigmatis, hipokrit, dan standar ganda yang intinya selalu kampanye hitam kepada Islam dan umat Islam tampaknya menular kepada pers kita yang memang mayoritas dikuasai oleh orang-orang kafir.</p>
<p>Sebagai contoh adalah mereka memblow up seruan pembubaran FPI oleh segelintir orang liberal yang mengerahkan bencong, gadis bertato, dan pemuda berambut gimbal di bunderan HI beberapa waktu lalu dengan porsi yang over dosis.</p>
<p>Umat Islam harus memahami bahwa media massa sekuler yang mengidap islamophobia yang gemar membuat berita miring kepada umat Islam adalah media fasik yang umat Islam harus mengecek secara teliti kebenaran berita mereka.</p>
<p>Umat Islam jangan sampai menimpakan fitnah kepada saudaranya sendiri lantaran saudaranya telah dicap oleh media massa fasik sebagai pihak yang buruk, seperti organisasi anarkis, organisasi preman, preman berjubah, dan julukan-julukan negatif lainnya. Allah SWT berfirman: &#8220;<em>Sesungguhnya sesama umat Islam bersaudara&#8230;</em>&#8221; (QS. Al Hujurat 10).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sumber: Buletin Jum&#8217;at Ad-Dakwah Edisi 164/Tahun III</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1484/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1480</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1480#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 02:13:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taqwa]]></category>
		<category><![CDATA[allah swt]]></category>
		<category><![CDATA[duniawi]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[mutlak]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1480</guid>
		<description><![CDATA[Kebahagiaan ada satu kata yang diidamkan setiap insan. Namun terkadang kita keliru dalam mengartikan sebuah kebahagiaan, sehingga yang kita dapat hanya kebahagiaan semu yang berujung pada kesengsaraan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1481" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://trytostayhealthy.blogspot.com/2010/12/vitamin-b-complex.html" target="_blank"><img class="size-full wp-image-1481" title="kebahagiaan" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2012/02/kebahagiaan.jpg" alt="kebahagiaan" width="230" height="296" /></a><p class="wp-caption-text">kebahagiaan</p></div>
<p>Kebahagiaan ada satu kata yang diidamkan setiap insan. Namun terkadang kita keliru dalam mengartikan sebuah kebahagiaan, sehingga yang kita dapat hanya kebahagiaan semu yang berujung pada kesengsaraan.</p>
<p>Banyak yang memandang kebahagiaan ada pada harta berlimpah, jabatan yang tinggi, <a title="Kisah Wanita yang Dizalimi" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kisah-wanita-yang-dizalimi.html" target="_blank">wanita</a> cantik dll, namun semua itu tidak bisa mengantarkan pada kebahagiaan hakiki, Kalau kita melihat kebahagiaan maka, kebahagiaan bisa kita bagi menjadi 4 jenis kebahagiaan.</p>
<ol>
<li><strong>Kebahagiaan duniawi</strong><br />
Kebahagiaan ini bisa berupa rasa tenang, lezat, tenang dan aman. Contoh kebahagiaan seperti ini misalnya memiliki <a title="Kewajiban Terhadap Harta" href="http://mimbarjumat.com/archives/1145" target="_blank">harta</a> berlimpah, mendapatkan karunia anak, istri cantik dan lain-lain. Kebahagiaan ini sangat terbatas dan sewaktu-waktu serta secara tiba-tiba bisa saja terganggu dan rusak atau bahkan rusak/hilang oleh suatu keadaan sebaliknya.</p>
<p>Kebahagiaan ini berlaku umum baik untuk seorang mu&#8217;min atau pun kaflr. Contohnya seorang yang mendapat karunia kelahiran <a title="Kesiapan Anak untuk Preschool" href="http://bayibalita.com/2010/10/kesiapan-anak-untuk-preschool/" target="_blank">anak</a> yang sangat membahagiakan kemudian berubah dalam waktu sesaat menjadi kesengsaraan karena si bayi meninggal karena sakit.</li>
<p><span id="more-1480"></span></p>
<li><strong>Kebahagiaan sejati</strong><br />
Kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang tumbuh dari lubuk hati buah dari hasil kedekatan kepada Allah. Karena Allah SWT-lah sumber kebahagiaan sejati. Kedekatan ini terjadi karena peribadatan yang benar (yang ikhlas dan mengikuti Rasulullah SAW) dan mengikuti Islam yang murni bukan yang salah.</p>
<p>Kebahagiaan ini tak dapat diganggu oleh musibah-musibah dunia, bahkan kebahagiaan inilah yang menjadi penawar pahitnya derita <a title="Gila Dunia dan Takut Mati" href="http://mimbarjumat.com/archives/16" target="_blank">dunia</a>. Kebahagiaan ini khusus hanya untuk orang-orang beriman, masing-masing mendapatkannya menurut kadar keimanannya.</p>
<p>Inilah yang Allah SWT maksud dalam firman-Nya: &#8220;<em>Barang siapa yang mengerjakan amal soleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami. berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan</em>.&#8221; ( <a title="QS. An-Nahl" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/16" target="_blank">QS. an-Nahl</a>: 97 )</li>
<li><strong>Kebahagiaan mutlak</strong><br />
Kebahagiaan ini adalah kebahagiaan mutlak yang tak diselingi oleh kesengsaraan, derita, gangguan atau kesulitan sekecil apapun juga. Ruh dan raga sudah melebur menjadi suatu wujud yang tak terpisahkan dan tak akan terpisahkan. Kelezatan makanan, minuman, pemandangan dan kenikmatan fisik lainnya menjadi tak terhingga di <a title="Surga Karena Memuliakan Orang Miskin" href="http://mimbarjumat.com/archives/1199" target="_blank">surga</a> nanti. Kepayahan di dunia tergantikan dengan kebahagiaan agung yang lestari tak kenal henti.</li>
<li><strong>Kebahagiaan memandang wajah Allah SWT</strong><br />
Inilah kebahagiaan yang mengalahkan kebahagiaan lainnya, ketika Allah SWT melepaskan hijab-Nya sungguh keindahan tiada taranya akan di dapatkan. Bertemu dengan Allah SWT di akhirat nanti, &#8220;bertetangga&#8221; dengan-Nya di surga yang <a title="Kedip Indah Mata Jernih" href="http://pernik-kehidupan.blogspot.com/2010/11/kedip-indah-mata-jernih.html" target="_blank">indah</a>&#8230; memandang wajah-Nya Yang Maha indah tak terhingga adalah kebahagiaan abadi tiada tara, takkan pernah berakhir atau tersisipi kepahitan sedikitpun.</p>
<p>Kebahagiaan, kesenangan dan kelezatan bertemu dan memandang wajah Allah SWT adalah suatu kebahagiaan yang jauh melebihi kenikmatan-kenikmatan istana <a title="Kisah Seguci Emas" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-seguci-emas.html" target="_blank">emas</a> di surga, sungai-sungainya yang bermacam-macam, pohon-pohonnya yang rindang, bebuahannya yang sangat lezat, kesehatan dan kekuatan yang langgeng abadi, keelokan bidadari jelita, serta kenikmatan-kenikmatan luar biasa lainnya yang tidak terhitung banyaknya&#8230;</p>
<p>&#8220;<em>Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat</em>.&#8221; (<a title="QS. Al-Qiyamah" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/75" target="_blank">QS. Al-Qiyamah [75]</a>: 22-23)</li>
</ol>
<p>Itulah aneka ragam kebahagiaan yang ada di muka bumi ini, maka kejarlah kebahagiaan sejati di dunia ini, bukan kebahagiaan semu. Kebahagiaan sejati yang mudah-mudahan akan mengantarkan kita pada kebahagian mutlak dan kebahagiaan memandang wajah Allah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sumber: Kartu Dakwah Hasmi No. 25</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1480/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ittiba&#8217; Syarat Diterimanya Ibadah</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1476</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1476#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 07:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syariat]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[beriman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[ittiba']]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syar'i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1476</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan "Kami mendengar dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1477" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://earlyworldhistory.blogspot.com/2012/02/patricians.html"><img class="size-full wp-image-1477" title="ittiba" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2012/02/ittiba.jpg" alt="ittiba" width="230" height="242" /></a><p class="wp-caption-text">ittiba</p></div>
<p>Secara bahasa Mba&#8217; artinya : &#8220;mengikuti&#8221;. Sedangkan secara Istilah Mba&#8217; yaitu : &#8220;mengikuti atau mengerjakan hal-hal yang sesuai dan dicontohkan oleh Rasulullah dalam masalah agama, seperti <a title="Racun Akidah" href="http://mimbarjumat.com/archives/10" target="_blank">akidah</a>, ibadah dan akhlak.</p>
<p><strong>Tanda dan Bukti Ittiba&#8217;</strong></p>
<ol>
<li>Ta&#8217;dzim (hormat) kepada nash-nash syar&#8217;i.<br />
&#8220;<em>Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan &#8220;Kami mendengar dan kami patuh&#8221;. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung</em>&#8221; [<a title="QS. An-Nur" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/24" target="_blank">QS. an-Nur (24)</a>: 51]</li>
<li>Takut tergelincir dan berpaling dari kebenaran.<br />
Ibnu Mas&#8217;ud berkata: &#8220;<em>Sesungguhnya seorang mumin adalah seseorang yang memandang dosa-dosanya seakan-akan seperti orang yang duduk di bawah gunung yang dia takut jika gunung itu menjatuhi dirinya. Sebaliknya, seorang fasiq adalah seseorang yang menganggap dosa-dosanya hanyalah bagaikan seekor lalat yang lewat di depan hidungnya, lalu dia menghalaunya</em>&#8221; (HR. al-Bukhari)<br />
