Akhlak Islam

unduk | Akhlaq | Monday, November 28th, 2011
akhlak islam

akhlak islam

Syari’at Islam adalah syari’at yang lengkap dan sempurna. Ia tidak hanya mengajarkan kepada manusia ‘aqidah dan ibadah yang benar saja, bahkan ia mengajarkan pula akhlak yang mulia. Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala:

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat. Akan tetapi, sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 177)

Pengajaran tentang ‘aqidah ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala, “Akan tetapi, sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi.”

Pengajaran tentang ibadah ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat;…dst.

(lanjut …)



Adab Menuntut Ilmu (Bagian 2)

unduk | Akhlaq | Thursday, November 17th, 2011

Menuntut ilmu

Menuntut ilmu

Berikut ini merupakan lanjutan adab penuntut ilmu semoga Allah menjadikannya bermanfaat, Allahumma aamiin.

Adab Penuntut Ilmu

  1. Memurajaah ilmu yang ia peroleh dari guru.
    Mu’adz bin Jabal berkata, “Pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah rasa takut, mencarinya adalah ibadah, mengingat-ingatnya adalah tasbih, mengkajinya adalah jihad, mengajarkan kepada orang yang tidak tahu adalah sedekah dan memberikan kepada orang yang berhak adalah sebuah pendekatan diri kepada Allah.”
  2. Hendaknya waktunya lama.
    Imam Ahmad berkata, “(Menuntut ilmu) dari tempat tinta sampai ke tempat kubur.”
  3. Hendaknya memperhatikan tiga perkara dalam ilmu, yaitu Al Qur’an, As Sunnah dan Tauhid.
  4. Hendaknya ia tidak banyak berdehem atau banyak bertingkah, dan tidak bersiwak di majlis ilmu. Demikian juga hendaknya ia tidak banyak tertawa, tidak bercakap-cakap dengan kawannya, tidak merendahkan saudaranya atau mengolok-olok mereka, karena mereka adalah saudaranya.
  5. Berusaha tidak mengantuk.
  6. Tidak banyak meminta pengulangan kepada guru.
  7. Buah dari ilmu adalah mengamalkannya dan menyampaikannya.
    Allah Subhaanahu wa Ta’ala mencela orang-orang yang tidak mengamalkan ilmu mereka dan menyerupakan mereka seperti keledai yang memikul kitab-kitab, namun tidak paham isinya. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman: “Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tidak memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangatlah buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS. Al Jumu’ah: 5)

    (lanjut …)



Adab Menuntut Ilmu (Bagian 1)

unduk | Akhlaq,Ibadah | Wednesday, November 16th, 2011
menuntut ilmu

menuntut ilmu

Ilmu memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam, bahkan ayat yang pertama turun adalah ayat yang mengajak untuk belajar. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,” (QS. Al Alaq: 1)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala juga sampai bersumpah dengan sarana untuk memperoleh ilmu, yaitu pena. Dia berfirman, “Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,” (QS. Al Qalam: 1)

As Sunnah juga menguatkan kedudukan ilmu sampai-sampai menjadikan usaha ntuk memperoleh ilmu sebagai jalan ke surga. Rasulllah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Apabila seseorang meninggal, maka terputuslah amalnya selain tiga perkara; sedekah jaariyah, ilmu yang dimanfaatkan atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Para penuntut Ilmu juga merupakan wasiat Rasulllah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dimana para pengajar diperintahkan berbuat baik kepada mereka. Beliau bersabda: “Akan datang kepadamu orang-orang yang mencari ilmu, maka apabila kamu melihat mereka, ucapkanlah kepada mereka, ‘Selamat datang kepada wasiat Rasulllah shallallahu ‘alaihi wa sallam’, dan berilah fatwa kepada mereka.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Sa’id, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 3651)

(lanjut …)