Fiqih Ramadhan

Ibadah,Syariat | Sunday, July 31st, 2011

ramadhan

ramadhan

I. Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Ramadhan

Sebelum menjalankan ibadah Ramadhan, ada beberapa hal yang perlu dipahami. Di antaranya:

  1. Puasa Ramadhan adalah rukun Islam yang keempat. Hukumnya adalah fardhu (wajib) yang datang langsung dari Tuhan Pencipta, Allah Ta’ala.
  2. Allah mensyari’atkan puasa dan berbagai ibadah Ramadhan sebagai salah satu program yang harus dilewati setiap Muslim dan Mukmin dalam pembentukan karakter taqwa meraka. (QS. Al-Baqarah : 183).
  3. Ancaman keras bagi orang-orang beriman yang tidak melaksanakan ibadah Ramadhan, khususnya ibadah puasa seperti yang dijelaskan Rasul saw: Ikatan dan basis agarna islam itu ada tiga. Siapa yang meninggalkan salah satu darinya, maka ia telah kafir, halal darahnya: Syahadat Laa ilaaha illallah, sholat fardhu (5X sehari) dan puasa Ramadhan. (HR. Abu Ya’la dan Dailami). Dalam hadits lain Rasul saw. bersabda: Siapa berbuka satu hari dalam bulan Ramadhan tanpa ada ruhkshah (faktor vang membolehkan berbuka / dispensasi) dari Allah, maka tldak akan tergantikan kendati ia melaksanakan puasa sepanjang masa. (H.R. Abu Daud, Ibnu Majad dan Turmuzi).
  4. Ramadhan memiliki aturan main yang perlu ditaati, agar proses dan pelaksanaan ibadahnya, khususnya puasa Ramadhan dapat berjalan dengan baik dan maksimal.

(lanjut …)



Mukjizat Sholat Malam

Ibadah | Saturday, July 30th, 2011
sholat malam

sholat malam

Qiyam adalah aktivitas ibadah shalat di malam hari. Shalat harus dilakukan dengan berdiri (qiyam). Di bulan Ramadhan, shalat taraweh disebut qiyamullail (berdiri di malam hari), sedangkan di luar Ramadhan adalah shalat tahajjud.

Hakikat Qiyam atau sholat malam adalah bangun dan tegak lurus sambil berdiri beribadah kepada Allah. Jika di siang hari kita melakukan puasa (shiyam) itu adalah manajemen syahwat, maka di balik kata Qiyam (sholat malam) dapat pula kita maknai sebagai manajemen ibadah.

Terdapat tiga prinsip dasar dalam memaknai sholat malam dalam arti manajemen ibadah. Pertama, tegak lurus berdiri beribadah pada Allah. Kedua, kesiapan diri meluruskan dan menyatukan semua orientasi hidup dan aktivitas hidup dari bermacam-macam menjadi hanya kepada Allah dan untuk Allah semata.

Inilah inti komitmen yang selalu kita baca ketika membaca do’a iftitah dalam sholat (QS. Al-Am’aan (6) : 161-163]. Ketiga, mengelola ibadah berdasarkan aturan, sistem, dan ketentuan Allah, baik tujuannya, caranya maupun skala prioritasnya.

(lanjut …)



Mukjizat Puasa Ramadhan

Ibadah,Syariat | Friday, July 29th, 2011
puasa ramadhan

puasa ramadhan

Puasa atau shiyam adalah menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan, seperti makan, minum, berhubungan suami isteri dan sebagainya, dari terbit fajar sampai tenggelam matahari. Mengapa semua yang dihalalkan di luar Ramadhan diharamkan pada siang hari pada Ramadhan seperti makan, minum dan berhubungan suami istri dan sebagainya?

Dapat kita petik hikmahnya, bahwa hakikat puasa yang kita lakukan selama bulan Ramadhan merupakan pelatihan manajemen syahwat agar terbiasa mengendalikan syahwat yang bersemayam dalam diri kita.