Hasan al-Bashri berkata: &#8220;<em>Seorang mukmin adalah seseorang yang beramal dalam ketaatan dengan penuh rasa takut (tidak diterima). Sedangkan seorang yang fajir adalah seseorang yang merasa aman walaupun bergelimang dalam perbuatan maksiat</em>&#8220;</li>
<p><span id="more-1476"></span></p>
<li>Meneladani Rasulullah saw, lahir maupun batin.<br />
Hal ini dilakukan dengan ittiba&#8217; secara totalitas kepada Rasulullah saw, sehingga tidak ada masalah aqidah, ibadah, amaliah, <a title="Akhlak Islam" href="http://mimbarjumat.com/archives/1386" target="_blank">akhlak</a>, moral, perundang-undangan, sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan lainnya, kecuali sesuai dengan yang telah dicontohkannya, yaitu yang terdapat dalam al-Qur&#8217;an dan as-Sunnah.</li>
<li>Menjadikan syari&#8217;at beliau sebagai hukum, undang-undang dan penentu kebijakan.<br />
Allah swt berfirman: &#8220;<em>Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kalian. kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (al- Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya</em>.&#8221;<br />
&#8220;<em>Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya</em> &#8221; [<a title="QS. An-Nisa" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/4" target="_blank">QS. an-Nisa' (4)</a>: 59 &amp; 65]</li>
<li>Ridho dengan hukum dan syari&#8217;at Rasulullah.<br />
Rasulullah bersabda: &#8220;<em>Yang dapat merasakan iman hanyalah seseorang yang ridho kepada Allah sebagai Rabbnya, islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai rasulnya</em>&#8221; (HR. Muslim)</li>
</ol>
<p><strong>Faedah Ittiba&#8217;</strong></p>
<p>Di antara faedah, buah dan manfaat ittiba&#8217; adalah:</p>
<p>Faedah di dunia:</p>
<ol>
<li>Mendapatkan hidayah.<br />
&#8220;<em>&#8230;Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhoan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus</em>&#8221; [<a title="QS. Al-Maidah" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/5" target="_blank">QS. al-Ma'idah (5)</a>: 15-16]</li>
<li>Memperoleh keberuntungan.<br />
&#8220;<em>&#8230;Maka orang-orang yang beriman kepada Nabi tersebut (Muhammad saw), memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur&#8217;an), mereka itulah orang-orang yang beruntung</em>&#8221; [<a title="QS. Al-A'raf" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/7" target="_blank">QS. al-A'raf (7)</a>: 157]</li>
<li>Tsabat (teguh) di atas kebenaran.<br />
(Yaitu) orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: <em>&#8220;Sesungguhnya manusia (Abu Sufyan) telah mengumpulkan pasukan (Quraisy) untuk menyerang kalian, karena itu takutlah kepada mereka&#8221;, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: &#8220;Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhoan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar&#8221;</em> [<a title="QS. Ali-Imran" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/3" target="_blank">QS. Ali Imran (3)</a>: 173-174]</li>
<li>Mendapatkan perlindungan dan pertolongan dari Allah swt.<br />
&#8220;<em>Wahai Nabi, cukuplah Allah menjadi Pelindung bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu</em>&#8221; [<a title="QS. Al-Anfal" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/8" target="_blank">QS. al-Anfal (8)</a>: 64]</li>
</ol>
<p>Faedah di akhirat:</p>
<ol>
<li> Bergabung dengan barisan para nabi.<br />
&#8220;<em>Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para Nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang soleh. Mereka itulah sebaik-baik teman</em>&#8220;. [QS. an-Nisa' (4): 69]</li>
<li>Mendapatkan keluarga yang ikut menapaki jalan ittiba&#8217;.<br />
&#8220;<em>Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dahm keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, di surga dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya</em>&#8221; [<a title="QS. Ath-Thur" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/52" target="_blank">QS. ath-Thur (52)</a>: 21]</li>
<li>Terhindar dari rasa takut dan sedih.<br />
&#8220;<em>Kami berfirman kepada Adam: &#8220;Turunlah kamu dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatlran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati</em>&#8221; [<a title="QS. Al-Baqarah" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/2" target="_blank">QS. al-Baqarah (2)</a>: 38]</li>
<li>Memperoleh pintu taubat dan ampunan.<br />
&#8220;<em>Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshor, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka</em>&#8221; [<a title="QS. At-Taubah" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/9" target="_blank">QS. at-Taubah (9)</a>: 117]</li>
</ol>
<p><strong>Sarana Ittiba.</strong></p>
<ol>
<li>Taqwa dan takut kepada Allah swt.<br />
Hal ini dikarenakan orang yang bertaqwa dan takut kepada-Nya, maka ia akan mendapatkan furqon (pembeda), yang akan menuntunnya untuk membedakan yang haq dengan yang bathil.<br />
&#8220;<em>Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqon&#8230;</em>&#8221; [Qs. al-Anfal (8): 29]</li>
<li>Ikhlas kepada Allah swt dalam mencari kebenaran.<br />
Ibnu Taymiyyah berkata: &#8220;Demikian pula halnya orang yang berpaling dari ittiba&#8217; kepada kebenaran karena mengikuti hawa nafsunya, maka hal ini hanya akan mendatangkan kebodohan dan kesesatan hingga mematikan hatinya dari mengetahui kebenaran yang sangat gamblang sekalipun&#8230;&#8221; (al-Fatawa 10/10)</li>
<li>Berserah diri dan tadharru&#8217; (merendahkan diri) kepada Allah serta menampakkan kebutuhan kepada-Nya.<br />
Bahkan hal ini dapat dianggap sebagai salah satu sarana yang paling utama, sebagaimana sikap Rasul</li>
<li>Mempelajari hukum-hukum syar&#8217;i.<br />
Karena tidak ada <a title="Semangat Menimba llmu dengan Keterbatasan Sarana" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/semangat-menimba-llmu-dengan.html" target="_blank">sarana</a> untuk mengamalkan hukum-hukum Islam dan ittiba&#8217; kepada Rasulullah kecuali dengan mempelajari ajaran wahyu dari al-Qur&#8217;an dan as-Sunnah.</li>
<li>Memahami dan mentadabburi nash-nash yang shahih.</li>
</ol>
<p>Semoga kita senantiasa mengikuti Rasulullah saw dalam melaksanakan syari&#8217;at agama yang sangat kita cintai ini. Amin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sumber: Buletin Dakwah Hasmi Edisi E.51, 27 Januari 2012</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1476/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perayaan Hari Valentine</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1425</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1425#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 16:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat]]></category>
		<category><![CDATA[claudius]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1425</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh, kamu akan mengikuti jejak orang-orang sebelummu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga jika seandainya mereka menempuh jalan ke lubang dhabb (binatang kecil seperti biawak), tentu kamu akan mengikuti juga.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1426" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/894"><img class="size-full wp-image-1426" title="valentine" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2012/02/valentine.jpg" alt="valentine" width="230" height="289" /></a><p class="wp-caption-text">valentine</p></div>
<p>Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: <em>&#8220;Sungguh, kamu akan mengikuti jejak orang-orang sebelummu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga jika seandainya mereka menempuh jalan ke lubang dhabb (binatang kecil seperti biawak), tentu kamu akan mengikuti juga.&#8221; Para sahabat bertanya, &#8220;Wahai Rasulullah, Yahudi dan Nasranikah (yang akan diikuti)?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Siapa lagi?&#8221;.</em></p>
<p>Benarlah apa yang disabdakan Beliau shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, akhir-akhir ini banyak di kalangan kaum muslimin yang mengikuti jejak langkah orang-orang kafir. Tradisi mereka, akhlak mereka serta sebagian syi’ar mereka telah diikuti oleh sebagian kaum muslimin.</p>
<p>Salah satu diantara sekian banyak syi’ar kaum kafir yang diikuti oleh sebagian <a title="Kaum Muslimin yang Tertindas" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kaum-muslimin-yang-tertindas.html" target="_blank">kaum muslimin</a> adalah &#8220;Iidul Hubb&#8221; atau &#8220;Valentine’s Day&#8221;. Inilah hari raya yang oleh sebagian kaum muslimin diikuti, diperingati dan dirayakan, khususnya di kalangan remaja.</p>
<p>Sebelum membahas hukumnya, berikut ini sekilas tentang asal mula dan sejarahnya.</p>
<p><strong>Cerita tentang Idul hubb (hari kasih sayang)</strong></p>
<p>Hari kasih sayang adalah salah satu di antara hari raya para masyarakat Roma penyembah berhala, di mana pemujaan terhadap berhala sudah memasyarakat di Roma sebelum abad ke-17. Perayaan hari itu ini menurut mereka adalah sebagai ungkapan cinta ilahi.</p>
<p><span id="more-1425"></span>Ada beberapa kisah tentang hari kasih sayang ini, berikut ini di antaranya:<br />
<strong><br />
Cerita pertama</strong> – cerita yang paling masyhur &#8211; sbb:<br />
Orang-orang Roma memiliki keyakinan bahwa Romalius (pendiri kota Roma) suatu hari pernah disusui oleh serigala. Serigala itu memberikan kemampuan dan daya fikir yang lebih kepadanya. Untuk mengenang peristiwa ini orang-orang Roma mengadakan perayaan besar-besaran pada pertengahan bulan Februari setiap tahunnya. Pada perayaan tersebut diadakan penyembelihan anjing dan kambing, lalu darahnya dioleskan kepada dua orang pemuda yang berbadan kekar.</p>
<p>Kemudian dibersihkan dengan air susu. Setelah itu dua orang pemuda tersebut berjalan dengan rombongan besar mengelilingi kota dengan membawa dua potong kulit, yang kemudian dikotori oleh orang yang menjumpainya. Ketika itu wanita-wanita Roma menyambut kedatangan rombongan tersebut dengan menghadapkan diri ke kulit bekas lumuran itu, mereka beranggapan bahwa hal itu dapat menghilangkan kemandulan dari mereka atau menyembuhkannya.</p>
<p><em>Hubungan cerita ini dengan pendeta Valentine</em></p>
<p>Valentine adalah nama seorang pendeta yang meninggal setelah penyiksaan kaisar Claudius pada tahun 296 M karena menentang keputusannya yang melarang pernikahan di kalangan tentara. Kemudian dibuatkan <a title="Belajar dari Dana Persepuluhan Gereja" href="http://mimbarjumat.com/archives/27" target="_blank">gereja</a> di Roma di tempat ia dimakamkan pada tahun 350 M untuk mengenangnya.</p>
<p>Ketika masyarakat Roma banyak memeluk agama Nasrani, mereka masih tetap memperingati tradisi hari kasih sayangnya, namun mereka menggantinya, yang dahulu adalah hari rasa cinta ilahi lalu berubah menjadi hari mengenang korban yang menurut mereka, bahwa pendeta Valentin adalah pembela kasih sayang.</p>
<p>Di antara perbuatan mereka yang batil dalam hari raya tersebut adalah dicatatnya nama-nama gadis yang sudah layak nikah dalam lipatan kertas yang kecil, lalu ditaruh dalam mangkok di atas meja, kemudian dipanggil para pemuda yang ingin <a title="Alasan Untuk Tetap Menikah" href="http://pernik-kehidupan.blogspot.com/2011/07/alasan-untuk-tetap-menikah.html" target="_blank">menikah</a> agar masing-masing mereka mengeluarkan kertas itu, lantas pemuda itu siap melayani gadis yang tertulis di kertas itu dalam waktu setahun agar masing-masingnya dapat mengenal lebih jauh yang lain, kemudian keduanya menikah atau mengulangi lagi kegiatan tersebut pada hari raya berikutnya.</p>
<p><strong>Cerita kedua</strong>, sebagai berikut:</p>
<p>Kesimpulan adalah, bahwa orang-orang Roma pada hari-hari pemujaan berhala, memperingati hari raya yang disebut dengan &#8220;Loberkiliya&#8221;. Di hari itu, mereka mempersembahkan korban kepada sesembahan mereka, dan mereka meyakini bahwa berhala mereka dapat menjaga mereka dari bahaya dan menjaga ternak mereka dari serigala.</p>
<p>Ketika masyarakat Roma memeluk agama Nasrani, pada saat itu pemerintahnya adalah Claudius II, dia melarang tentaranya menikah, karena dianggap nikah itu menghalangi seseorang untuk berperang. Maka Valentine menentang ketetapan ini, sehingga pernikahan tetap terjadi di kalangan tentara secara sembunyi-sembunyi. Ketika kaisar mengetahui hal itu, Valentine pun dimasukkan dalam penjara dan diputuskan untuk dihukum <a title="Gila Dunia dan Takut Mati" href="http://mimbarjumat.com/archives/16" target="_blank">mati</a>.</p>
<p><strong>Cerita ketiga</strong>, sebagai berikut:</p>
<p>Bahwa kaisar Claudius II adalah seorang penyembah berhala, sedangkan Valentine adalah salah seorang pendeta Nasrani. Kaisar ingin mengeluarkan dia dari agamanya agar ikut menyembah berhala, namun dia menolak, akhirnya dia dihukum mati pada tanggal 14 Februari tahun 270 M, malam hari raya pemujaan berhala, yaitu Loberkilia.</p>
<p>Ketika masyarakat Roma banyak yang memeluk agama Nasrani, mereka masih tetap memperingati hari Loberkilia, namun mereka mengaitkan dengan hari hukuman mati terhadap Valentin untuk mengenangnya karena ia mati demi membela agamanya seperti dalam cerita ketiga ini atau mati demi membela orang-orang yang bercinta menurut cerita kedua.</p>
<p><strong>Manakah cerita yang benar?</strong></p>
<p>Kami tidak mengetahui, cerita yang mana yang benar, karena cerita-cerita di kalangan bangsa Roma dan orang-orang Nasrani begitu banyak? Akan tetapi maksud disebutkan cerita ini tidak lain agar kaum muslimin tidak tertipu olehnya sehingga mereka ikut-ikutan memperingatinya.</p>
<p><strong>Pengkajian</strong></p>
<p>Jika kita melihat sekilas tentang awal mula atau sejarah Valentin ini, maka kita akan menemukan berbagai keyakinan dan perbuatan yang bertolak belakang dengan ajaran Islam di antaranya:</p>
<ul>
<li> Asal hari kasih sayang adalah sebuah upacara masyarakat Roma penyembah berhala. Bagaimana mungkin seorang muslim yang hanya menyembah Allah mengikuti upacara kaum musyrikin?</li>
<li>Jika melihat sejarah awal mula hari kasih sayang, kita akan menemukan banyak cerita-cerita yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin <a title="Intervensi Manusia Terhadap Sunatullah" href="http://mimbarjumat.com/archives/1133" target="_blank">manusia</a> bisa disusui oleh srigala, apalagi diberikan kekuatan dan kelebihan dalam berfikir.</li>
<li>Jika kita melihat kisah Valentin, maka kita akan menemukan bahwa ternyata hari raya Valentin adalah hari raya mengenang seorang pendeta. Hal ini sama saja berwalaa&#8217; (menaruh rasa cinta) kepada mereka, sedangkan berwalaa&#8217; kepada non muslim dilarang.</li>
</ul>
<p>Beberapa acara dalam perayaan Valentine</p>
<ul>
<li>Bersuka  ria sebagaimana dalam hari raya.</li>
<li>Saling tukar-menukar bunga berwarna merah sebagai tanda cinta, di mana menurut orang-orang Roma dahulu sebagai tanda cinta ilahi, dan menurut orang-orang Nasrani sebagai cinta antar lawan jenis.</li>
<li>Membagi-bagikan kartu selamat, terkadang di dalamnya ada gambar anak kecil bersayap dua, dengan membawa busur panah dan anak panahnya. Padahal ini adalah tuhan cinta orang-orang Roma penyembah berhala.</li>
<li>Saling tukar-menukar surat yang berisi ungkapan rasa cinta dalam bentuk syair, prosa, atau kalimat yang ringkas dan terkadang tertulis di sana, &#8220;Jadilah kamu seorang Valentine&#8221;.</li>
<li>Di negara-negara Nasrani, pada hari Valentine, masyarakatnya mengadakan pesta baik di siang hari maupun malamnya. Di pesta itu laki-laki bercampur baur dengan wanita dan diadakan acara dansa, di samping adanya acara kirim hadiah berupa bunga merah dan coklat kepada pasangannya, temannya atau orang yang disukainya.</li>
</ul>
<p>Jika kita memperhatikan acara tersebut, kita dapat mengetahui bertentangannya acara tersebut dengan ajaran Islam. Hal itu dikarenakan beberapa alasan berikut:</p>
<ol>
<li> Valentin adalah sebuah hari raya, di mana orang-orang bersuka ria pada hari itu. Sedangkan dalam Islam hari raya untuk kaum muslimin hanyalah hari raya Idul Fithri, Idul Adh-ha dan hari Jum’at. Selainnya bukan hari raya umat Islam. Oleh karena itu, ketika Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tiba di Madinah, ketika itu penduduk Madinah memiliki hari raya tersendiri, Beliau bersabda: &#8220;Sungguh, Allah Ta&#8217;ala telah memberikan ganti dengan yang lebih baik dari kedua hari itu, yaitu &#8216;Idul Fithr dan &#8216;Idul Adh-ha.&#8221; (HR. Nasa&#8217;i dan Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih)</li>
<li>Merayakan hari kasih sayang terdapat bentuk tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir, karena yang mengadakannya adalah masyarakat Roma penyembah berhala, kemudian orang-orang Nasrani. Sedangkan kita dilarang bertasyabbuh dengan mereka dalam ciri khas mereka.</li>
<li>Perayaan Valentin dimaksudkan untuk menyebarkan rasa kasih, cinta dan sayang tanpa pandang bulu, baik kepada orang muslim maupun orang kafir. Sedangkan kita sebagai kaum muslimin dilarang berwalaa’ (memberikan rasa cinta dan kesetiaan) kepada orang-orang kafir, meskipun dibolehkan berbuat baik dan bersikap adil terhadap mereka dalam bermu&#8217;amalah (lihat surat Al Mumtahanah : 8), sedangkan hati tetap tidak dibolehkan memiliki rasa cinta dan kesetiaan kepada mereka (lihat Al Mujadilah : 22).</li>
<li>Rasa cinta, kasih dan sayang yang diinginkan dalam perayaan Valentine adalah rasa cinta dan kasih di luar ikatan pernikahan antara laki-laki dan wanita. Di mana hal ini mengakibatkan terjadinya perbuatan zina dan perbuatan lain yang diharamkan Allah Ta’ala.</li>
</ol>
<p>Oleh karena itu, hendaknya kita tidak memperingatinya, tidak ikut serta dengannya dan tidak hadir di dalamnya. Demikian pula tidak membantunya. Termasuk membantunya adalah mendukung terlaksananya acara tersebut dan mengucapkan selamat atau memberikan bingkisan ataupun menjualnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Penulis: Marwan Hadidi</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1425/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keimanannya Membuatku Kagum</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1419</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1419#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 18:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mBix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[beriman]]></category>
		<category><![CDATA[keimanan]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[mukzizat]]></category>
		<category><![CDATA[perintah Allah]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[wahyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1419</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, suatu ketika Rasulullah saw bermain tebak-tebakan dengan para sahabat.