Ada dua hal penting terkait dalam manajemen syahwat dalam ibadah puasa ramadhan. Pertama, terkait dengan pengendalian syahwat yang halal, seperti makan, minum, seks dan sebagainya. Karena puasa itu melatih orang yang menjalankannya untuk meraih derajat taqwa yang merupakan derajat tertinggi di sisi Allah [QS. Al-Hujarat (49) : 13].

Untuk meraih ketaqwaan itu sangat erat kaitannya dengan kemampuan mengendalikan syahwat yang halal. bukan syahwat yang haram. Syahwat yang haram kalau dilakukan merupakan bukti cacatnya keimanan. Sudah pasti orang yang cacat imannya tidak mungkin mencapai derajat taqwa kecuali ia sudah melakukan taubat nashuhah.

(lanjut …)



Menyambut Ramadhan dengan Sempurna

Ibadah,Syariat | Thursday, July 28th, 2011
menyambut ramadhan

menyambut ramadhan

Berada di bulan mulia, memanfaatkan secara maksimal dan meraih keutamaannya adalah kerinduan orang-orang bertakwa. Sejauh apa kerinduan dan kecintaan kita pada ramadhan, adalah ukuran awal sebaik apa kita akan meraih segala hentuk kebaikan di bulan ini. Semoga Alloh menolong kita untuk menjadi hamba-hamba yang lebih bertakwa.

Bualan Ramadhan ibarat air yang suci bagi orang yang ingin bertaubat, yang akan membersihkan seluruh celah tubuh dari segala noda yang pernah mengotorinya. Peluklah Ramadhan. Menangislah di dalamnya. Termenunglah di dalamnya. Bergembiralah karenanya. Muliakanlah kehadirannya.

Karena sesungguhnya setiap detik yang kita rasakan di bulan ini adalah anugerah yang terindah yang mungkin tak akan terulang untuk kali kedua.

Allahumma ya Allah, jadikanlah bulan ini, bulan yang mulia buat kami, bulan yang mampu mengangkat derajat kami, bulan yang mampu menyelamatkan jiwa kami, bulan yang mampu mereda murka-Mu atas kami, dan bulan yang akan memenangkan kami atas kaum yang dzalim. Hanya kepada-Mu kami berserah diri dan hanya kepada-Mu kami mohon ampunan.

(lanjut …)



Kekuatan Majelis Zikir dan Ilmu

Sosial,Tauhid | Tuesday, July 26th, 2011
majelis zikir

majelis zikir

Ibnu Mas’ud ra pernah didatangi oleh jamaahnya selepas taklim. “Tempat mana yang harus aku datangi saat aku mendapati keadaanku galau dan terasing?” seru jamaah.

“Datangilah tempat yang Alquran sering dibacakan. Kamu duduk dan simak bacaannya. Niscaya kamu akan dapati ketenangan. Lalu, datangi tempat-tempat yang kamu diajak untuk mengingat dan menyebut Allah dan akan bertambah ilmumu. Terakhir, datangi alas sajadahmu di keheningan malam dan mengadulah kepada Rabb Pengatur hidupmu.”

Cerita sarat hikmah ini boleh jadi menjadi bagian dari cerita hidup kita. Karena satu hal yang pasti, keadaan galau dan terasing menjadi sesuatu yang tidak bisa terpisah dalam perjalanan hidup manusia. Dan, di antara kunci melepas lara dan keterasingan hidup adalah dengan sering mendatangi majelis-majelis ilmu dan zikir.

Rasul pernah mengatakan, betapa beruntungnya orang yang rajin dan istigamah hadir di majelis-majelis ilmu dan zikir. “Tidaklah satu kaum duduk membaca Al-quran lalu mengkajinya dan berzikir kecuali akan menyita perhatian para malaikat, terliputi ketenangan di hatinya, ditenggelamkan dalam lautan rahmat-Nya dan semakin dimasyhurkan namanya di hadapan makhluk Allah.”

(lanjut …)