Bertanya Rasulullah, "Tahukah kalian, mereka-mereka yang keimanannya membuatku kagum?".
"Aku tahu ya Rasulullah", seru salah seorang sahabat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1421" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/1239"><img class="size-full wp-image-1421" title="rasulullah saw" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2012/02/rasulullah.jpg" alt="rasulullah saw" width="230" height="234" /></a><p class="wp-caption-text">rasulullah saw</p></div>
<p>Alkisah, suatu ketika Rasulullah saw bermain tebak-tebakan dengan para sahabat.<br />
Bertanya Rasulullah, &#8220;Tahukah kalian, mereka-mereka yang keimanannya membuatku kagum?&#8221;.<br />
&#8220;Aku tahu ya Rasulullah&#8221;, seru salah seorang sahabat. &#8220;Mereka yang engkau maksud itu tentulah para <a title="Malaikat Berdoa" href="http://mimbarjumat.com/archives/102" target="_blank">malaikat</a>&#8220;.<br />
&#8220;Mengapa engkau berpikir demikian?&#8221;, tanya Rasulullah kembali.<br />
&#8220;Karena para malaikat selalu mematuhi semua perintah Allah. Mereka tidak sekalipun pernah melanggar aturan Allah&#8221;, jawab sahabat.<br />
&#8220;Tapi para malaikat memang ditakdirkan untuk selalu mematuhi perintah Allah. Mereka tidak diberi kelengkapan hawa nafsu seperti layaknya kita. Dan tempat mereka dekat dengan Allah. Wajar jika mereka selalu beriman. Keimanan para malaikat tersebut, sama sekali tidak membuatku kagum&#8221;, bantah Rasulullah.</p>
<p>Para sahabat termangu-mangu dengan jawaban Rasulullah tersebut. Mereka terdiam sejenak, memikirkan jawaban apa kiranya yang dikehendaki oleh Rasulullah.<br />
Tiba-tiba, salah seorang <a title="Abdurrahman bin Auf r.a, Sahabat Terpercaya" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/abdurrahman-bin-auf-ra-sahabat.html" target="_blank">sahabat</a> berseru, &#8220;Aku tahu ya Rasulullah, yang Rasulullah maksudkan tentu para nabi dan rasul utusan Allah. Mereka manusia biasa seperti kita, namun mereka selalu mematuhi apapun yang Allah perintahkan, apapun resikonya&#8221;.<br />
Rasulullah tersenyum, &#8220;Betul mereka <a title="Manusia Diciptakan Sebaik-baiknya" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/manusia-diciptakan-sebaik-baiknya.html" target="_blank">manusia</a> biasa seperti kita, namun mereka mendapatkan petunjuk langsung dari Allah swt. Mereka menerima wahyu dan mendapatkan mukzizat. Wajar jika karena semua itu, mereka beriman kepada Allah&#8221;.<br />
&#8220;Keimanan mereka sama sekali tidak membuat aku kagum&#8221;, bantah Rasulullah sekali lagi.</p>
<p><span id="more-1419"></span>Kembali para sahabat ternganga dengan bantahan Rasulullah tadi. Mereka saling berpandangan lalu kembali tenggelam memikirkan jawaban pertanyaan Rasulullah.<br />
&#8220;Ah&#8230;, sekarang saya tahu ya Rasulullah&#8221;, kata salah seorang sahabat dengan muka berseri-seri.<br />
&#8220;Mereka yang Rasulullah maksudkan itu tentulah kami, para sahabatmu. Kami manusia biasa, kami juga tidak menerima wahyu, dan sama sekali tidak dikaruniai mukzizat apapun. Meskipun demikian, kami berjanji untuk selalu mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya&#8221;, jelas sahabat tersebut dengan senyum mengembang diwajahnya.<br />
Kembali Rasulullah tersenyum mendengar jawaban salah seorang sahabat tadi, &#8220;Betul kalian memang tidak menerima wahyu dan sama sekali tidak dikaruniai mukzizat, namun kalian kan melihat dengan mata kepala sendiri, mukzizat yang aku terima. Kalian juga mendengar dengan telinga kalian sendiri ketika wahyu Allah aku bacakan. Wajar jika karena itu, kalian beriman kepada Allah. Keimanan kalian, sama sekali tidak membuatku kagum&#8221;.</p>
<p>Kali ini para sahabat betul-betul terhenyak dengan bantahan Rasulullah barusan. Dengan perasaan putus asa karena sudah kehabisan akal, akhirnya mereka menyerah, &#8220;Kiranya hanya Allah dan rasul-Nya saja yang tahu jawaban pertanyaan Rasulullah tadi&#8221;, kata salah seorang sahabat.</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya, mereka yang keimanannya membuatku kagum adalah mereka-mereka yang tidak sekalipun pernah berjumpa denganku. Mereka sama sekali tidak pernah melihat diriku dengan <a title="Hikmah di Balik Air Mata" href="http://mimbarjumat.com/archives/1249" target="_blank">mata</a> kepala mereka sendiri. Mereka juga tidak sekalipun pernah mendengar suaraku. Dan yang lebih hebat lagi, mereka berabad-abad jaraknya dariku. Tapi kecintaan mereka kepadaku, tak sekalipun perlu aku ragukan&#8221;, jawab Rasulullah.<br />
&#8220;Mereka itulah, yang keimanannya sungguh-sungguh membuat aku kagum&#8221;, sambung Rasulullah menegaskan.</p>
<p>Mereka yang dimaksud oleh Rasulullah dalam kisah diatas, tak lain dan tak bukan, adalah kita semua. Tentu dengan syarat, jika kita bersungguh-sungguh mencintai Rasulullah saw dengan setulus hati kita.<br />
Semoga Allah selalu memberikan kita kekuatan untuk dapat selalu mencintai Rasulullah saw, dengan sebenar-benarnya cinta. Amiiiin <img src='http://mimbarjumat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Disarikan dari ceramah jum&#8217;at masjid At-Taqim, Ngampilan, Yogyakarta, lebih dari 20 tahun yang lalu. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1419/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci-kunci Rezeki</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1413</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1413#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 15:36:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[beribadah]]></category>
		<category><![CDATA[hijrah]]></category>
		<category><![CDATA[kunci]]></category>
		<category><![CDATA[mensyukuri]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[silaturrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Taqwa]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1413</guid>
		<description><![CDATA[Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan lebat kepadamu, membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun serta mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1414" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://lifeofplant.blogspot.com/2011/12/active-transport.html"><img class="size-full wp-image-1414" title="kunci rezeki" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2012/01/kunci-rezeki.jpg" alt="kunci rezeki" width="230" height="258" /></a><p class="wp-caption-text">kunci rezeki</p></div>
<p>Nabi Nuh ‘alaihis salam pernah berkata kepada kaumnya: &#8220;<em>Wahai kaumku, Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu&#8212;(yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku&#8212;Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu (memanjangkan umurmu) sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu Mengetahui.</em>&#8221; (<a title="QS. Nuh" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/71" target="_blank">QS. Nuh</a> 2-3)</p>
<p>Nuh ‘alaihis salam juga berkata: &#8220;<em>Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun&#8212;Niscaya Dia akan mengirimkan hujan lebat kepadamu, membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun serta mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu.</em>&#8221; (QS. Nuh: 10-11)</p>
<p>Dari beberapa ayat di atas terdapat beberapa pelajaran, di antaranya:</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, dakwah para nabi ushul(asas)nya adalah sama yaitu <a title="hakikat tauhid dalam kehidupan" href="http://mimbarjumat.com/archives/115" target="_blank">Tauhid</a> (menyeru beribadah kepada Allah saja dan meniadakan sesembahan selain-Nya), meskipun syari’atnya berbeda-beda.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, dalam <a title="Konsisten Dalam Berdakwah" href="http://mimbarjumat.com/archives/50" target="_blank">berdakwah</a>, para nabi mengedepankan <em>Al Ahamm fal ahamm</em> (yang lebih terpenting di antara yang penting) yaitu Tauhid sebelum yang lain.</p>
<p><span id="more-1413"></span><strong><em>Ketiga</em></strong>, sabar adalah senjata para nabi dalam menghadapi sikap kaumnya yang semakin hari bertambah jauh dan lari.</p>
<p>Perhatikanlah kata-kata Nabi Nuh ‘alaihis salam ketika mengadu kepada Allah Jalla wa ‘Alaa tentang keadaan kaumnya:</p>
<p><em>Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran)&#8212;Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.</em> (QS. Nuh: 6-7)</p>
<p>Akan tetapi Nabi Nuh ‘alaihis salam tetap bersabar dalam dakwah yang ditekuninya selama 950 tahun dan pengikut yang hanya berjumlah sedikit.</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong>, dengan istighfar dan <a title="Hakekat Taubat" href="http://mimbarjumat.com/archives/41" target="_blank">taubat</a>, Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala akan memberikan banyak rezeki kepada kita.</p>
<p>Ibnu Abbas berkata tentang tafsir ayat &#8220;<em>membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun serta mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu.</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;Jika kalian mau bertaubat kepada Allah dan menaati-Nya, maka Alllah akan memperbanyak rezeki, menurunkan hujan dari langit karena ia (langit) diberkahi dan menumbuhkan tanaman-tanaman karena bumi diberkahi&#8221;.</p>
<p><strong>Kunci-kunci Rezeki</strong></p>
<p>Dari ayat di atas dapat kita ketahui bahwa<strong><em> istighfar dan taubat adalah salah satu di antara kunci rezeki</em></strong>. Tetapi jangan sampai tujuan utama dari beristighfar dan bertaubat adalah agar mendapatkan rezeki, karena akan menodai <a title="Amaliah dan Nilai Keikhlasan di Hadapan Allah SWT" href="http://mimbarjumat.com/archives/75" target="_blank">keikhlasan</a>.</p>
<p>Kalau seseorang niatnya seimbang antara agar diberikan ganjaran ukhrawi dan ganjaran duniawi maka hanya akan mengurangi pahala keikhlasan. Tetapi, jika yang lebih besar</p>
<p>niatnya adalah agar mendapatkan ganjaran duniawi, maka ia bisa tidak memperoleh ganjaran ukhrawi, bahkan dikhawatirkan akan menyeretnya kepada <a title="Musibah Pelebur Dosa" href="http://mimbarjumat.com/archives/901" target="_blank">dosa</a>. Sebab ia telah menjadikan ibadah yang semestinya karena Allah, malah dijadikan sarana untuk mendapatkan dunia yang rendah nilainya.</p>
<p>Selain istighfar dan taubat, yang termasuk ke dalam kunci rezeki juga adalah:</p>
<ol>
<li><strong>Takwa (menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya).</strong><br />
Allah berfirman: &#8220;<em>Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (solusi)&#8212;Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.</em>&#8221; (QS. Ath Thalaq: 2-3).<br />
Sehingga, secara umum <a title="Berbuah Taqwa" href="http://mimbarjumat.com/archives/646" target="_blank">taqwa</a> adalah salah satu pintu rezeki, sebaliknya maksiat adalah salah satu sebab terhalangnya rezeki.</li>
<li><strong>Tawakkal kepada Allah.</strong><br />
Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala berfirman:<br />
&#8220;<em>Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.</em>&#8221; (<a title="QS. Ath-Thalaaq" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/65" target="_blank">QS. Ath Thalaq</a>: 3)Rasulullah shallalllahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;<em>Kalau sekiranya kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, tentu kamu akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki, berangkat pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang</em>.&#8221; (HR. Tirmidzi, ia mengatakan, &#8220;Hadits hasan shahih.&#8221;)Perlu diketahui bahwa Tawakkal itu tidaklah seperti yang dipahami oleh orang-orang yang jahil (tidak mengerti) terhadap Islam, yang mengartikan <a title="Tawakkal" href="http://mimbarjumat.com/archives/417" target="_blank">tawakkal</a> adalah membuang jauh-jauh sebab dan tidak beramal serta ridha dan rela terhadap kerendahan. Bahkan tidak demikian. Tawakkal adalah sebuah ketaatan kepada Allah <strong><em>dengan menjalankan sebab</em></strong>.&nbsp;</p>
<p>Oleh karena itu, seseorang tidaklah berharap untuk memperoleh sesuatu kecuali menjalankan sebab-sebabnya. Adapun tercapai atau tidaknya dia serahkan kepada Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala sambil berharap semoga yang dicita-citakannya tercapai, karena hanya Dia-lah yang mampu mendatangkan hasilnya. Betapa banyak orang yang menjalankan sebab, namun ternyata tidak memperoleh hasil apa-apa.</li>
<li><strong><em>Menyempatkan diri untuk beribadah</em></strong><br />
Misalnya mengerjakan amalan sunat setelah amalan yang wajib. Baik yang berupa ibadah lisan seperti dzikr, membaca Al Qur’an dan mengajarkannya, dsb. maupun yang berupa perbuatan seperti shalat-shalat sunah dsb.&nbsp;</p>
<p>Rasulullah shallalllahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:<em> Tuhanmu berfirman, &#8220;Wahai anak Adam! Sempatkanlah beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi hatimu dengan rasa cukup dan Aku akan memenuhi tanganmu dengan rezeki.  Wahai anak Adam! Janganlah menjauh dari-Ku. Jika demikian, Aku akan memenuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku akan memenuhi tangan-Mu dengan kesibukan.&#8221;</em> (HR. Hakim, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihut Targhib wat Tarhib)</li>
<li><strong><em>Berhajji dan berumrah</em></strong><br />
Rasulullah shallalllahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;<em>Sertakanlah hajji dengan umrah, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa. Sebagaimana kir menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Haji yang mabrur tidak ada balasannya selain surga</em>.&#8221; (HR. Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, Syaikh Al Albani menghasankannya dalam Shahihut Targhib wat Tarhib)</li>
<li><strong><em>Menyambung tali silaturrahim</em></strong><br />
Rasulullah shallalllahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;<em>Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah tali silaturrahim</em>.&#8221;  (HR. Bukhari)<strong><em>Silaturrahim</em></strong> adalah sebuah istilah untuk sikap ikhsan (berbuat baik) kepada kerabat yang memiliki hubungan baik karena nasab (keturunan) maupun karena ash-har (perkawinan), bersikap lemah lembut kepada mereka, memberikan kebaikan dan menghindarkan keburukan semampunya yang menimpa mereka, serta memperhatikan keadaan mereka baik agama maupun dunianya</li>
<li><strong><em>Berinfak</em></strong><br />
Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala berfirman: &#8220;<em>Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.</em>&#8221; (<a title="QS. Saba" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/34" target="_blank">QS. Saba’</a>: 39)<br />
Rasulullah shallalllahu &#8216;alaihi wa sallam juga bersabda: <em>Allah berfirman, &#8220;Berinfaklah wahai anak Adam! Niscaya Aku akan berinfak kepadamu.&#8221;</em> (HR. Bukhari)Juga bersabda: &#8220;<em>Tidak ada satu hari pun, di mana seorang hamba melalui pagi harinya kecuali dua malaikat turun, yang satu berkata, &#8216;Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfak &#8216;, sedangkan malaikat yang satu lagi berkata, &#8216;Ya Allah, timpakanlah kerugian kepada orang yang bakhil.&#8217;</em> &#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)Dan bersabda: &#8220;<em>Sedekah tidaklah mengurangi harta, dan Allah tidaklah menambahkan hamba-Nya yang sering memaafkan kecuali kemuliaan. Demikian juga tidaklah seseorang bertawadhu’ karena Allah, kecuali Allah akan meninggikannya</em>.&#8221; (HR. Muslim)</li>
<li><strong><em>Berbuat baik kepada kaum dhu’afa’ (kaum lemah seperti kaum fakir-miskin)</em></strong><br />
Rasulullah shallalllahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;<em>Bukankah kamu dibela dan diberi rezeki karena (berbuat ihsan) kepada kaum dhu’afa kamu.</em>&#8221; (HR. Bukhari)</li>
<li><strong><em>Hijrah</em></strong><br />
Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala berfirman: &#8220;<em>Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.</em>&#8221; (<a title="QS. An-Nisaa" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/4" target="_blank">QS. An Nisaa</a>: 100)<br />
Hijrah secara syara’ artinya meninggalkan sesuatu yang dibenci Allah menunju hal yang dicintai Allah dan diridhai-Nya.Rasulullah shallalllahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;<em>Orang muslim adalah orang yang bisa menjaga lisan dan tangannya dari mengganggu muslim lainnya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perbuatan yang dilarang Allah</em>.&#8221; (HR. Bukhari)Termasuk ke dalam hal ini adalah berhijrah dari negeri <a title="Menghafal Al-Qur'an Ketika Masih Kafir" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/menghafal-al-quran-ketika-masih-kafir.html" target="_blank">kafir</a> (negeri tempat merajalelanya kesyirkkan atau syi’ar-syi’ar kekufuran) dan  dirinya tidak mampu menjalankan ajaran-ajaran Islam di sana, menuju negeri Islam (negeri di mana syi’ar Islam nampak seperti azan, shalat berjama’ah, shalat Jum’at dan shalat hari raya). Kecuali jika ia tidak mampu berhijrah atau ia berniat dakwah di sana, maka tidak mengapa tinggal di negeri kafir.</li>
<li><strong>Bersyukur terhadap nikmat Allah</strong><br />
Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala berfirman:&#8221;<em>Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, &#8220;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih</em>&#8220;. (<a title="QS. Ibrahim" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/14" target="_blank">QS. Ibrahim</a>: 7)<br />
Bersyukur kepada Allah adalah dengan mengakui nikmat yang didapatkan berasal dari-Nya, memuji-Nya dan menggunakan nikmat itu untuk ketaatan kepada-Nya.</li>
<li><strong>Membantu penuntul ilmu syar’i.</strong><br />
<em>Dalam Sunan At Tirmidzi disebutkan: Ada dua orang bersaudara di zaman Rasulullah shallalllahu &#8216;alaihi wa sallam, yang satu datang kepada Nabi shallalllahu &#8216;alaihi wa sallam (untuk belajar), sedangkan yang satunya lagi bekerja. Maka orang yang bekerja ini mengeluhkan kepada Nabi shallalllahu &#8216;alaihi wa sallam tentang saudaranya. Beliau pun bersabda, &#8220;Mungkin saja kamu diberi rezeki karenanya.&#8221;</em></li>
</ol>
<p><em><br />
Penulis: Marwan Hadidi</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1413/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fitnah Dunia</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1406</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1406#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 04:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[duniawi]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kekal]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1406</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya dunia ini manis lagi hijau (indah), dan sesungguhnya Allah  menjadikan kamu pengelolanya. Dia akan melihat apa yang kamu kerjakan, maka berhati-hatilah kamu terhadap dunia]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1407" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://masalahkesehatanwanita.blogspot.com/2010/01/hipertensi.html"><img class="size-full wp-image-1407" title="fitnah dunia" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2011/12/fitnah-dunia.jpg" alt="fitnah dunia" width="230" height="246" /></a><p class="wp-caption-text">fitnah dunia</p></div>
<p>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Sesungguhnya dunia ini manis lagi hijau (indah), dan sesungguhnya Allah  menjadikan kamu pengelolanya. Dia akan melihat apa yang kamu kerjakan, maka berhati-hatilah kamu terhadap <a title="Dunia" href="http://mimbarjumat.com/archives/292" target="_blank">dunia</a> dan berhati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah karena wanita.&#8221;  (HR. Muslim)</p>
<p>Jika anda sering berjalan-jalan, terutama ke dataran tinggi dan pegunungan, tentu anda akan melihat lebih jelas indahnya dunia. <a title="Bumi Makin Panas, Badan Tetap Sehat" href="http://pelangiku.com/2009/03/bumi-makin-panas-badan-tetap-sehat/" target="_blank">Bumi</a> yang kita tempati ini penuh dengan keindahan dan hal yang sangat menarik. Di sana ada pemandangan yang indah, ada sungai-sungai, ada air terjun, ada pepohonan yang lebat, udara yang sejuk, gunung-gunung yang tinggi dan lain-lain.</p>
<p>Melihat pemandangan yang indah dan menyenangkan itu, pernah terlintas dalam hati saya -mungkin juga anda- keinginan untuk membangun rumah di tempat yang indah tersebut; tinggal bersama <a title="Islamnya Keluarga Yasir" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/islamnya-keluarga-yasir.html" target="_blank">keluarga</a>. Saya ingin pergi ke kota untuk bekerja agar dapat mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya yang kemudian dapat saya gunakan untuk membangun rumah di tempat yang indah tersebut.</p>
<p>Namun saya berfikir dan berfikir lagi, jika saya melakukannya apakah saya akan hidup kekal di sana dan aman dari mara <a title="Bahaya Sihir" href="http://mimbarjumat.com/archives/1306" target="_blank">bahaya</a>, kemudian bagaimana nantinya saya mencari rizki? Belum lagi dengan sarana-sarana yang kurang lengkap tidak seperti di kota. Sadarlah saya bahwa kesenangan dunia tidak sempurna; ada hidup dan ada mati, ada muda dan ada tua, ada senang dan ada sedih, ada sehat dan ada sakit, ada rasa aman dan rasa takut serta keterbatasan lainnya. Lebih dari itu, untuk memperoleh kesenangan dunia harus diraih dengan kerja keras dan usaha.</p>
<p><span id="more-1406"></span>Kemudian saya membandingkan keadaan dunia dengan akhirat; yakni surga, ternyata jauh berbeda. Saya mendapatkan dalam Al Qur&#8217;an dan As Sunnah tentang kenikmatan yang diperoleh penghuni <a title="Surga Karena Memuliakan Orang Miskin" href="http://mimbarjumat.com/archives/1199" target="_blank">surga</a>, ternyata benar-benar sempurna. Pemandangannya yang indah sampai tidak terbayangkan oleh hati, belum pernah dilihat oleh mata dan belum pernah didengar oleh telinga.</p>
<p>Penghuninya kekal dan tidak akan mati, mereka tetap muda dan tidak akan tua, mereka bersaudara tidak bermusuh-musuhan, mereka tetap senang dan tidak pernah sedih, mereka tetap <a title="Bikin Jantung (Lebih) Sehat" href="http://pelangiku.com/2009/09/bikin-jantung-lebih-sehat/" target="_blank">sehat</a> dan tidak pernah sakit, mereka senantiasa memperoleh keamanan dan tidak pernah tertimpa rasa takut dan kekhawatiran.</p>
<p>Apa yang mereka inginkan ada di hadapan tanpa perlu bekerja keras dan berusaha, belum lagi dengan makanan dan minuman enak yang dihidangkan, bidadari yang bermata jeli dan kesenangan lainnya yang amat <a title="Menyambut Ramadhan dengan Sempurna" href="http://mimbarjumat.com/archives/1322" target="_blank">sempurna</a>. Tentunya hal ini diperuntukkan bagi mereka yang beriman dan beramal shalih ketika di dunia. Mudah-mudahan kita semua dimasukkan Allah ke dalam surga, aamiin yaa Rabbal &#8216;aalamiin.</p>
<p>Saudaraku, kesenangan seperti inilah kesenangan yang sesungguhnya dan kenikmatan yang pantas untuk dikejar.</p>
<p><em>&#8220;Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.&#8221; (<a title="QS. Al-Muthaffifin" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/83" target="_blank">QS. Al Muthaffifin</a>: 26)</em></p>
<p>Namun sangat disayangkan, sedikit sekali di antara kita yang mengejarnya, bahkan kebanyakan dari kita lebih rela mengejar kesenangan dunia yang fana&#8217; ini, meninggalkan <a title="Negeri Akhirat" href="http://mimbarjumat.com/archives/195" target="_blank">negeri</a> yang kekal abadi.</p>
<p><em>&#8220;Tetapi kamu  memilih kehidupan duniawi.&#8212; Padahal kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.&#8221; (<a title="QS. Al-A'laa" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/87" target="_blank">QS. Al A&#8217;laa</a>: 16-17)</em></p>
<p>Tidak perlu jauh-jauh untuk membuktikannya, cobalah kita keluar rumah dan memperhatikan orang-orang di sekitar kita –<em>bahkan mungkin diri kita seperti itu</em>-, kita akan menyaksikan bahwa yang ada di benak mereka pada umumnya adalah cita-cita agar mereka bisa hidup enak di dunia ini, tanpa berpikir lagi tentang akhirat; <em>mau bahagia atau tidak, yang penting bisa hidup enak di dunia</em>.</p>
<p>Mereka  rela memeras akal dan pikiran serta membanting tulang sejak bangun tidur hingga tidur kembali hanya bertujuan untuk memperoleh kesenangan yang sesaat ini; <em>itu pun jika dapat dan maut belum datang</em>. Lebih dari itu, mereka tidak menyisakan sedikit pun waktunya untuk akhirat walau beberapa menit, untuk beribadah, untuk shalat berjama&#8217;ah, untuk menambah dengan amalan sunat, untuk membaca Al Qur&#8217;an, untuk berdzikr, untuk bersedekah, untuk berbakti kepada orang tua, untuk menyambung tali silaturrahim dan mengerjakan ibadah lainnya.</p>
<p>Seruan azan ibarat angin yang berlalu, ucapan hayya &#8216;alash shalaah-hayya &#8216;alal falah (marilah kita shalat-marilah menuju kebahagiaan) masuk ke telinga kanan dan keluar lewat telinga kiri. Saya tidak mengetahui, mengapa mereka seperti ini, masjid-masjid yang ada menjadi sepi, kalau pun ada hanya beberapa orang saja. Entah mengapa mereka tidak menyadari bahwa hidup di dunia hanya sementara. Padahal adakah manusia yang hidup selamanya di dunia ini? Kalau pun ada manusia yang diberi umur yang panjang, cobalah perhatikan akhirnya, ia akan tetap meninggal juga.</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya kamu akan mati dan Sesungguhnya mereka akan mati (pula).&#8221; (<a title="QS. Az-Zumar" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/39" target="_blank">Az Zumar</a>: 30)</em></p>
<p>Jika demikian, apa persiapan yang sudah kita lakukan menghadapi kematian yang sudah pasti, yang tidak melihat keadaan orang yang dijemputnya; masih muda atau sudah tua, sehat atau sakit, kaya atau miskin?</p>
<p><em>&#8220;Di mana saja kamu berada, kematian akan menjemput kamu, meskipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.&#8221; (Terj. An Nisaa&#8217;: 78)</em></p>
<p>Apakah harta-benda yang kita persiapkan menghadapi kematian, padahal ia tidak akan ikut ke dalam kubur. Apakah keluarga yang kita persiapkan, padahal keluarga tidak mendampingi kita di alam kubur ataukah <strong>amal</strong>? Ya, amal itulah yang mendampingi kita di dalam kubur.</p>
<p>Rasulullah shallalllahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>“Anak Adam akan berkata, “<em>Hartaku, hartaku”</em>, lalu dikatakan, “Hai anak Adam, bukankah harta yang kamu miliki itu sudah kamu makan lalu habis atau kamu pakai lalu rusak dan yang kamu sedekahkan, itulah yang kamu bawa.” (HR. Muslim)</p>
<p>Memang tidak mengapa bekerja keras untuk meraih kehidupan yang layak di dunia, <em>namun yang jadi masalah adalah jika berlebihan sampai tidak menyisakan waktu untuk akhirat</em>, dan seperti inilah kenyataan yang saya lihat. Saya sangat sedih ketika melihat mereka yang miskin dan hidup dalam kekurangan, kemudian ditambah dengan meninggalkan shalat, penghasilan mereka dalam sehari tidak seberapa namun anehnya berani meninggalkan shalat.</p>
<p>]Padahal apa lagi yang bisa diharap jika seseorang sudah meninggalkan shalat –selain tobat-?! Saya khawatir -<em>bukan bermaksud memvonis</em>- mereka tergolong orang yang sengsara dunia-akhirat atau diistilahkan dengan &#8220;sudah jatuh tertimpa tangga&#8221;; –hadaanallah wa iyyahum ajma&#8217;iin-. Dalam Al Qur&#8217;an disebutkan:</p>
<p><em>&#8220;Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?&#8221;&#8212;Mereka menjawab: &#8220;Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,</em> (<a title="QS. Al-Mudatstsir" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/74" target="_blank">QS. Al Muddatstsir</a>: 42-43)</p>
<p>Saudaraku, dunia merupakan tempat beramal; ia adalah kesempatan terakhir yang setelahnya bukan kesempatan, yang ada hanyalah balasan terhadap amal yang dikerjakan.</p>
<p>Saudaraku, dunia merupakan jembatan menuju akhirat, keadaan kita di akhirat tergantung keadaan kita di dunia, barang siapa yang beramal salih ketika di dunia maka ia akan beruntung di akhirat dan barang siapa yang malah mengisi hidupnya dengan kemaksiatan, maka ia akan merasakan kerugian dan penyesalan di akhirat. Ketika itu, penyesalan tidak berguna lagi. Ketika itu, memperbaiki diri tidak berguna lagi, yang ada hanyalah nikmat atau azab,</p>
<p><em>….Di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.&#8221; (<a title="QS. Al-Hadiid" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/57" target="_blank">QS. Al Hadiid</a>: 20)</em></p>
<p>Inginkah Anda pulang ke akhirat mendapatkan nikmat atau anda lebih memilih siksa daripada nikmat! Itu terserah Anda, saya hanya bisa mengingatkan.</p>
<p>Saudaraku, mumpung anda masih diberi kesempatan hidup oleh Allah, maka perbaikilah dirimu sekarang juga. Al Fudhail pernah berkata kepada seseorang: <em></em></p>
<p><em>&#8220;Sudah berapa lama kamu menjalani hidup?&#8221;</em><br />
ia menjawab: &#8220;Enam puluh tahun.&#8221;<br />
Fudhail berkata: <em>&#8220;Sudah enam puluh tahun anda mengadakan perjalanan menuju Tuhanmu, dan sebentar lagi kamu akan sampai&#8221;</em><br />
orang itu berkata: &#8220;Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji&#8217;uun&#8221;<br />
Fudhail berkata: &#8220;<em>Tahukah anda maksud ucapan &#8220;Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji&#8217;uun&#8221;? sesungguhnya barangsiapa yang mengetahui bahwa dirinya adalah hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya, maka hendaknya ia meyakini bahwa dirinya akan dihadapkan. Siapa saja yang meyakini bahwa dirinya akan dihadapkan, maka hendaknya ia mengetahui bahwa dirinya akan ditanya, maka persiapkanlah jawaban terhadap pertanyaan itu.</em>&#8221;<br />
Orang itu pun bertanya, &#8220;Lalu bagaimana jalan keluarnya?&#8221;<br />
Fudhail menjawab: &#8220;Mudah&#8221;<br />
orang itu bertanya: &#8220;Apa itu?&#8221;<br />
Fudhail menjawab: <em>&#8220;Kamu perbaiki amalmu sekarang, niscaya amalmu di masa lalu akan diampuni. Hal itu, karena jika kamu malah memperburuk amalmu di masa sekarang, maka kamu akan diberi hukuman berdasarkan amal burukmu yang dahulu dan yang sekarang, dan amalan yang diperhatikan adalah amalan di akhir hayatnyaan amalan yang diperhatikan adalah akhirnya.&#8221;nya raaji&#8217;uun&#8221;.&#8221;</em></p>
<p><strong>Fitnah Dunia</strong></p>
<p>Saudaraku, hidup di dunia penuh dengan godaan. Godaan dunia ibarat sebuah arus yang deras, yang membawa pergi dan menghanyutkan apa saja yang ada di hadapan. Kemudian tahukah kamu, ke arah mana arus itu membawa pergi? <em>Jurang</em>; ke sanalah arahnya. Tetapi wahai saudaraku, jurang ini bukanlah jurang yang ringan. Ia adalah jurang yang paling dalam dan di bawahnya terdapat api yang membakar, itulah jurang neraka –wal &#8216;iyaadz billah-.</p>
<p>Oleh karena itu, Nabi kita shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengingatkan agar kita tetap waspada terhadap godaan dunia yang sangat menyilaukan, demikian juga mengingatkan kita agar berhati-hati terhadap godaan wanita. Belum lagi dengan godaan syubhat yang dicetuskan oleh Iblis, banyak amal yang menjadi sia-sia karena syubhat yang disodorkannya; ia tunjukkan kepada manusia sesuatu yang nampaknya baik, padahal tidak ada kebaikan di dalamnya. Inilah rahasia mengapa Allah mewajibkan membaca surat Al Fatihah di dalam shalat di setiap rak&#8217;at, karena butuhnya kita terhadap hidayah dan taufiq-Nya dalam meniti hidup yang penuh cobaan dan godaan ini di samping keadaan hati yang lemah mudah berbalik.</p>
<p>Saudaraku, shalat merupakan pegangan yang paling kuat agar seseorang tidak terbawa oleh arus fitnah (godaan) yang begitu deras.</p>
<p>Tidakkah anda memperhatikan, bahwa dalam surat Al Fatihah terdapat ayat yang berbunyi &#8220;<em>Ihdinash shiraathal mustaqiim&#8221;</em>, di sana Anda meminta kepada Allah agar ditunjukkan mana jalan yang lurus, meminta juga kepada-Nya agar dibantu menempuh jalan yang lurus itu serta meminta kepada-Nya agar dapat beristiqamah di atasnya hingga akhir hayat. Maka beruntunglah mereka yang tetap mendirikan shalat, karena mereka masih memiliki pegangan, mereka masih memiliki hubungan dengan Allah Ta&#8217;ala Sang Pencipta. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Janganlah kamu meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja. Barang siapa yang meninggalkannya dengan sengaja, maka hubungannya telah lepas.&#8221; (Hasan lighairih, HR. Ibnu Majah dan Baihaqi, lihat Shahihut Targhib wat Tarhib no. 567)</p>
<p><em>Penulis: Marwan Hadidi</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1406/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dampak Negatif Kemaksiatan</title>
		<link>http://mimbarjumat.com/archives/1402</link>
		<comments>http://mimbarjumat.com/archives/1402#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 10:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa-dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan]]></category>
		<category><![CDATA[kemaksiatan]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[neraka jahanam]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mimbarjumat.com/?p=1402</guid>
		<description><![CDATA[Kemaksiatan ini memiliki bahaya yang sangat besar bagi hati. sama seperti bahaya racun terhadap tubuh dalam tingkat bahaya yang berbeda-beda, dan tidakkah di dunia ini muncul suatu kejahatan dan penyakii kecuali disebabkan oleh kemaksiatan dan dosa-dosa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1403" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://masalahkesehatanwanita.blogspot.com/2010/02/carpal-tunnel-syndrome-cts.html"><img class="size-full wp-image-1403" title="kemaksiatan" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2011/12/kemaksiatan.jpg" alt="kemaksiatan" width="230" height="293" /></a><p class="wp-caption-text">kemaksiatan</p></div>
<p>Di antara bencana yang banyak menimpa <a title="Kaum Muslimin yang Tertindas" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kaum-muslimin-yang-tertindas.html" target="_blank">kaum muslimin</a> pada zaman sekarang ini adalah merajalelanya kemaksiatan dan dosa, serta menyebarnya kemungkaran dengan berbagai tingkatannya. Tidak sedikit di antara mereka yang bahkan menganggap remeh dan ringan urusan dosa. Padahal kemaksiatan tersebut sangat berbahaya, baik bagi individu maupun masyarakat.</p>
<p>Bahayanya sangatlah banyak. Jika kita mau merenungkan <a title="Bahaya di Balik Laptop" href="http://pelangiku.com/2009/03/bahaya-di-balik-laptop/" target="_blank">bahaya</a> dan dampak buruk dari kemaksiatan tersebut niscaya kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi kemaksiatan itu.</p>
<p>Ibnul Qoyyim berkata, &#8220;Kemaksiatan ini memiliki bahaya yang sangat besar bagi hati. Sama seperti bahaya racun terhadap tubuh dalam tingkat bahaya yang berbeda-beda, dan tidakkah di dunia ini muncul suatu kejahatan dan penyakit kecuali disebabkan oleh kemaksiatan dan dosa-dosa. Sebab apakah yang mengeluarkan bapak manusia dari <a title="Hidup Lebih Lama, Mati Masuk Surga" href="http://pernik-kehidupan.blogspot.com/2011/09/hidup-lebih-lama-mati-masuk-surga.html" target="_blank">surga</a>. tempat kelezatan, kenikmatan, kemegahan, dan kesenangan menuju alam yang penuh penyakit, kesedihan dan musibah.</p>
<p>Apakah yang mengeluarkan <a title="Kesaksian Iblis" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kesaksian-iblis.html" target="_blank">Iblis</a> dari alam langit, diusir dan dilaknat. Rahmat berubah menjadi laknat serta keimanan berubah menjadi kekafiran? Lalu sebab apakah yang menenggelamkan seluruh penghuni bumi sehingga air melampaui puncak gunung-gunung? Dan sebab apakah yang menjadikan angin menguasai kaum &#8216;Ad sehingga mereka bergelimpangan mati di permukaan bumi. Sehingga mereka seperti pohon-pohon kurma yang tumbang?</p>
<p><span id="more-1402"></span>Sebab apakah yang menyebabkan terjadinya siksa yang menyebabkan hati-hati mereka terputus dari tenggorokan-tenggorokan mereka, sehingga hati dan tenggorokan mereka berserakan dan mereka tewas? Sebab apakah yang menyebabkan Fir&#8217;aun tenggelam bersama kaumnya, lalu ruh-ruh mereka kembali berpindah ke <a title="Tiga Golongan yang Dilempar ke Neraka" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/tiga-golongan-yang-dilempar-ke-neraka.html" target="_blank">neraka</a> jahanam? Tubuh mereka tenggelam sementara ruh-ruh mereka terbakar. Sebab apakah yang mengubur Qarun dan rumahnya beserta seluruh hartanya? Sungguh semuanya disebabkan oleh kemaksiatan dan dosa-dosa&#8221;</p>
<p>Satu kemaksiatan menjadi sebab kekalahan para shahabat dalam perang Uhud, yaitu pada saat Nabi, memerintahkan mereka agar tidak turun dari gunung, namun mereka tidak mentaati perintah beliau. Akhirnya 70 <a title="Abdurrahman bin Auf r.a, Sahabat Terpercaya" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/abdurrahman-bin-auf-ra-sahabat.html" target="_blank">sahabat</a> terbunuh pada perang itu, sebagaimana disebutkan di dalam siroh, (lihat siroh Ibnu Hisatn atau ar-Rohiq al-Makhtum)</p>
<p>Bahkan terkadang seseorang menganggap enteng kata-kata yang keluar dari mulutnya tanpa berpikir tentangnya, sehingga menjadi sebab dirinya terjerumus ke dalam neraka.</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Huroiroh bahwa Nabi saw bersabda, &#8220;<em>Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang tidak jelas baginya, namun dia terperosok karenanya ke dalam jurang neraka, bahkan lebih dalam dari jarak antara Timur dan Barat</em>.&#8221; (HR. al-Bukhori dan Muslim)</p>
<p>Satu kemaksiatan telah mengeluarkan Adam as dari Surga. Seorang penyair berkata:<br />
&#8220;Engkau menambah dosa dengan dosa. lalu dirimu mengharap tingkatan-tingkatan surga dan kemenangan seorang ahli <a title="Niat Buruk di Balik Ibadah Khusyu'" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/niat-buruk-di-balik-ibadah-khusyu.html" target="_blank">ibadah</a>?<br />
Apakah kau lupa Robb-mu saat Dia mengeluarkan Adam dari surga menuju dunia hanya disebabkah karena satu dosa.&#8221;</p>
<p>Kita sering mendengar banyak orang yang mengeluh akan kerasnya hati. hilangnya keberkahan, godaan setan dan sibuk dengan dunia (sehingga lalai tuntunan agama). Mereka lupa dengan firman Allah swt:<br />
&#8220;<em>Dan janganlah sekali-kali kamu mengira. bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zholim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata-mata mereka terbelalak (hari kiamat)</em>.&#8221; (<a title="QS. Ibrahim" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/14" target="_blank">QS. Ibrahim [14]</a>: 42)</p>
<p>Berkata Maimun bin Harun tentang ayat ini : &#8220;Ini adalah pelipur lara bagi orang yang dizholimi dan ancaman bagi orang yang zholim&#8221;.</p>
<p>Tentang firman Allah, &#8220;<em>Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendlri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)</em>.&#8221; (<a title="QS. Asy-Syuuraa" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/42" target="_blank">QS. Asy-Syuuraa [42]</a>: 30)</p>
<p>Ibrohim bin Adham berkata. &#8220;Kita adalah keturunan penduduk surga, akan tetapi Iblis telah mengeluarkan kita dari surga dengan kemaksiatan. Maka sudah selayaknya bagi orang yang berbuat dosa agar tidak tentram dengan kehidupannya sampai ia kembali ke tanah airnya (surga).&#8221;</p>
<p>Kalau demikian halnya, maka ini tidak lain kecuaii pengaruh buruk dari maksiatan. Allah berfirman:</p>
<p>&#8220;<em>Apakah orang-orang yang terbuai kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang sholeh, yaitu sama anfara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu</em>&#8221; (<a title="QS. Al-Jaatsiyah" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/14" target="_blank">QS. al-Jatsiyah [45]</a>: 21)</p>
<p>Berkata Ibnui Qayyim, &#8220;Dosa-dosa ibarat luka-luka, dan bisa jadi sebuah luka menyebabkan kematian.&#8221;</p>
<p>Maksiat sangat berpengaruh buruk bagi hati dan badan, di dunia rnaupun akhirat. Di antaranya adalah:</p>
<ol>
<li>Terhindar dari <a title="Kekurangan Ilmu" href="http://mimbarjumat.com/archives/448" target="_blank">ilmu</a>, karena ilmu adalah cahaya yang Allah berikan pada hati, sedangkan maksiat mematikannya.</li>
<li>Kerisauan yang dirasakan orang yang bermaksiat dalam hatinya antara dirinya dengan Allah sehingga tidak didapati rasa ketenangan sama sekali.</li>
<li>Kerisauan yang ia rasakan antara dirinya dengan manusia. Terutama orang-orarig yang baik dan istiqomah.</li>
<li>Urusannya menjadi rumit, apa yang akan ia lakukan seakan tertutup atau sulit baginya.</li>
<li>Kegelapan yang ia dapatkan dalam hatinya. Sehingga <a title="Menghindari Penyakit Hati" href="http://mimbarjumat.com/archives/189" target="_blank">hati</a> dan badannya menjadi lemah serta ia diharamkan (tercegah) dari ketaatan.</li>
<li>Kemaksiatan mengurangi umur dan menghilangkan keberkahannya untuk selamanya, Na&#8217;udzubillah.</li>
<li>Kemaksiatan menimbulkan maksiat lainnya, sehingga seorang hamba sulit untuk meninggalkannya.</li>
<li>Dampak negatif paling samar yang akan menimpanya adalah kemaksiatan akan melemahkan keinginannya, sehingga maksiat menjadi kuat dan taubat menjadi lemah.</li>
<li>Hati menganggap kemaksiatan sebagai hal biasa bahkan bisa jadi ia merasa bangga dengan kemaksiatan tersebut. maka ia pun sulit melepaskan diri darinya.</li>
<li>Maksiat dapat mematikan rasa ghiroh dalam hati dan menghilangkan rasa malu, padahal ialah yang menjadikan hati menjadi hidup.</li>
<li>Pelaku maksiat akan termasuk ke dalam mereka yang dilaknat oleh Rasulullah. Na&#8217;udzubillah.</li>
<li>Pelaku maksiat terhindar dari doa Rasulullah dan doa para malaikat <a title="Cita-cita Mulia" href="http://mimbarjumat.com/archives/152" target="_blank">mulia</a> yang berdoa bagi orang-orang yang beriman.</li>
<li>Menyebabkan Allah melupakan hamba tersebut. dan inilah suatu kebinasaan.</li>
<li>Apabila dosa sudah menumpuk, maka hati akan di stempel menjadi orang yang lalai. &#8220;<em>Sekali-kali tidak (demikian). sebenarnya apa yang selalu mereka kerjakan itu (dosa-dosa) telah menutup hati mereka</em>.&#8221; (<a title="QS. Al-Muthaffifin" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/83" target="_blank">QS al-Muthaffifin [83]</a>: 14)</li>
<li>Termasuk dari hukuman bagi pelaku maksiat, apa yang Allah timpakan berupa rasa takut dalam hatinya. karena ketaatan adalah benteng-Nya yang kokoh.</li>
<li>Seorang hamba yang terbiasa melakukan maksiat bisa tidak mendapatkan taufik (petunjuk) Allah dalam saat-saat yang sulit dan berat, terutama ketika sakarotul maut, sehingga ia mengakhiri hidupnya dengan kuburukan (su&#8217;ul khotimah).</li>
</ol>
<p>Demikianlah beberapa keburukan maksiat. Semoga Allah membantu kita untuk menjauhi seluruh kemaksiatan, menganugerahkan kepada kita kemanisan iman dan menetapkan bagi kita hidayah hingga saat kepergian.</p>
<p><em>Sumber: Buletin Dakwah Hasmi &#8211; E. 44, 9 Desember 2011</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mimbarjumat.com/archives/1402/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

